DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Dalam Sekejap, Dua Rumah Petak Ludes Jadi Abu di Padang Bulan Pekanbaru

PEKANBARU, detak24com – Dua rumah petak di Jalan Sidomulya Gang Al-mukminin, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Padang Bulan, Pekanbaru ludes terbakar, Selasa (05/11/24) siang.

Dari keterangan warga sekitar, penghuni dua rumah petak itu jarang di rumah. Warga pun tak mengetahui mengapa terjadi kebakaran.

Warga kaget, tiba-tiba api sudah menyala besar di dua rumah tersebut. Bahkan barang-barang di dalam rumah pun tak bisa lagi diselamatkan.

Api yang sudah menyala besar, para warga pun hanya pasrah dan menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan agar tidak lahap si jago merah.

Warga menyebut, petugas pemadam datang ketika api sudah membesar dan rumah sulit untuk diselamatkan. Bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan semakin cepat dilahap api.

Yurnalis, salah seorang pemilik rumah mengaku, tahu setelah pemadam kebakaran sudah di lokasi. Dia tidak dikabari kalau rumahnya terbakar.

Dia yang melihat tempat tinggalnya terbakar mengaku pasrah. Api sudah membesar dan tidak bisa diselamatkan lagi.

“Kita pas lewat jemput anak. Baru tahu pas lewat itu, karena nggak ada yang kasih tahu. Karena saya kerja, istri di pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Padang Bulan, Yesi Sartika yang datang pasca kebakaran itu, mengucapkan belasungkawa kepada korban kebakaran. Ia menyebut, dia sebagai perpanjangan dari Pemko Pekanbaru hanya mampu memproses untuk bantuan.

“Kita sekarang lagi proses untuk bantuan, makanya kita minta KK dari keluarga terdampak. Biasanya bantuan ini cepat turun. Kalau selesai besok, langsung turun bantuannya dari Pemko,” ujar Yesi.

Menurutnya, bantuan yang diberikan Pemko Pekanbaru biasanya berupa kebutuhan untuk sementara waktu. Terutama pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang.

“Bantuan berupa sembako, pakaian, tenda. Untuk kebutuhan sementara lah,” ucapnya.

Terhadap kebakaran itu, dia juga heran kenapa terjadi kebakaran. Padahal, kata Yesi, warga yang tinggal menyewa di rumah petak kayu itu jarang pulang.

“Jangankan punya rumah, untuk kompor gas aja mereka tidak punya. Jadi kita heran juga kenapa ini terbakar. Mungkin korsleting listrik,” imbuhnya, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar