Hendak Melayat ke Rumah Kepsek, 11 Guru Tewas Ditabrak Truk Pasir
Polisi memasang police line di lokasi kejadian. f : ist
PURWOREJO, detak24com – Sebanyak 11 guru dilaporkan tewas saat melayat ke rumah kepala sekolah. Rombongan cik gu malang itu ditabrak truk pasir saat di perjalanan.
Informasi dirangkum Rabu (14/05/25), diketahui kecelakaan maut itu terjadi pada Rabu (70/05/25) siang. Saat itu angkot berisi rombongan guru SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah yang hendak melayat ke rumah kepala sekolah ditabrak truk pasir di Desa Kalijambe, Bener.
Angkot berisi 14 orang yang ditumpangi para guru itu hingga gepeng tak berbentuk. 11 orang, termasuk sopir.
Warga langsung mengerumuni lokasi kecelakaan. Raungan ambulans yang berdatangan terdengar. Jasad para korban yang sudah berada di kantong mayat itu ditata berjejer.
Menurut keterangan awal, truk tronton melaju dari arah utara menuju selatan. Ketika melewati jalan menurun di lokasi kejadian, truk tersebut berusaha mendahului kopada namun diduga kehilangan kendali. Akibatnya, truk menyenggol kopada dan menyebabkan kedua kendaraan terguling, hingga menabrak rumah warga di pinggir jalan.
“Dampak dari kecelakaan ini sangat serius. Sebanyak 11 orang meninggal dunia di tempat, sementara enam lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” kata Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano di lokasi.
Sopir Truk Tewas di RS
Ladis (49), sopir truk muatan pasir bernomor polisi B 9970 BYZ turut mengalami luka berat akibat kecelakaan itu. Setelah menjalani perawatan di RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo, dan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Ladis dinyatakan meninggal.
Korban dinyatakan meninggal pada Jumat dini hari dalam masa perawatan di RSUP Sardjito.
“Meninggal tadi pagi jam 05.08 WIB di RSUP dr Sardjito. Sekarang posisi masih di rumah sakit. Setelah administrasi lengkap baru dibawa ke rumah duka,” kata Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano saat dihubungi detikJateng, Jumat (9/5/2025) pagi.
Ladis berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Meski Ladis akhirnya meninggal dunia, polisi tetap melanjutkan penyelidikan.
“Masih proses penyelidikan, kemarin baru yang dari Korlantas sama Polda gabungan Polres kan baru selesai olah TKP,” imbuhnya.
Identitas Korban
Total korban tewas dalam kecelakaan itu mencapai angka 12 orang. 10 di antaranya merupakan guru SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah.
Sedangkan dua lainnya merupakan sopir truk dan sopir angkot. Selain itu, ada lima orang yang menjadi korban luka.
Tiga korban luka merupakan rombongan guru yang juga berada dalam angkot. Sedangkan dua orang lain merupakan penghuni rumah yang juga tertabrak truk.
“Tentu kami sangat kehilangan. Itu ustazah terbaik kami. Jadi, 10 ustazah yang korban itu, 5 orang adalah ustazah tahfiz, beliau hafizah,” kata Ketua Yayasan As Syafi’iyah Mendut, DR Habib Muhsin Syafingi saat ditemui wartawan di sekolahnya, Kamis (8/5/2025).
Kemudian, ada lima guru mapel (mata pelajaran). Kami sangat kehilangan,” sambungnya.
Pihak sekolah juga memutuskan meliburkan siswa karena masih masa berkabung. SD itu diliburkan pada Kamis (8/5).
“Baik TK maupun SD (diliburkan) karena dalam suasana berkabung,” kata Habib kepada wartawan di sekolahnya, Kamis (8/5/2025).
“Hari ini, nanti direncanakan dari yayasan dan guru-guru akan silaturahmi ke keluarga korban,” sambungnya.
Kesedihan Bertubi-tubi
Kepala sekolah di SD tersebut, Nurul Faizah, merasakan kesedihan yang bertubi-tubi. Sebab, saat itu para korban mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan menuju ke rumahnya, bertakziah karena ayahnya meninggal.
Nurul menceritakan, pada saat kejadian kecelakaan itu, dia masih mengurusi persiapan pemakaman ayahnya. Dia bahkan baru mendengar kabar bahwa kawan-kawannya mengalami kecelakaan beberapa saat menjelang pemakaman.
“Saya masih kondisi (berduka), ditambah ini jadi saya memang masih benar-benar syok,” ujar Nurul kepada wartawan di sela-sela pemberian santunan dari Jasa Raharja, Kamis (8/5/2025).
Usai peristiwa nahas itu, dia masih harus menghadapi masalah baru. Hampir separuh guru di sekolahnya kini telah tiada.
Dia menjelaskan SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah selama ini memiliki 28 guru. Akibat kecelakaan itu, 10 guru di antaranya meninggal.
“Kami kehilangan hampir separuh guru,” imbuh dia. (dtc)
Editor : Kar
