KORBAN Tewas Kapal Tenggelam di Selat Melaka Bernama Kailan, Operasi SAR Ditutup
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Basarnas menutup operasi SAR pencarian korban kapal tenggelam di Selat Melaka, pasca ditemukannya seorang penumpang bernama Kailan.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi menyatakan jumlah korban kapal tenggelam di perairan Selat Malaka, Selasa (15/08/23) lalu ternyata berjumlah 12 orang. Bukan 14 orang seperti diberitakan sebelumnya.
Ini terungkap usai tim SAR mengkonfirmasi ke kepolisian Malaysia yang telah berhasil menginterogasi 11 orang korban selamat. Dari hasil interogasi itu, diketahui hanya ada satu orang korban yang belum ditemukan.
“Satu orang korban hilang itu telah berhasil ditemukan Jumat (18/08/23) sekitar pukul 11.30 WIB atas nama kailan usia 50 tahun, dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya, Jumat (18/8/2023).
Dengan telah ditemukannya satu korban yang hilang itu, berarti saat ini seluruh korban kapal tenggelam tersebut telah ditemukan.
“Dengan telah ditemukan satu korban yang hilang, maka operasi SAR terhadap kecelakaan kapal tenggelam di perairan Selat Malaka dinyatakan selesai dan ditutup,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Bengkalis, AKBP Setyo Bimo Anggoro menyebutkan, kapal tenggelam tersebut diduga membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal.
“Ada dugaan terkait sindikat TPPO. Saat ini Satpolair Polres bengkalis sedang melakukan penyelidikan,” ujar AKBP Bimo, Rabu (16/8/2023).
Lanjut Bimo, saat ini pihaknya masih berkoordinasi untuk mendapatkan informasi dari korban.
“Kami masih berkoordinasi dengan kepolisian malaka untuk mendapatkan informasi dari korban yang diamankan di sana. Naik kapal siapa, siapa tekong, agen. Kendala kami itu, karena mereka masih diamankan kepolisian malaka,” imbuh Bimo.(halloriau)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











