Tol Permai Tak Aman, Honda HRV Warga Duri Dilempar Batu hingga Retak
Mobil Honda HRV milik Fauzi retak pada kaca depan usai dilempari batu di Tol Permai. f : ist
DURI, detak24com – Seorang warga Duri bernama Fauzi Adli, mengalami insiden pelemparan batu oleh orang tak dikenal di Jalan Tol Permai. Akibatnya, Honda HRV warna merah yang ia kendarai retak-retak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (26/04/26) malam sekitar pukul 23.30 WIB di KM 64 ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Saat itu, Fauzi bersama istrinya dalam perjalanan pulang menuju Kota Duri, Bengkalis.
Menurut dia kepada wartawan, saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba batu menghantam kaca depan mobilnya dari arah atas jembatan.
“Saat di KM 64, tepat di bawah jembatan, tiba-tiba ada beberapa batu yang menghantam kaca mobil kami. Kami sangat terkejut karena batu itu datang dari atas,” ujar Fauzi, Senin (27/4/2026).
Ia mengatakan, beberapa saat sebelum kejadian sempat melihat adanya tumpahan batu kerikil di badan jalan. Namun tidak lama kemudian, tiba-tiba batu jatuh dan mengenai kaca depan mobil.
“Kalau lontaran batu dari kendaraan lain di depan tidak mungkin, karena saat itu posisi jalan sedang sepi dan tidak ada kendaraan dekat kami. Batu itu jelas datang dari atas jembatan,” jelasnya.
Usai kejadian, Fauzi langsung melaporkan insiden tersebut kepada petugas keamanan di pintu keluar gerbang tol. Petugas kemudian melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Selain itu, Fauzi juga menghubungi call center 110 untuk membuat pengaduan resmi.
Hingga kini, Fauzi belum memperbaiki kaca depan mobilnya karena masih menunggu kejelasan terkait kemungkinan tanggung jawab dari pihak pengelola jalan tol atas kerusakan tersebut.
Ia berharap pihak pengelola tol meningkatkan pengamanan di sejumlah titik, terutama di area jembatan penyeberangan, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Tentunya sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kalau batu yang dilempar lebih besar, bisa berakibat fatal. Kami berharap keamanan di tol benar-benar diperhatikan,” pungkasnya dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : Kar
