Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Babel » Emak-emak Laporkan Akun TikTok Gegara Upload Video Anak dengan Narasi Bullying 

Emak-emak Laporkan Akun TikTok Gegara Upload Video Anak dengan Narasi Bullying 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, detak24com – Seorang ibu di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung melaporkan dua akun TikTok yang mengupload video anaknya dengan narasi bullying.

Alvero Valendra, seorang anak yang dikenal memiliki bakat di bidang seni pantomim, menjadi korban setelah video dirinya diunggah ulang ke media sosial TikTok dengan narasi yang dianggap menyesatkan dan merugikan.

Risda, ibu dari Alvero melaporkan kejadian ini ke Polresta Pangkalpinang pada hari Sabtu, 8 November 2025. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/___/XI/2025/SPKT/POLRESTA PANGKALPINANG/POLDA KEP. BABEL.

Menurut Risda, video anaknya diunggah ulang tanpa izin oleh dua akun TikTok, yaitu @ibu_suri_wakanda dan @velda_prmpek_endolita. Lebih lanjut, Risda menjelaskan bahwa kedua akun tersebut menambahkan caption yang menimbulkan persepsi negatif terhadap video tersebut.

Alvero Valendra merupakan seorang siswa yang dikenal berprestasi di bidang seni pantomim. Ia telah beberapa kali menjuarai lomba pantomim, baik di tingkat sekolah maupun tingkat kota. Di rumahnya, berbagai piagam penghargaan dan piala lomba pantomim terpajang sebagai bukti dedikasi dan bakatnya dalam seni peran tanpa kata tersebut.

“Vero memang suka pantomim sejak kecil. Dia pernah juara di beberapa lomba tingkat sekolah dan selalu tampil percaya diri. Kami bangga dengan prestasinya,” ujar Risda, Ahad (09/11/25).

Kejadian bermula pada hari Jumat, 7 November 2025, ketika Alvero sedang berada di rumah kerabatnya di kawasan Kacang Pedang, Pangkalpinang. Saat itu, seorang kerabat bernama Dini meminta Alvero untuk memperagakan pantomim.

“Abang Vero ini juara pantomim ya? Coba peragakan, Ibu mau lihat,” kata Dini. Alvero kemudian bertanya tema pantomim yang diinginkan. Dini memberikan contoh tema: “Abang sedang lomba mau naik ke atas panggung.”

Alvero pun memperagakan pantomim sesuai tema tersebut dengan penuh ekspresi. Momen itu direkam oleh Dini dan diunggah ke akun TikTok pribadinya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas Alvero.

Namun, tanpa diduga, video tersebut di-repost oleh dua akun lain dengan menambahkan caption bernada negatif: “Mirisnya ketika seorang ibu pejabat postingannya begini. Bullying jangan dinormalisasi di anak-anak.”

Unggahan ulang itu memicu komentar negatif dari warganet dan menimbulkan persepsi keliru bahwa telah terjadi tindakan perundungan. Padahal, konteks aslinya adalah kegiatan spontan dan positif dalam keluarga.

Risda mengaku kecewa dan menilai tindakan tersebut telah mencemarkan nama baik keluarga serta melanggar privasi anaknya yang masih di bawah umur.

“Saya tidak terima anak saya diunggah ulang tanpa izin dan diberi caption seperti itu. Seolah kami melakukan hal buruk, padahal itu hanya kegiatan spontan di rumah. Anak saya yang tadinya percaya diri jadi malu dan takut ke sekolah,” ungkapnya.

Risda menegaskan bahwa laporan ke polisi dilakukan untuk mencari keadilan dan agar tidak ada lagi pihak yang sembarangan mengedit atau menambahkan narasi palsu pada video anak-anak.

“Kami ingin hal seperti ini jadi pelajaran bagi semua. Tolong jangan jadikan anak-anak sebagai bahan konten atau olok-olok di media sosial,” tegasnya.

Tindakan mengunggah ulang video seseorang tanpa izin dan memberikan narasi yang menyesatkan dapat berimplikasi hukum. Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016, Pasal 27 ayat (3) menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik dapat dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.

Selain itu, Pasal 310 dan 311 KUHP juga mengatur tentang pencemaran nama baik dan fitnah, termasuk penyebaran tuduhan yang merugikan kehormatan seseorang di muka umum.

Tindakan tersebut juga berpotensi melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76C dan Pasal 77B, yang melarang tindakan kekerasan psikis terhadap anak, termasuk mempermalukan anak melalui media sosial. Ancaman pidananya adalah 3 tahun 6 bulan dan/atau denda Rp 72 juta.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa media sosial bukan ruang bebas tanpa batas. Mengunggah ulang konten pribadi, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, tanpa izin dan dengan narasi berbeda dari konteks aslinya, dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi dan moral, serta berdampak hukum dan psikologis.

“Bijaklah bermedia sosial. Jangan jadikan anak-anak sebagai bahan konten atau bahan olok-olok,” tutup Risda. (Red)

Reporter : Tama

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • TIGA Warga Sei Jalau  Kampar Tewas Ditabrak Tronton, Supir Diamankan Massa

    TIGA Warga Sei Jalau  Kampar Tewas Ditabrak Tronton, Supir Diamankan Massa

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 24Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Nasib malang menimpa empat warga Dusun Santul, Desa Sai Jalau Kecamatan Kampar. Tiga orang tewas dilindas tronton, Senin (13/02/23). Keempatnya diketahui berbonceng satu motor sebelum kejadian. Namun, mereka mengalami kecelakaan lalu lintas saat melewati Pasar Air Tiris. Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Rudy Sudaryono mengatakan, dalam peristiwa kecelakaan tersebut satu korban tewas […]

  • Parah Leee, Anak Kapolda Kalsel Pamer Jet Pribadi dan Jajan Rp 1,2 Miliar 

    Parah Leee, Anak Kapolda Kalsel Pamer Jet Pribadi dan Jajan Rp 1,2 Miliar 

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Aksi Ghazyendha Aditya Pratama, anak Kapolda Kalsel dihujat netizen. Pasalnya, ia memamerkan jet pribadi serta uang jajan Rp 1,2 miliar  Dikutip Selasa (04/03/25), awal viralnya nama Ghazyendha Aditya Pratama ketika ia mengunggah ucapan ulang tahun untuk ayahnya, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan di X atau Twitter melalui iklan. Kemudian, Ghazyendha Aditya Pratama juga pamer sedang menaiki jet […]

  • VIDEO Viral Twitter 4 Bersaudara Hebohkan Medsos, Cek Fakta di Sini!

    VIDEO Viral Twitter 4 Bersaudara Hebohkan Medsos, Cek Fakta di Sini!

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DETAK24.COM – Belakangan Ini media sosial heboh perihal video viral Twitter 4 bersaudara. Tayangan tersebut sangat berani serta mengandung asusila. Dalam thumbnail video viral Twitter 4 bersaudara tersebut, ada sekelompok cewek yang menghadap ke kamera. Diharapkan, masyarakat tidak penasaran bahkan mengklik link video viral Twitter 4 bersaudara tersebut. Hal itu dikarenakan link video viral Twitter […]

  • Dapat Mandat PKB, Segini Kekuatan Asmar Maju di Pilbup Meranti 2024

    Dapat Mandat PKB, Segini Kekuatan Asmar Maju di Pilbup Meranti 2024

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar terima mandat PKB maju di Pilbup Meranti 2024. SK diserahkan oleh Ketum Muhaimin Iskandar. Sebelumnya, Asmar merahasiakan siapa yang akan mendampinginya dalam Pilkada tersebut. Namun, kini semuanya terungkap. Ia berpasangan dengan Muzamil Baharuddin, anggota DPRD Meranti sekaligus Ketua DPC Demokrat. Asmar mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan […]

  • Polisi Ringkus Pelaku Pesta Narkoba di TK Langgam Pelalawan 

    Polisi Ringkus Pelaku Pesta Narkoba di TK Langgam Pelalawan 

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Polisi menangkap pelaku pesta narkoba di TK Pembina Langgam, Kabupaten Pelalawan. Kasus tersebut menjadi prioritas penanganan, karena sempat viral. Tersangka narkoba tesebut berinisial E, yang juga merupakan salah satu pelaku pemakai narkoba di TK Pembina Langgam, yang videonya sempat viral beberapa waktu lalu, bersama ketiga rekan lainnya yang saat ini masih dalam […]

  • GAWAT! 100 Ribu Keluarga di Pekanbaru Berpotensi Lahirkan Bayi Gizi Buruk

    GAWAT! 100 Ribu Keluarga di Pekanbaru Berpotensi Lahirkan Bayi Gizi Buruk

    • calendar_month Minggu, 18 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Rendahnya partisipasi masyarakat Pekanbaru ke Posyandu serta faktor kemiskinan, mengancam tingginya angka kelahiran bayi gizi buruk (stunting). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), Muhammad Amin, Ahad (18/12/22). Ia mengatakan, data perkembangan anak-anak di Posyandu menjadi acuan penting Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terkait pencegahan stunting. “Partisipasi masyarakat […]

expand_less