CUACA EKSTREM, Nelayan dan Perusahaan Jangan Paksakan Berlayar!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24.com – Kondisi ekstrem akhir-akhir ini ditambah banyaknya tragedi di laut, harus menjadi pelajaran bagi masyarakat. Yakni, dengan tidak memaksakan diri berlayar saat cuaca kurang bagus.
Belakangan ini, cuaca ekstrem di Riau tidak bisa diprediksi secara akurat. Oleh karenanya, Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhanan (KSOP) Kelas I Dumai mengeluarkan surat edaran peringatan dalam berlayar.
Surat edaran Nomor: UM.002/14/04/KSOP-Dmi-2022 tentang antisipasi menghadapi cuaca buruk dalam rangka keselamatan pelayaran.
“Ini sebagai bentuk imbauan kepada perusahaan pelayaran dan perusahaan keagenan kapal, nahkoda kapal, operator kapal, pengguna jasa dan masyarakat maritim untuk tidak memaksakan diri berlayar ketika cuaca ekstrem,” ujar Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Dumai Capt Andri Muhamad keoada tvOnenews.com, Kamis (17/11/2022).
Andri mengungkapkan perusahaan pelayaran, perusahaan keagenan kapal dan pemanduan dalam mengoperasikan kapal agar lebih mengutamakan unsur keselamatan pelayaran serta senantiasa memantau perubahan iklim dan cuaca dari BMKG.
“Nahkoda kapal dan operator kapal yang akan berlayar agar tidak memaksakan dini untuk berlayar dalam kondisi cuaca buruk antara lain gelombang tinggi dan jarak pandang terbatas. Kepada nahkoda kapal dan operator kapal yang sedang dalam pelayaran agar menggunakan peralatan navigasi dan komunikasinya secara optimal,” sambungnya.
Jika dalam kondisi cuaca buruk dan ombak tinggi agar berlayar dengan kecepatan aman serta segera mencari perlindungan ke tempat yang aman. Untuk nahkoda kapal dan operator kapal penumpang kecepatan tinggi, Andri menghimbau dalam mengoperasikan kapal harus benar-benar diawaki dengan cukup.
“Terpenting, kapal hanya diperkenankan mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas yang diizinkan serta tidak melebihi kapasitas. Saat berlayar, nahkda kapal agar mengirimkan posisi kapal dan kondisi cuaca kepada stasiun radio pantai secara terus-menerus,” jelasnya.
Dirinya mengimbau kepada perusahaan pelayaran atau keagenan kapal, nakhoda kapal, operator kapal, BUP Pemanduan dan Penundaan Kapal agar senantiasa memantau perubahan-perubahan cuaca yang ekstrem. Serta segera memberikan informasi peringatan dini dan bertindak efektif dalam menghadapi bahaya yang terjadi secara cepat dan tiba-tiba.
Diungkapkan Andri, belakangan ini memang cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang tinggi masih terjadi di sejumlah perairan Indonesia.
Hal ini harus diwaspadai oleh operator dan masyarakat. Selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan ikuti petunjuk petugas di pelabuhan.
“Kita berharap perusahaan pelayaran, perusahaan keagenan kapal, nahkoda kapal, operator kapal serta pengguna jasa dan masyarakat maritim di Dumai bisa mengikuti surat edaran yang telah kita buat. Paling terpenting, jangan memaksakan diri untuk berlayar saat cuaca sedang buruk,” ingatnya. ***
Sumber : tvonenews.com
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











