Tolak Relokasi dari TNTN, Ratusan Warga Dusun Toro Jaya Pelalawan Bertolak ke Jakarta
Warga Dusun Toro Jaya, Pelalawan naik bus Fajar Riau ke Jakarta. f : ist
PELALAWAN, detak24com – Ratusan warga Dusun Toro Jaya, Desa Lubuk Kembangbunga, Kecamatan Ukui berangkat ke Jakarta. Mereka dikabarkan akan berunjuk rasa menolak relokasi dari TNTN Pelalawan, Sabtu (19/07/25).
Namun, keberangkatan massa ini memunculkan sejumlah pertanyaan. Informasi yang diterima menyebutkan, bahwa aksi tersebut diduga turut dikawal aparat kepolisian.
Dalam pesan WhatsApp yang diterima wartawan pada hari yang sama, disebutkan bahwa aparat kepolisian ikut mendampingi keberangkatan rombongan menggunakan bus pariwisata Fajar Riau.
Menariknya, aparat yang mendampingi tidak berangkat dari titik kumpul awal di Dusun Toro Jaya, melainkan naik di wilayah Lirik atau Simpang Japura, Kabupaten Indragiri Hulu.
Berdasarkan informasi yang diterima, berikut beberapa poin penting terkait keberangkatan tersebut:
1. Diduga, keberangkatan aparat bersama rombongan masyarakat merupakan perintah langsung atasan.
2. Aparat yang diberangkatkan disebut telah melakukan koordinasi dengan beberapa pos yang yang berada di sepanjang jalur lintasan bus rombongan, guna memastikan pengawalan selama perjalanan.
3. Koordinasi dikabarkan telah dilakukan hingga ke Pelabuhan Bakauheni, guna memastikan kelancaran proses penyeberangan massa menuju Pulau Jawa.
Di sisi lain, aksi ini juga menyita perhatian karena adanya pungutan dana terhadap warga yang mengikuti keberangkatan.
Berdasarkan informasi dari warga, setiap pemilik lahan di kawasan Toro Jaya, Toro Palembang, dan Toro Dolik dikenakan pungutan sebesar Rp 150.000 per hektare. Selain itu, dihimpun juga dana operasional sebesar Rp 35.500.000 untuk biaya transportasi dan Rp 12.000.000 untuk kebutuhan konsumsi selama enam hari perjalanan pulang-pergi ke Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan institusi terkait dugaan pengawalan tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan tanggapan, dikutip dari GoRiau. (Red)
Editor : kar
