Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Renggut 15 Nyawa, Polisi Hentikan Penyidikan Truk Pekerja Nyemplung di Sungai Segati Pelalawan, Ini Sebabnya 

Renggut 15 Nyawa, Polisi Hentikan Penyidikan Truk Pekerja Nyemplung di Sungai Segati Pelalawan, Ini Sebabnya 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELALAWAN, detak24com – Polisi hentikan penyidikan kasus lakalantas truk pekerja nyemplung ke di Sungai Segati Pelalawan. Dalam insiden tragis itu, 15 nyawa termasuk anak-anak melayang.

Proses perkembangan penyelidikan kecelakaan lalu lintas di Desa Segati, Kecamatan Langgam, yang terjadi pada hari Sabtu (22/02/25) lalu, memasuki tahap penyidikan. Hanya saja, terpaksa dihentikan karena terlapor atau supir truk meninggal.

Hal ini disampaikan Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri didampingi Kasat lantas Polres Pelalawan AKP Enggarani Laufria SIK dan Kasie Humas Polres Pelalawan AKP Edy Haryanto saat konferensi pers yang digelar di aula Teluk Meranti, Rabu (05/02/25).

Kasat Lantas menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan gelar perkara tanggal 28 Februari 2025 dan memutuskan untuk pasal 310 ayat 1 dan ayat 4 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk naik sidik. Pihaknya juga telah melakukan 11 pemeriksaan dengan rincian 4 orang saksi penumpang, 2 orang saksi ahli, 3 orang saksi dari pihak perusahaan dan 2 orang saksi dari pihak Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM).

“Kita juga telah mendapatkan beberapa alat bukti, seperti video kecepatan akhir dari eccu KBM Mitsubishi colt diesel sebelum terjadi kecelakaan, video Traffic Accident Analysis (TAA) dari tim Korlantas Mabes Polri yang didapatkan dari hasil analisis kecelakaan lalu lintas ilmiah dan dapat diterima meliputi kinematika, fotogrametri, fotografi forensik, pemindai laser 3D, dan perangkat lunak analisis kecelakaan dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa kendaraan tersebut memang mengalami laka tunggal,” terangnya.

Lanjut Kapolres, dari hasil alat bukti yang dikumpulkan dan melalui metode gelar perkara pada Selasa, 5 Maret 2025, diputuskan untuk pasal 310 ayat 1 dan ayat 4 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan perkara dihentikan (SP3) dengan alasan demi hukum, karena terlapor atau supir truk (Maratha Zendrato) meninggal dunia.

“Terkait penerapan pasal 277 maka perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dengan meminta keterangan terhadap pemilik kendaraan. Yaitu, PT Empat Ras Bersaudara (ERB) terkait modifikasi kendaraan bermotor yang mengakibatkan perubahan tipe maupun kegunaannya,” tukasnya. (Red)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru PNS Riau 3 Bulan Tak Gajian, Uang Ada Tapi Tak Dibayarkan!

    Guru PNS Riau 3 Bulan Tak Gajian, Uang Ada Tapi Tak Dibayarkan!

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Nasib miris menimpa guru PNS di Riau. Saat semua kebutuhan serba mahal, gaji mereka tiga bulan tak dibayarkan, padahal uang tersedia. Guru di Provinsi Riau hingga kini belum menerima gaji. Bahkan gaji mereka sudah nunggak tiga bulan, namun belum dibayarkan. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Edi Basri mengungkapkan, bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Mewabah!  Seribuan Lebih Warga Riau Terjangkit DBD

    Mewabah!  Seribuan Lebih Warga Riau Terjangkit DBD

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau melaporkan, jumlah kasus demam berdarah (DBD) pada periode Januari sampai Agustus tahun 2022 tercatat meningkat drastis dibanding tahun 2021. “Terdapat kenaikan jumlah pasien DBD pada setiap bulan, dari Januari sampai Agustus 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2021,” Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, melalui Kabid Pencegahan […]

  • Pemotor Yamaha NMAX Tewas Terlindas Dump Truck di Jalan Pesantren Tenaya Raya 

    Pemotor Yamaha NMAX Tewas Terlindas Dump Truck di Jalan Pesantren Tenaya Raya 

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pesantren, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (05/11/25) sekitar pukul 18.15 WIB. Insiden itu menewaskan seorang pemotor Yamaha NMAX bernama Ahmad (23). “Korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara), kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Arifin Ahmad,” ujar Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, Kamis (06/11/25). […]

  • VIDEO Viral Twitter 4 Bersaudara Hebohkan Medsos, Cek Fakta di Sini!

    VIDEO Viral Twitter 4 Bersaudara Hebohkan Medsos, Cek Fakta di Sini!

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    DETAK24.COM – Belakangan Ini media sosial heboh perihal video viral Twitter 4 bersaudara. Tayangan tersebut sangat berani serta mengandung asusila. Dalam thumbnail video viral Twitter 4 bersaudara tersebut, ada sekelompok cewek yang menghadap ke kamera. Diharapkan, masyarakat tidak penasaran bahkan mengklik link video viral Twitter 4 bersaudara tersebut. Hal itu dikarenakan link video viral Twitter […]

  • Diduga Hendak Maling, Remaja di Pekanbaru Tewas Diamuk Massa 

    Diduga Hendak Maling, Remaja di Pekanbaru Tewas Diamuk Massa 

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang remaja bernama SWR (19) tewas usai diamuk warga karena diduga hendak melakukan pencurian di Jalan Duyung Gang Al Manar, Kelurahan Tangkerang Barat, Pekanbaru. Informasi dirangkum, Senin (27/10/25), peristiwa apes tersebut terjadi pada Kamis (23/10/25) dinihari. Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery […]

  • Pengusaha tahu tempe mengadu ke Wabup Bengkalis. F. :. YUS SIKUMBANG

    Pengrajin Tahu Tempe Ngadu ke Wabup Bengkalis, Kedelai Mahal

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    DURI, detak24.com – Pengurus dan anggota Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe Duri (PPTTD) mengeluhkan tingginya harga kedelai yang berimbas pada produksi tahu dan tempe. Sementara sesama pengrajin tempe tahu belum kompak untuk menentukan ukuran dan harga yang disepakati dipasaran. Maka yang terjadi antara biaya dan keuntungan yang diperoleh ibarat besar pasak daripada tiang. Hal ini disampaikan […]

expand_less