Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Kejari Dumai Ingatkan Bahaya TPPO: Selektif Ajakan Kerja ke Luar Negeri!

Kejari Dumai Ingatkan Bahaya TPPO: Selektif Ajakan Kerja ke Luar Negeri!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Kejari Dumai mengingatkan warga tak terpengaruh ucapan manis para tekong yang menjanjikan kerja di luar negeri.

Hal tersebut terungkap dalam Program Jaksa Menjawab yang tayang pada sebuah stasiun televisi swasta, Selasa (02/12/25). “Para tekong pelaku TPPO tak lagi mendatangi rumah, tapi sudah memanfaat gadget dalam mencari korbannya,” tutur Randi Ahyad Sarwandi SH MH, narasumber dari Kejari Dumai.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber dari Kejari Dumai. Yakni, dari Bidang Intelijen, Randi Ahyad Sarwandi SH dan Tabah Santoso SSH MH.

Menurut narasumber dalam paparannya, di kota pelabuhan yang sibuk oleh kapal-kapal datang dan pergi, ada kisah-kisah berjalan lirih. Kisah tentang seseorang berangkat membawa doa dari rumah kecilnya tentang meraup rezeki lebih lapang, ataupun keinginan untuk membahagiakan keluarga.

Akan tetapi, tak semua jalan menuju harapan itu lurus. Sebagian disamarkan oleh janji-janji manis yang ternyata berujung pada kehilangan.l bahkan kehancuran.

Dengan tutur yang teduh namun tegas, mereka membuka wawasan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bukan lagi kejahatan datang lewat pintu. Ia menyelinap melalui layar ponsel, menyamar sebagai kesempatan, dan berbisik di antara percakapan-percakapan digital yang tampak tak berbahaya.

Narasumber mengingatkan, banyak korban yang melangkah dengan niat suci untuk membahagiakan keluarga, namun tanpa sadar memasuki lorong yang tak mereka pahami.

“Gaji besar dijanjikan tanpa alasan, keberangkatan yang diminta terburu-buru, atau ajakan menyerahkan paspor adalah beberapa tanda yang sering dianggap angin lalu. Itu termasuk ciri-ciri TPPO,” ungkapnya.

Ketika akhirnya mereka kembali pulang, bukan hanya membawa tubuh lelah, tetapi juga cerita yang belum sempat dirapikan.

Dari ruang dialog televisi itu, mengalir pembahasan tentang pencegahan yang terus dijalankan Kejaksaan Negeri Dumai. Pencegahan yang tidak hanya berhenti pada spanduk dan seruan, tetapi hadir lewat penerangan hukum tingkat kecamatan, penyuluhan di sekolah dan kampus, Program Jaksa Masuk Sekolah, dan tentu program Jaksa Menyapa serta Jaksa Menjawab, yang menjadikan hukum lebih dekat dengan manusia.

Lewat frekuensi radio dan gelombang televisi, hukum tidak lagi terasa jauh. Ia hukum) duduk di ruang tamu masyarakat, berbicara dengan bahasa yang bersahabat, dan mengetuk pintu kesadaran pelan-pelan.

Kejaksaan pun memilih untuk berada di tepi-tepi yang rawan. Pada Posko Kejaksaan di Pelabuhan Penumpang Dumai, petugas hadir sebagai penjaga senyap, memberi edukasi, mengingatkan, dan memastikan bahwa langkah-langkah masyarakat tidak bertemu dengan bahaya yang tersembunyi.

“Pelabuhan dan pesisir bukan hanya tempat keberangkatan, tetapi tempat berjaga agar sebuah mimpi tidak berubah menjadi bujur sangkar yang menjerat,” tutur narasumber.

Namun para narasumber juga mengingatkan, ketika pencegahan tak lagi cukup, ketegasan penindakan harus menjadi pagar terakhir. Maka Kejaksaan Negeri Dumai, dengan kewenangan menuntut, menggunakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO sebagai pedoman untuk menghadirkan keadilan.

“Dari pasal tentang perekrutan, pengangkutan, hingga berbagai bentuk eksploitasi, Kejaksaan memastikan bahwa pelaku dituntut tanpa ragu dan tanpa celah. Sebab, martabat manusia bukan benda yang bisa diperdagangkan,” ulas narasumber.

Perang melawan TPPO bukan hanya tentang menghukum. Ini tentang menjaga agar tidak ada lagi masa depan yang patah oleh sebuah janji yang palsu.

Ini juga menjadi pengingat halus bagi semua bahwa perlindungan tidak selalu dimulai dari sirene atau laporan besar, tetapi dari percakapan dalam keluarga, dari langkah yang lebih hati-hati, ataupun dari keberanian sederhana untuk bertanya, “Apakah ini aman?”

Terkadang, dari satu kehati-hatian kecil dapat menjadi terang yang menyelamatkan seseorang dari gelapnya jerat perdagangan manusia. (Rls)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenaskan! Perempuan Tewas Diterkam Harimau, Korban Karyawan HTI di Kuala Kampar

    Mengenaskan! Perempuan Tewas Diterkam Harimau, Korban Karyawan HTI di Kuala Kampar

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    Pelalawan, detak24.com – Seorang pekerja di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan ditemukan tewas, diduga diterkam harimau pada Jumat (19/08/22) malam. Diketahui identitas korban bernama Seha Sopiana Manik (44), berjenis kelamin perempuan. Ia ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022) di dekat kanal […]

  • Polisi Cinta Petani, Kapolsek KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk di Pangkalan Sesai

    Polisi Cinta Petani, Kapolsek KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk di Pangkalan Sesai

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kepedulian terhadap para petani terus ditunjukkan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Dumai, melalui kegiatan sosial bertajuk Polisi Cinta Petani. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek KSKP Dumai AKP Hardianto SE MSi, bersama personel turun langsung menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani jagung di Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai, Senin (18/05/26). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata […]

  • Putin Tarik Pasukan dari Pulau Ular Ukraina, Itikad Baik Menuju Perdamaian

    Putin Tarik Pasukan dari Pulau Ular Ukraina, Itikad Baik Menuju Perdamaian

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Moskow, detak24.com — Rusia akhirnya menarik pasukan dari Pulau Ular, Ukraina bersempenaan usai Presiden Jokowi bertemu Putin di Istana Kremlin, Kamis (30/06/22).  Mereka menyatakan penarikan pasukan ini merupakan simbol itikad baik menuju perdamaian. Selain itu, agar Ukraina bisa mengekspor produk agrikultur ke luar negeri. Sehingga krisis pangan internasional dapat diatasi. “Pada 30 Juni, sebagai iktikad […]

  • Ridwan Kamil dan Isteri Mohon Doa Masyarakat Indonesia, Untuk Keselamatan Eril

    Ridwan Kamil dan Isteri Mohon Doa Masyarakat Indonesia, Untuk Keselamatan Eril

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Jakarta, detak24.com – Pencarian putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz (Eril) yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss masih terus dilakukan. Ridwan Kamil dan istrinya Atalia memohon doa agar Eril segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Mohon doanya agar putra kami, Emmeril Kahn Mumtadz, dapat segera ditemukan dalam keadaan baik dan selamat. Sampai saat […]

  • MANTAN Perdana Menteri Malaysia Ditangkap, Terkait Penanganan Covid

    MANTAN Perdana Menteri Malaysia Ditangkap, Terkait Penanganan Covid

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    KUALALUMPUR, detak24.com – Mantan perdana menteri Malaysia Muhyiddin Yassin ditangkap oleh MACC, komisi anti korupsi negara tersebut, pada Kamis (09/03/23). Dalam sebuah pernyataan, Muhyiddin Yassin ditangkap pada pukul 13.00 waktu setempat di kantor pusat MACC setelah dia dipanggil untuk memberikan pernyataannya sehubungan dengan penyelidikan program Jana Wibawa. Jana Wibawa yakni proyek kebangkitan ekonomi selama pengendalian […]

  • Beras bansos yang ditimbun JNE di Depok. F. :. IST

    JNE Timbun 1 Ton Beras Bansos di Depok,  Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya penguburan beras bantuan sosial (bansos) merek ‘Beras Kita’, sekitar 1 ton oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di daerah Depok, Jawa Barat. Dirinya mengatakan, Polres Metro Depok awalnya mendapatkan informasi adanya beras dikubur ini dari warga bernama Rudi Samin. Dari keterangan […]

expand_less