Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KUAT MARUF Laporkan Hakim Sidang Ferdy Sambo, Dipicu Kata Buta dan Tuli

KUAT MARUF Laporkan Hakim Sidang Ferdy Sambo, Dipicu Kata Buta dan Tuli

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – Kuasa hukum Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan membeberkan sikap tendensius ketua majelis hakim persidangan Ferdy Sambo, Wahyu Iman Santoso yang menangani perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Sikap tendensius itu salah satunya yakni Kuat dinilai hakim Wahyu memberikan keterangan palsu terkait peristiwa yang menyebabkan hilangnya Brigadir J. Kesaksian-kesaksian palsu itu disebut disampaikan Kuat secara konsisten hingga saat ini.

“KM [Kuat Ma’ruf] disebut berbohong secara konsisten sampai saat ini,” kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/12).

Menurut Irwan, sikap tersebut menunjukkan bahwa hakim Wahyu tak mengindahkan asas praduga tak bersalah dan menyudutkan Kuat Ma’ruf.

“Ini kan menunjukkan hakim tidak mengindahkan asas praduga tak bersalah dan telah menyudutkan klien kami,” ujarnya.

Tim kuasa hukum menilai hakim Wahyu telah melanggar KUHAP jo Peraturan Bersama MA dan KY tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim tahun 2012 jo Keputusan Bersama MA dan Ketua KY tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim tahun 2009.

Adapun kata-kata, sikap dan perilaku hakim Wahyu dalam persidangan a quo yang disebut melanggar ketentuan itu di antaranya hakim melontarkan kalimat ‘Tapi karena kalian buta dan tuli makanya saudara tidak mendengar dan melihat kan itu yang mau saudara sampaikan‘ saat persidangan untuk terdakwa Ricky Rizal atau Bripka RR dengan saksi Kuat Ma’ruf.

Selain itu, hakim Wahyu juga melontarkan kalimat ‘ini kan keanehan-keanehan yang kalian nggak.. perencanaan itulah yang saya bilang. Sebenarnya gini loh saya sampaikan sama dengan saudara Ricky tadi, saya tidak butuh keterangan saudara… saudara kalau mengarang cerita sampai tuntas‘.

Sementara pada persidangan dengan terdakwa Kuat Ma’ruf dengan keterangan saksi Bripka RR, hakim Wahyu mempertanyakan naluri Bripka RR sebagai anggota Satlantas dengan menyampaikan kalimat ‘saya bingung apakah di Lantas itu memang nggak punya naluri ya’.

Kalimat lain yang dilontarkan hakim Wahyu adalah ‘Saudara ini sudah disuruh membunuh, masih disuruh mencuri pun masih saudara lakukan. Saudara disuruh membunuh tidak mau kan? Tapi sekarang disuruh mencuripun mau’.

“Perkara a quo bukanlah perkara pencurian, namun terlapor selaku hakim telah mengancam saksi RR dengan kata-kata ‘mencuri’ dan Undang-undang TPPU,” demikian surat laporan yang diterima CNNIndonesia.com.

Tim kuasa hukum Kuat Ma’ruf melaporkan ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial (KY) pada Rabu (7/12).

Irwan menyebut laporan yang pihaknya buat terkait dengan pelanggaran kode etik majelis hakim saat memimpin persidangan. Menurut Irwan, banyak pernyataan hakim Wahyu yang bersifat tendensius saat pemeriksaan para saksi.

“Terkait dengan pelanggaran kode etik saat memimpin sidang. Banyak pernyataan ketua majelis yang sangat tendensius saat pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Terkait itu, Juru Bicara KY Miko Ginting mengonfirmasi adanya laporan yang dibuat pihak Kuat Ma’ruf. Namun, dia mengatakan KY akan melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Kita akan verifikasi dulu laporannya, apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditindaklanjuti. Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif,” kata Miko.

“Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim. Jadi, penanganan laporan ini tidak akan mengganggu jalannya persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, laporan tim kuasa hukum Kuat Ma’ruf di MA belum terdaftar. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Hukum dan Humas MA Sobandi.

“Pengaduan tersebut belum ada di siwas [sistem informasi pengawasan],” kata Sobandi kepada CNNIndonesia.com.

Kuat Ma’ruf didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tindak pidana itu dilakukan bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, dan Ricky Rizal atau Bripka RR. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(cnn)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda U-17 Hancurkan Gawang Guam dengan Skor 14-0

    Garuda U-17 Hancurkan Gawang Guam dengan Skor 14-0

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    KEMENANGAN telak diraih Timnas Indonesia U-17 mengawali perjalanan di kualifikasi Piala Asia U-17 2023 dengan kemenangan yang meyakinkan. Berhadapan dengan Guam, Garuda Nusantara menang dengan skor telak 14-0. Gol-gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak oleh quattrick Arkhan Kaka, sementara sisa gol Indonesia dipersembahkan Muhammad Narendra Tegar, M.Riski Afrisal, Sulthan Zaky Prama, Jehan Pahlevi, Muhammad Gaoshirowi, Figo […]

  • Tersangka yang ditangkap Polsek Dumai Timur. F : HMSPOL

    Kacau! Petani Basilambaru Dumai Jadi Pengedar Narkoba, Ditangkap di Jalan Datuk Laksamana

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Dumai, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Dumai Timur membekuk seorang petani warga Basilambaru, Kecamatan Sungai Sembilan. Dalam operasi tersebut,  aparat mengamankan sabu 23,92 gram serta ganja  8,38 gram. Pelaku narkoba yang diamankan oleh Aparat Kepolisian Jajaran Polres Dumai tersebut adalah TF alias TP (30). Saat ditangkap, ia berusaha melarikan diri dengan motor yang dikendarainya. Berikut […]

  • Gajah yang Mati di Bengkalis Riau Bersimbah Darah serta Bunting 22 Bulan, BBKSDA Usut Tuntas

    Gajah yang Mati di Bengkalis Riau Bersimbah Darah serta Bunting 22 Bulan, BBKSDA Usut Tuntas

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Gajah betina yang mati di  Bengkalis, Riau ternyata hamil 22 bulan. Kondisi satwa dilindungi itu bersimbah darah. Anak dalam kandungannya ditemukan ikut mati. BBKSDA akan mengusut tuntas kematian hewan itu. Pertama sekali menemukan hewan itu seorang karyawan PT Riau Abadi Lestari yang menguasai lahan tersebut. Bangkai gajah ditemukan berada pada area konsesi […]

  • KRYD Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis Amankan Tujuh Sepeda Motor

    KRYD Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis Amankan Tujuh Sepeda Motor

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Mandau bersama personel BKO Polres Bengkalis melaksanakan Operasi Cipta Kondisi (KRYD), Minggu (13/9/2026) dini hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 01.20 WIB hingga selesai dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk tempat keramaian, […]

  • Bharada E saat memenuhi panggilan Komnas HAM. F. :. IST

    Empat Lembar Surat Bharada E Runtuhkan Skenario Irjen Sambo, Air Mata Menetes-Putarkan Lagu Rohani

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Jakarta, detak24.com -;Bharada E sempat menarik kesaksian di berita acara pemeriksaan (BAP) Hal itu lantaran kuawatir terjadi apa-apa pada dia dan keluarga, jika menceritakan kejadian sebenarnya. Dalam keadaan air mata terus menetes Bharada E menulis empat carik kertas. Penyidik dan pengacara berusaha menenangkannya dengan memutar lagu rohani. Serta meyakinkannya bahwa tak perlu kuatir. Akhirnya empat lembar […]

  • DILANTIK Jaksa Agung, Akmal Abbas Resmi Jabat Kajati Riau

    DILANTIK Jaksa Agung, Akmal Abbas Resmi Jabat Kajati Riau

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA, detak24com – Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik Akmal Abbas sebagai Kajati Riau, Selasa (31/10/23). Akmal Abbas, mantan jaksa Kejari Dumai putra Kuansing Riau ini resmi menggantikan Supardi yang ditugaskan di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Pelantikan, pengambilan sumpah dan serah terima jabatan dilakukan di Aula Kejaksaan Agung RI di Jakarta. Selain Akmal Abbas, Jaksa Agung […]

expand_less