Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Ketua SPTI di Tapung Hulu Kampar Dihabisi Pembunuh Bayaran, Tersangka Diupah Rp 13 Juta 

Ketua SPTI di Tapung Hulu Kampar Dihabisi Pembunuh Bayaran, Tersangka Diupah Rp 13 Juta 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMPAR, detak24com – Polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan Suryono alias Kentang, ketua Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.

Ketiga pelaku yang ditangkap masing-masing adalah Johan Simanjuntak (67), Mahmud Fauzi Simanjuntak (40), dan Marsudi alias Sitepu (45).

Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala menjelaskan, selain tiga pelaku yang telah ditangkap, pihak kepolisian masih memburu dua orang lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami masih memburu dua orang DPO (daftar pencarian orang) berinisial SO dan TNI,” katanya, Selasa (09/09/25).

Menurut Kasat, korban ditemukan dalam keadaan tewas bersimbah darah dalam kantor Koperasi SPTI Desa Kasikan, Senin (18/08/25) dini hari. Korban mengalami luka parah.

Aksi pembunuhan ini telah direncanakan oleh para pelaku. Dua di antaranya, yakni Johan Simanjuntak dan Mahmud Fauzi Simanjuntak, memiliki dendam pribadi terhadap korban.

“Pelaku Johan Simanjuntak, dendam kepada Suryono alias Kentung sejak tahun 2021. Pelaku mengaku bahwa korban telah merebut vendor jasa bongkar muat pupuk PTPN di wilayah Tapung Hulu,” ungkap dia.

Motif lain datang dari tersangka Mahmud Fauzi, yang merasa sakit hati karena diberhentikan dari posisinya sebagai kepala unit bongkar muat pupuk dan tidak mendapatkan keuntungan dari sisa hasil usaha.

“Pelaku Johan Simanjuntak berperan mencari pembunuh bayaran, Mahmud Fauzi menyediakan uang untuk membayar eksekutor, yakni tersangka Marsudi yang menerima bayaran Rp 13 juta,” jelasnya.

Eksekusi Saat Korban Tidur

Peristiwa pembunuhan terjadi ketika korban dan saksi Tulus Lumbangaol tertidur di kantor koperasi dengan pintu terbuka, Senin (18/08/25) sekitar pukul 02.13 WIB dini hari. Seorang pria tak dikenal masuk dan langsung membacok paha kiri korban dengan sebilah parang.

Korban sempat berteriak minta tolong hingga membuat saksi terbangun dan mencari pertolongan. Namun, karena luka parah dan pendarahan hebat, nyawa korban tidak terselamatkan.

Usai kejadian, Polsek Tapung Hulu dan Satuan Reskrim Polres Kampar langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti, antara lain kasur dan bantal yang berlumuran darah.

Penyelidikan diperkuat oleh rekaman CCTV milik warga sekitar. “Dalam rekaman CCTV, ada dua orang pelaku mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku turun dan masuk ke dalam kantor SPTI. Sekitar 20 detik, pelaku berlari keluar dan keduanya melarikan diri,” beber Kasat.

Hasil penyelidikan mengungkap identitas pelaku pembacokan, yakni Marsudi alias Sitepu. Ia diketahui melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Pada Jumat (5/9/2025), tim dari Polres Kampar dengan bantuan Jatanras Polda Sumatera Utara berhasil menangkap Marsudi di sebuah kos-kosan di kawasan Babura, Kecamatan Sunggal, Medan.

Dalam pemeriksaan, Marsudi mengaku menerima bayaran dari Johan Simanjuntak dan Mahmud Fauzi Simanjuntak untuk menghabisi korban. Aksi tersebut dibantu oleh dua pelaku lainnya yang kini masih buron.

“Dalam melakukan pembunuhan, Marsudi juga mengaku dibantu oleh pelaku TNI untuk mengendarai sepeda motor. Sementara satu pelaku lagi, SO, membantu memantau pergerakan korban, sekaligus sebagai penghubung otak pelaku, Johan Simanjuntak, dengan Marsudi,” ucapnya.

“Dari hasil pengembangan, kami menangkap dua pelaku yang membayar eksekutor,” tambahnya.

Tersangka Marsudi membunuh korban dengan sebilah parang, namun senjata tersebut dibuang ke sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.

Ketiga pelaku yang sudah ditangkap kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Kampar. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun, serta Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun.

Saat ini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang melarikan diri dan mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator PKS Nurhasanah Sosialisasikan Ranperda Kota Layak Anak di Balik Alam 

    Legislator PKS Nurhasanah Sosialisasikan Ranperda Kota Layak Anak di Balik Alam 

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Anggota DPRD Bengkalis Hj Nurhasanah LC, Ahad (14/12/25) mensosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Layak Anak di Jalan Anyelir, RW 10 Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau. “Ranperda Kota Layak Anak ini sebelum disahkan menjadi Perda harus disosialisasikan dulu kepada masyarakat. Untuk itulah, kita turun ke lapangan menjumpai masyarakat, meminta masukan demi kesempurnaan […]

  • Hendak Menolong, Warga Bagan Tujuh Rohul Dihabisi Pakai Shockbreaker 

    Hendak Menolong, Warga Bagan Tujuh Rohul Dihabisi Pakai Shockbreaker 

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Sungguh malang nasib warga Bagan Tujuh, Kunto Darussalam satu ini. Berniat hendak menolong, malah nyawanya dihabisi pakai shockbreaker. Seorang pemuda pelaku penganiayaan yang menyebabkan warga Desa Bagan Tujuh meninggal dunia akhirnya ditangkap tanpa perlawanan oleh personel Polsek Kunto Darussalam bersama Tim Opsnal Resmob Polres Rokan Hulu (Rohul), Kamis (27/11/25) dini hari. Pelaku […]

  • BAKAL Diperiksa KPK, BRK Sebut Tak Ada Agunan Kantor Pemkab Meranti dalam Pinjaman Rp 100 M

    BAKAL Diperiksa KPK, BRK Sebut Tak Ada Agunan Kantor Pemkab Meranti dalam Pinjaman Rp 100 M

    • calendar_month Senin, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemkab Kepulauan Meranti meminjam dana ratusan miliar kepada Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, dengan mengagunkan kantor pemerintahan Pemkab. Dana pinjaman tersebut disebut-sebut untuk menutupi kekurangan APBD 2022 Pemkab Meranti yang digunakan untuk membangun jalan. Terkait hal itu, BRK Syariah langsung berkomentar tak ada agunan kantor Pemkab Meranti dalam pinjaman Rp 100 miliar […]

  • ANGGOTA DPRD Bengkalis Haji Adri Reses di Al Qudusyiyah Balik Alam, Warga Sampaikan Aspirasi 

    ANGGOTA DPRD Bengkalis Haji Adri Reses di Al Qudusyiyah Balik Alam, Warga Sampaikan Aspirasi 

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 13Komentar

    DURI, detak24.com – Anggota DPRD Bengkalis Haji Adri SE, melaksanakan reses di Jalan KH Wahid Hasyim, Al Qudusyiyah, Kelurahan Balik Alam, Selasa (06/02/24) petang.  Reses tersebut bertujuan menyerap aspirasi dari masyarakat terkait banyak hal yang berkembang seperti terkait pembangunan, pendidikan, UMKM dan banyak lainnya.  Puluhan masyarakat setempat tampak antusias mengikuti jalannya reses anggota DPRD Bengkalis […]

  • TANPA Potensi Hujan, Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan 

    TANPA Potensi Hujan, Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan 

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Prakiraan cuaca wilayah Riau, Sabtu (06/03/23) cerah berawan dengan suhu maksimum 32 derajat celsius. Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bibin, mengatakan bahwa pagi hari cuara di wilayah Riau cerah berawan. Begitu juga petang hingga malam hari. “Dini hari juga cerah berawan,” ujar Bibin, Senin (06/03/23). Ia menambahkan, suhu udara berkisar antara […]

  • Pesantren Shiddiqiyyah Jombang

    Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah, Buntut Kasus Anak Kiai Jombang

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Surabaya, detak24.com – Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Anak didik akan dipindahkan ke sekolah ataupun madrasah terdekat. Dikutip Jumat (08/07/22), Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengungkapkan nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.  “Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak […]

expand_less