Hastag #CopotJugaFadil Jadi Viral Twitter, Peluk-Pelukan dengan Irjen Sambo
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
- print Cetak

Momen Irjen Fadil dan Sambo berpelukan. F. :. IST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, detak24.com – Momen pelukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dengan Irjen Ferdy Sambo jadi viral di Twitter dengan hastag #CopotJugaFadil. Fenomena itu memunculkan keraguan objektivitas penanganan perkara tewasnya Brigadir J.
Hal tersebut pun memicu ultimatum dari pihak pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak, yang meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mencopot sementara Irjen Fadil Imran dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya.
Kamaruddin menjelaskan, langkah tersebut perlu diambil agar penanganan kasus penembakan Brigadir J bisa berjalan objektif.
“Bahkan di Polda Metro Jaya kita lihat ada yang main teletubbies peluk-pelukan, nangis-nangisan, kemudian ber-framing dengan Komnas Perempuan dan minta perlindungan LPSK maka oleh karena itu sikap kami tetap sama (nonaktifkan), demi objektivitas,” kata Kamaruddin kepada wartawan, dikutip Jumat (22/07/22).
Momen pelukan antara Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjadi kontroversi publik.
Kontroversi muncul setelah proses penyidikan kasus penembakan yang berujung kematian Brigadir J yang terjadi di rumah Sambo dipindahtangankan ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kasus tersebut ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel).
Momen Sambo berpelukan dengan Fadil terjadi pada 13 Juli 2022 atau lima hari setelah peristiwa kematian Brigadir J terjadi. Momen itu terekam video yang beredar di media sosial. Fadil yang memasuki ruangan langsung disambut Sambo. Keduanya lantas berjabat tangan dan berpelukan.
Saat berpelukan wajah Sambo terlihat tersedu. Fadil lantas memeluk Sambo dengan kedua tangannya dan menepuk punggung jenderal Polri bintang dua itu. Fadil juga mencium kening Sambo dan kembali memeluknya erat. Fadil membenarkan momen pertemuan dengan Sambo.
“Saya memberikan support pada adik saya Sambo, agar tegar menghadapi cobaan ini. Ini tidak mudah dan dapat menimpa siapa saja,” kata Fadil saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/7).
Sindiran terhadap pelukan antara dua jenderal polisi tersebut awalnya disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Ia menilai tingkah yang dilakukan Fadil dan Sambo layaknya kartun Teletubbies.
Ia memandang kedekatan Fadil dan Sambo berpotensi membuat penyidikan kasus kematian Brigadir J tak akan objektif.
“Karena kita lihat itu bahwa Kadiv Propam main teletubbies dengan Kapolda Metro Jaya itu peluk-pelukan sambil nangis-nangisan, jadi kami ragukan juga objektivitasnya,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Rabu (19/7).
Merespons, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pertemuan tersebut bersifat personal. Menurutnya, pertemuan itu tidak memengaruhi kasus Brigadir J yang kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
“Kejadian antara Kapolda dengan Ferdy Sambo itu personal, rasa empatinya saja,” ujar Dedi.
“Jadi (penyidikan) enggak dipengaruhi kejadian-kejadian seperti itu,” imbuhnya.
Setelah itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ikut berkomentar. Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menilai pelukan itu bentuk pertemanan.
“Ya itu kan pertemanan, urusan berdua pertemanan,” kata Benny kepada wartawan di Bareskrim Polri, Rabu (20/7).(CNN/viva)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











