DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

FENOMENA Hujan Es di Pekanbaru Hebohkan Warga, Ini Kata Ahli BMKG

Fenomena hujan es ini lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya, dari musim hujan ke musim kemarau.

Dimana, penyebab terjadinya fenomena hujan es, karena dipicu pola konektifitas di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan. Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb).

Umumnya awan jenis Cumulonimbus memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut. Sehingga hal ini dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Pertama, awan Cb dapat terbentuk karena proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat alias strong updraft dan downdraft.

Strong updraft diketahui dapat membawa uap air naik hingga suhu udara menjadi sangat dingin dan uap air membeku menjadi partikel es.

Kedua, awan Cb juga dapat terbentuk karena adanya lapisan tingkat pembekuan atau freezing level yang lebih rendah dari ketinggian normalnya.

Freezing level ini merupakan lapisan pada ketinggian tertentu di permukaan bumi yang suhu udaranya bernilai nol derajat celcius.

“Pada ketinggian ini, butiran air umumnya akan membeku menjadi partikel es. Di indonesia umumnya lapisan tingkat pembekuan berada pada kisaran ketinggian antara 4-5 km di atas permukaan laut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hary menuturkan, hujan es hanya bisa diprediksi 30 menit hingga satu jam sebelum kejadian, dan kecil kemungkinannya untuk kembali terjadi di tempat sama dalam waktu yang singkat.(dtc)

Editor : Kar

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

13 thoughts on “FENOMENA Hujan Es di Pekanbaru Hebohkan Warga, Ini Kata Ahli BMKG

  1. Ping-balik: super kaya88
  2. Ping-balik: 3+3사이트
  3. Ping-balik: luckyjet
  4. Ping-balik: visit now
  5. Ping-balik: altogel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *