Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Gegara Bikin Berita, Wartawan Jak TV Jadi Tersangka Korupsi Langsung Dipenjara, Begini Kronologisnya 

Gegara Bikin Berita, Wartawan Jak TV Jadi Tersangka Korupsi Langsung Dipenjara, Begini Kronologisnya 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Wartawan yang juga Direktur Pemberitaan Jak TV yakni Tian Bahtiar alias TB langsung dimasukan ke penjara usai jadi tersangka kasus korupsi.

Ia diduga bersekongkol dengan advokat Marcella Santoso serta Junaedi Saibih dalam perintangan kasus ekspor CPO, impor gula dan perkara timah.

Baca juga : Kejagung Tangkap Eks Ketua PN Bangkinang, Suap Vonis Bebas Kasus Ekspor CPO 

Jokowi: Kacamata Itu Pecah, Saya Tak Mampu Lagi Belinya!

Dalam hal ini, TB dapat order Rp 400 juta lebih untuk membuat berita serta konten medsos yang menyudutkan Kejagung. 

Saat diwawancarai wartawan, dia mengaku tidak menitipkan berita ke manapun. “Nggak ada, kita sama-sama satu profesi,” ujar Tian Bahtiar saat digiring masuk ke mobil tahanan di Kejagung, Selasa (22/04/25) pagi.

Dikutip dari detikcom, dalam kasus ini TB disebut berperan untuk membuat berita yang menyudutkan kejaksaan. TB bersekongkol dengan tersangka Marcela Santoso dan Junaedi Saibih (JS).

TB mendapat orderan berita dari MS dan JS senilai Rp 400 juta lebih. Konten yang dibuat TB diunggah dalam pemberitaan di Jak TV, sosial media hingga media online.

“Sementara yang saat ini prosesnya sedang berlangsung di pengadilan dengan biaya sebesar Rp 478.500.000 yang dibayarkan oleh tersangka MS dan JS kepada TB dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tersangka MS dan JS mengorder tersangka TB untuk membuat berita-berita negatif dan konten-konten negatif menyudutkan kejaksaan terkait dengan penanganan perkara a quo, baik di penyidikan, penuntutan, maupun di persidangan,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar di Kejagung.

Dia mengatakan, TB melakukan kesepakatan dengan JS dan MS tanpa sepengetahuan kantornya. Uang yang diberikan dibawa untuk pribadinya sendiri.

“Jadi, Jak TV ini mendapat uang itu secara pribadi. Bukan atas nama sebagai direktur ya Jak TV ya. Karena tidak ada kontrak tertulis antara perusahaan Jak TV dengan yang para pihak yang akan ditetapkan,” ucapnya.

“Sehingga itu ada indikasi dia menyalahgunakan kewenangannya selaku jabatannya. Direktur Pemberitaan itu,” sambung dia.

Selanjutnya dua tersangka perintangan kasus tersebut MS dan JS bungkam saat meninggalkan lokasi. Mereka terdiam tanpa mengucap sepatah kata pun.

MS melenggang masuk ke dalam mobil tahanan. Tangannya diborgol, mukanya ditutupi dengan masker.

Sedangkan JS berjalan sambil memegangi map merah muda untuk menutupi mukanya. Dia juga tak memberikan komentar apapun.

“Terhadap dua tersangka yaitu JS dan TB ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung,” lanjutnya.

Sementara, Marcella sudah lebih dahulu ditahan di Rutan Salemba Kejaksaan Agung sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (12/4/2025).

Ketiganya diduga melanggar pasal 21 undang-undang tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah undang-undang nomor 21 tahun 2021 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penyidikan dalam kasus dugaan suap penanganan perkara ekspor crude palm oil (CPO) kepada tiga korporasi, yaitu PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group yang bergulir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di PN Jakarta Pusat terkait kasus vonis lepas ekspor CPO terhadap tiga perusahaan, yakni PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group. Mereka adalah Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Muhammad Arif Nuryanta, Panitera Muda Perdata Jakarta Utara, Wahyu Gunawan (WG), serta kuasa hukum korporasi, Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri.

Kemudian, tiga majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ekspor CPO, yakni Djuyamto selaku ketua majelis, serta Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom selaku anggota. Terbaru, Social Security Legal Wilmar Group, Muhammad Syafei, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merupakan pihak yang menyiapkan uang suap Rp 60 miliar untuk hakim Pengadilan Tipikor Jakarta melalui pengacaranya untuk penanganan perkara ini. (Red)

Editor : kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi Palsu di Marpoyan Damai Pekanbaru, Ini Hasilnya!

    Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi Palsu di Marpoyan Damai Pekanbaru, Ini Hasilnya!

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi mengungkap pabrik ekstasi palsu di Marpoyan Damai Pekanbaru. Barang itu diedarkan di tempat hiburan malam. Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti, Selasa (09/07/24) mengatakan, pengungkapan pabrik ekstasi palsu itu dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau pada Sabtu (06/07/24) malam minggu. Pengungkapan pertama dilakukan di parkiran BROTHER’S […]

  • Jelang Pilkada Serentak, Satlantas Polres Bengkalis Gelar Cooling System 

    Jelang Pilkada Serentak, Satlantas Polres Bengkalis Gelar Cooling System 

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Mulyana SIK, Sabtu (14/09/24) menggelar giat Cooling System menyambangi supir bis atau mobil yang membawa penumpang.  Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.  “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi lalu lintas tetap kondusif di tengah-tengah masyarakat, […]

  • Tiga Pelajar Tewas Saat Mandi di Sungai Rohul, Terseret Arus

    Tiga Pelajar Tewas Saat Mandi di Sungai Rohul, Terseret Arus

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    ROHUL, detak24.com – Tiga pelajar yang masih berusia belasan tahun di Rokanhulu, Riau mengalami nasib nahas. Mereka tewas terseret arus sungai saat mandi pagi bersama rekan-rekannya. Informasi diperoleh Sabtu (30/04/22), ketiganya diketahui bernama Al Faiz (11), Siti Aisyah (13) dan Devri Arsa (11). Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (28/4/2022) di sungai Sosa, Kelurahan Tambusai Tengah, […]

  • PENTING Bagi Pemudik, Agar Tak Macet Hindari Puncak Arus Balik 2023

    PENTING Bagi Pemudik, Agar Tak Macet Hindari Puncak Arus Balik 2023

    • calendar_month Minggu, 23 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Jakarta, detak24com – Pemudik yang hendak kembali dari kampung halamannya, disarankan untuk menghindari puncak arus balik 2023. Menurut PT Jasa Marga (Persero), puncak arus balik 2023 akan terjadi pada 24 – 25 April 2023. Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang akan kembali ke Jabotabek pada H+1 sampai dengan H+7 di empat gerbang tol (GT) Barrier/Utama, […]

  • WACANA Pansus Lakakerja PHR Gertak Sambal, Masyarakat harus Tuntut DPRD Riau

    WACANA Pansus Lakakerja PHR Gertak Sambal, Masyarakat harus Tuntut DPRD Riau

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Batalnya pembentukan panitia Pansus Lakakerja PHR oleh Komisi V DPRD Riau membuat kecewa banyak pihak. Pasalnya, wacana pembentukan Pansus Lakakerja PHR pasca tewasnya 11 pekerja di perusahaan pelat merah itu dikeluarkan Wakil Ketua DPRD Riau, Syafaruddin Poti bersama Komisi V DPRD Riau setelah Direktur Utama (Dirut) PT PHR, Jafee A Suardin mangkir […]

  • Menteri PPMI Sambut Ratusan PMI Deportasi Malaysia di Pelabuhan Pelindo Dumai 

    Menteri PPMI Sambut Ratusan PMI Deportasi Malaysia di Pelabuhan Pelindo Dumai 

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding dan Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto menyambut kepulangan 196 PMI yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Dumai, Sabtu (31/05/25). Kunjungan kerja Menteri Abdul Kadir Karding ke Kota Dumai ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada para pekerja migran yang […]

expand_less