KPU Meranti Sebut Warga Tionghoa Tertutup ke Pantarlih
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Ada yang langsung pergi sambil bilang KTP nya KTP Batam. Namun tidak menunjukkan ke petugas kita,” ujar Hanafi.
Setelah muncul persoalan ini, kata Hanafi lagi, KPU Kepulauan Meranti langsung mengambil langkah cepat. KPU mendatangi tokoh masyarakat Tionghoa dan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepulauan Meranti untuk berdialog dan mencari solusi.
Hasil koordinasi itu, tambah Hanafi, disepakati pengurus PSMTI Kepulauan Meranti akan membantu dengan cara membuat lalu menyebarkan video imbauan.
Video itu, dibuat dalam dua bahasa, Indonesia dan Hokkien. Video itu, disebarluaskan melalui grup-grup WhatsApp dan komunitas warga Tionghoa di Kepulauan Meranti.
“Salah seorang pengurus PSMTI Kepulauan Meranti, Suandi, membantu dengan cara membuat video dan menyebarkannya. Di video itu, dia memberikan imbauan agar warga Tionghoa bisa menerima petugas coklit dari KPU dan mempersiapkan identitas diri yang diperlukan petugas,” kata Hanafi.
Sesuai tahapan, Pantarlih akan melaksanakan coklit data pemilih hingga tanggal 14 Maret 2023. Untuk mempelancar proses coklit data pemilih, warga yang didatangi, diingatkan agar bisa menunjukkan KTP elektronik ataupun Kartu Keluarga (KK).(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com













