KM Ancam Pakai Pisau-Yosua Kaget Disuruh Jongkok,10 Kesaksian RR di Kasus Sambo
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 9 Sep 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brigadir J sempat bertemu dengan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, selama kurang lebih 15 menit. Pertemuan itu terjadi seusai peristiwa yang diklaim oleh Putri sebagai pelecehan seksual yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah. Keduanya bertemu usai Putri memanggil Yosua lewat Bripka RR.
Bripka RR tak tahu-menahu soal peristiwa pelecehan. Dia menerangkan, dirinya dan Bharada E sempat keluar rumah untuk mengantarkan barang-barang putra Ferdy Sambo ke SMA Taruna Nusantara pada 7 Juli 2022. Bripka RR saat itu bertemu dengan pamong putra Sambo di asrama SMA Taruna Nusantara. Seusai itu, dia juga hendak bertemu dengan pamong lainnya yang sedang berada di alun-alun Magelang.
3. Bharada E Ditelepon Putri Agar Pulang
Setiba di rumah, Bripka RR mengaku tak melihat siapa pun di lantai 1 rumah. Karena melihat situasi rumah yang sepi, ia bersama dengan Bharada E memutuskan untuk naik ke lantai 2 dan melihat ART Susi sedang duduk sambil menangis. Sementara itu, Kuat Ma’ruf sedang dalam kondisi tegang dan panik kala itu. Bripka RR kemudian bertanya kepada Kuat mengenai peristiwa yang terjadi.
4. Kuat Cerita Peristiwa yang Diklaim Pelecehan
Kuat bercerita kepada Bripka RR bahwa dirinya melihat Yosua di tangga. Ketika ditegur, ia langsung lari. Kuat lantas memerintahkan Susi untuk memeriksa kondisi Putri. Saat memeriksa, Kuat dan Susi mendapati Putri sudah dalam kondisi tergeletak di kamar mandi lantai 2.
5. Kuat Ancam Brigadir J dengan Pisau
Brigadir J kembali hendak naik dan ingin menjelaskan permasalahannya kepada Kuat. Namun saat itu Yosua sambil menangis dan dihalangi Kuat menggunakan pisau. Setelah itu, Bripka RR juga melihat kondisi Putri atas permintaan Kuat. Bripka RR melihat Putri sudah berbaring di tempat tidur di dalam kamar lantai 2.
6. Putri Candrawathi Minta Bertemu Brigadir J
Bripka RR bertanya ke Putri mengenai peristiwa yang terjadi. Namun Putri tidak menjawab dan justru menanyakan keberadaan Brigadir J. Sebelum memaggil Brigadir J, Bripka RR berinisiatif untuk menyembunyikan senjata bersama Bharada E yang berada di kamar ADC lantai 1. Senjata laras panjang dan pendek itu langsung disembunyikan ke kamar anak Sambo di lantai 2. Inisiatif tersebut dilakukan karena Bripka RR takut apabila senjata tersebut digunakan Brigadir J.
Setelah menyembunyikan senjata, Bripka RR turun dan menemukan Brigadir J di depan rumah. Bripka RR sempat bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun Brigadir J mengaku tidak tahu alasan Kuat tiba-tiba marah kepadanya.
Setelah itu, Bripka RR membujuk Brigadir J untuk bertemu Putri karena diminta langsung istri Ferdy Sambo itu. Selang beberapa lama, Brigadir J menemui Putri di kamar lantai 2. Brigadir J duduk di lantai, sedangkan Putri Candrawathi tiduran di kasur. Sementara Bripka RR menunggu di luar kamar. Pembicaraan antara Brigadir J dan Putri tidak terdengar dari luar kamar.
Bripka RR mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Mendengar perintah itu, Bripka RR menolak dengan mengatakan dirinya tak berani dan tidak kuat mental.
Pertanyaan berani-tidak tembak Brigadir J dilontarkan Ferdy Sambo di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Hal itu diungkapkan pengacara Erman Umar atas kesaksian kliennya, Bripka RR. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7).
9. Sambo Cerita Sambil Menangis dan Emosi
Sebelum ditanya soal kesanggupan menembak Brigadir J, Bripka RR ditanya soal insiden di Magelang. Bripka RR mengaku tidak tahu soal peristiwa tersebut. Lalu Ferdy Sambo menyampaikan bahwa Putri Candrawathi telah dilecehkan Brigadir J. Saat itu Ferdy Sambo menceritakannya sambil menangis dan emosi.
Kemudian Bripka RR diminta memanggil Bharada E. Bripka RR turun ke lantai 1 menggunakan lift lalu meminta Bharada E untuk menghadap Ferdy Sambo. Setelah itu, Bripka RR duduk di halaman depan. Tak lama kemudian, dia melihat Putri Candrawathi sudah terlihat di garasi depan rumah Saguling.
Di rumah dinas Duren Tiga, Bripka RR diminta Kuat Ma’ruf menghampiri Brigadir J di taman samping. Mereka bertiga lalu menemui Ferdy Sambo di ruang tengah. Di sana sudah ada Ferdy Sambo dan Bharada E.
Bripka RR mengatakan Bharada E lalu menembak dada Brigadir J menggunakan senjata miliknya. Brigadir J pun jatuh telungkup dekat tangga, tepatnya di depan kamar mandi.
Bripka RR sempat berjalan ke arah dapur karena mendengar Brigadir Romer memanggil lewat HT. Namun saat itu dia tak menemukan siapa pun, sehingga kembali ke ruang tengah.
Atas kesaksian tersebut, Erman selaku pengacaranya menyampaikan bahwa Bripka RR yang sama sekali tidak melihat adanya pelecehan atau kekerasan seksual kepada Putri yang diduga menjadi motif pembunuhan berencana.(Sindonews)












