Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Komplotan Koruptor Pupuk Subsidi Rp 24,5 M di Rohul hanya Dituntut 10 Tahun

Komplotan Koruptor Pupuk Subsidi Rp 24,5 M di Rohul hanya Dituntut 10 Tahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHUL, detak24com – Enam terdakwa korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kecamatan Rambah Samo, Rohul dituntut hukuman berbeda. Kerugian negara akibat perkara ini mencapai Rp 24,5 miliar.

Tuntutan dibacakan oleh JPU Galih Aziz pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (22/09/25). Keenam terdakwa merupakan pemilik kios atau koperasi pengecer resmi pupuk bersubsidi di wilayah Rambah Samo, Rohul.

Mereka adalah Sanggam Manurung (pemilik UD Sei Kuning Jaya), Fitria Ningsih (UD Anugerah Tani), April Srianto (UD Cindi), Abdul Halim (UD Jaya Satu), Yohanes Avila Warsi (Koperasi Tani Sri Rejeki), dan Syaiful (UD Bina Tani).

JPU menyatakan para terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tuntutan terberat dijatuhkan kepada terdakwa Syaiful, yang dituntut 10 tahun penjara serta denda sebesar Rp 600 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 6.089.398.014.

Jika tidak membayar dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht), maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang.

“Jika tidak memiliki harta yang mencukupi, maka ia harus menjalani pidana penjara tambahan selama 5 tahun,” ujar JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Jonson Parancis.

Sanggam Manurung dituntut hukuman penjara selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp287.249.245, dengan ancaman tambahan 4 tahun penjara jika tidak membayar.

Abdul Halim dituntut 8 tahun penjara, denda Rp400 juta atau 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp2.546.842.950. Jika tidak dibayar, akan diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Terdakwa Yohanes Avila Warsi dituntut 9 tahun penjara dengan denda Rp500 juta atau subsider 5 bulan kurungan. Ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp5.046.492.924 atau menjalani pidana tambahan selama 5 tahun jika tidak dibayar.

April Srianto dituntut 8 tahun 6 bulan penjara, denda Rp450 juta atau 4 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti sebesar Rp3.599.592.304. Jika tidak dibayar, ia akan dijatuhi pidana tambahan 5 tahun penjara.

Sementara itu, Fitria Ningsih dituntut hukuman paling ringan, yakni 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp250 juta atau subsider 3 bulan kurungan, dan uang pengganti sebesar Rp872.765.551. Jika tidak dibayar, ia harus menjalani tambahan hukuman 3 tahun penjara.

Atas tuntutan tersebut, para terdakwa melalui tim penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan. Sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Rabu (24/9/2025).

Dalam uraian dakwaan JPU, disebutkan bahwa tindak pidana korupsi ini terjadi pada rentang waktu tahun 2019 hingga 2022. Para terdakwa yang merupakan pengecer resmi pupuk subsidi ditunjuk untuk menyalurkan pupuk kepada petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Kecamatan Rambah Samo.

Pupuk yang disalurkan adalah jenis Urea dan Non-Urea yang diproduksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petrokimia Gresik, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013. Distribusinya dilakukan melalui PT Andalas Tuah Mandiri dan CV Berkah Makmur, lalu disalurkan oleh para terdakwa.

“Namun, dalam praktiknya, para terdakwa tidak menyalurkan pupuk sesuai mekanisme yang berlaku. Mereka justru menjual pupuk kepada pihak-pihak yang tidak terdaftar dalam RDKK,” jelas JPU.

Selain itu, mereka juga membuat laporan fiktif seolah-olah pupuk telah disalurkan sesuai ketentuan. Dalam laporan bulanan, mereka memalsukan tanda tangan petani penerima. Bahkan, ada petani yang hanya diminta menandatangani formulir penebusan dan kwitansi kosong, yang kemudian diisi sendiri oleh para terdakwa sesuai kebutuhan laporan administrasi.

Perbuatan tersebut menyebabkan kerugian negara yang bervariasi antara Rp 3 hingga Rp 6 miliar per terdakwa. Total kerugian negara berdasarkan audit Inspektorat Provinsi Riau mencapai Rp 24.536.304.782,61, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : kary

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BALIKAN KERUGIAN NEGARA, Mantan Kades di Rupat Dituntut 4 Tahun

    BALIKAN KERUGIAN NEGARA, Mantan Kades di Rupat Dituntut 4 Tahun

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    DUMAI, detak24.com – Mantan Kades Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, Sukarto, dituntut 4 tahun penjara. Yang bersangkutan telah kembalikan sebagian kerugian negara. Sukarto bersama mantan stafnya Sugini (berkas terpisah) menjalani sidang Tipikor di PN Pekanbaru. Dugaan rasuah tersebut terjadi pada kurun waktu tahun 2019-2020. Saat itu kedua terdakwa telah melakukan pencairan dana kas desa yang […]

  • Kemplang Pajak, DPW ALUN Riau Desak Pemko Dumai Tindak Pengusaha Galian C Nakal

    Kemplang Pajak, DPW ALUN Riau Desak Pemko Dumai Tindak Pengusaha Galian C Nakal

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Aktivitas Galian C di Kota Dumai, tampaknya makin leluasa pasca mengantongi izin pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Informasi terangkum, ada 5 perusahaan galian C di Kota Dumai yang aktif. Yakni, PT Mitra Bandar Bertuah, CV Putra Juang Abadi, CV Bumi Tambang Gemilang, PT Primadona Ulirideafry dan terakhir PT Bento Jaya […]

  • SEMPENA Idul Fitri 2024, Ribuan Warga Ramaikan Rayo Saronam di Baserah

    SEMPENA Idul Fitri 2024, Ribuan Warga Ramaikan Rayo Saronam di Baserah

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Ribuan warga sambut Bupati Kuansing, H Suhardiman Amby di acara Rayo Saronam (hari raya keenam bulan Syawal), di Tugu Kemerdekaan, Baserah, Rabu (17/04/24). Hampir tak ada tempat untuk ruang gerak di ruas jalan Kuantan Hilir tersebut. Karena tidak hanya sekadar sambutan, bahkan ribuan masyarakat juga ikut mengiringi Bupati H Suhardiman Amby ke lokasi […]

  • BUPATI Kasmarni Buka Job Fair Bengkalis 2023, Pencaker Membeludak

    BUPATI Kasmarni Buka Job Fair Bengkalis 2023, Pencaker Membeludak

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Bupati Kasmarni SSos MMP membuka Job Fair Bengkalis 2023 di Hotel Surya Duri, Rabu (18/10/23) pagi Ribuan pencari kerja (pencaker) membludak, ‘menyerbu’ stand Job Fair yang tersedia. Tercatat sebanyak 40 perusahaan swasta ikut ambil bagian dalam Job Fair Bengkalis 2023 yang membuka 1.041 lowongan pekerjaan bagi para pencaker warga Kabupaten Bengkalis.  “Apresiasi […]

  • WARNING BMKG! Tujuh Daerah RI Terancam Petaka Panas Mendidih

    WARNING BMKG! Tujuh Daerah RI Terancam Petaka Panas Mendidih

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Jakarta, detak24com – Pasca elnino mengancam Indonesia, sebanyak 7 wilayah RI diperkirakan terkena dampak yang paling parah oleh fenomena iklim kering tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim El Nino akan memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia. Puncaknya ada di periode Agustus hingga Oktober 2023 dan terus berlanjut hingga awal 2024. Daerah yang […]

  • POLISI Pekanbaru Bekuk Sindikat Hipnotis Lintas Provinsi, Gasak Duit Korban 2 Miliar

    POLISI Pekanbaru Bekuk Sindikat Hipnotis Lintas Provinsi, Gasak Duit Korban 2 Miliar

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polresta Pekanbaru bekuk sindikat hipnotis lintas provinsi, beranggotakan 3 orang pelaku. Ketiganya yakni Anwar Melya, Armadi Jawir, dan Ardi Wijaya. Sindikat hipnotis itu berhasil menggasak uang seorang warga kota Padang hingga Rp 1 miliar. Sementara di Pekanbaru pelaku telah menjalankan aksinya sebanyak dua kali. Dimana masing-masing kerugian mencapai Rp 61 juta dan […]

expand_less