PEMPROV Bangun Ulang Jembatan Panglima Simpul, Ditarget Tuntas 2025
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MERANTI, detak24com – Pemprov Riau segera membangun ulang Jembatan Panglima Simpul di Kabupaten Kepulauan Meranti yang ambruk beberapa waktu lalu.
Pembangunan ulang tersebut pasca jembatan yang berada di Kecamatan Tebingtinggi Barat itu ambruk pada Rabu (22/05/24) lalu sekitar pukul 11.10 WIB. Jembatan Panglima Simpul itu merupakan penghubung Desa Alai dengan Desa Gogok Darussalam, serta akses utama warga dari Pulau Merbau ke ibukota.
Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M Arief Setiawan mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mengecek jembatan yang roboh itu. Dari pengecekan kondisi jembatan saat ini tidak memungkinkan akan diperbaiki, mengingat rangka yang sudah rapuh dan goyang.
“Jembatan itu tidak mungkin diperbaiki lagi jadinya memang harus dibongkar dan dibangun ulang. Tahun ini kita laksanakan Detail Engineering Design (DED) nya an tahun 2025 pembangunannya,” kata Arief Setiawan.
Jembatan dengan panjang 180 meter itu akan dikerjakan secara menyeluruh oleh Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP Riau, mengingat letaknya yang berada pada ruas jalan provinsi.
“Panjangnya 180 meter dengan bentang bajanya ada 60 – 60 – 60. Walaupun yang roboh itu di rangka baja 60 bagian tengah, namun rangka baja kanan kirinya juga sudah goyang-goyang, makanya kita ubah DED dan akan dilakukan pembangunan ulang,” terangnya.
Arief menyebut jelang jembatan itu dibangun, solusi sementara untuk mobilitas masyarakat sekitar menggunakan pompong. Dimana untuk pembangunan dermaga akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Penggunaan pompong. Pihak kabupaten yang akan membuat dermaga. Namun ada jalan elak (alternatif) sepanjang 16 kilometer, dan dari hasil rapat terakhir akan dikerjakan Pemkab meranti,” sebutnya.
Ditanya mengenai kondisi jembatan yang terbilang masih baru, Arief menyebutkan pihaknya tidak mengetahui pasti apa penyebab ambruknya.
“Dulu kan ini masih kecamatan, tak terpikir juga akan menjadi jalan lintas yang dilalui truk truk besar. Kita belum liat DED-nya, jadi kurang tahu juga bagaimana bisa roboh padahal waktunya masih sekitar 20 tahunan,” tukasnya.
Diketahui, jembatan Panglima Sampul merupakan akses terdekat menuju kota ataupun sebaliknya. Jembatan terletak di Sungai Perumbi Kecamatan Tebingtinggi Barat.
Tak hanya masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Barat yang menggunakan akses ini. Masyarakat dari tiga kecamatan lain, Pulau Merbau, Merbau dan Tasikputri Puyu pun memanfaatkannya.
Jembatan Panglima Sampul ini dibangun sekitar tahun 2002 saat Kepulauan Meranti masih jadi bagian dari Bengkalis. Sejak dibangun itu, tidak ada pemugaran atau perawatan. Sementara, selama ini aktivitas padat di atasnya. (*)
Reporter : Dwiki
Editor : kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












