CALEG PDIP Inhu Dipaksa Dukung Prabowo-Gibran, Sempat Bikin Baliho dan Video
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 5 Feb 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INHU, detak24com – Seorang caleg PDIP asal Inhu dapat tekanan dan intimidasi agar mendukung Prabowo-Gibran. Caleg DPRD Riau itu sempat bikin baliho dan video dukungan pasangan 02.
Anehnya, tekanan dan intimidasi tersebut datang dari seorang Caleg DPR RI, berbeda partai. Oknum yang menekan dan mengintimidasi caleg PDIP tersebut berstatus incumbent di Komisi VII Senayan Jakarta.
“Saya tak sebutkan namanya, tapi yang jelas ada oknum caleg incumbent di Komisi VII maju ke DPR RI menekan dan mengintimidasi caleg PDIP di Inhu,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Inhu Raja Andrea, Ahad (04/02/24).
Caleg PDIP Inhu Daerah Pemilihan (Dapil) Inhu-Kuansing bernama Dodi Noveldi ini dipaksa untuk memberikan dukungan pasangan Presiden dan Wakil Presiden (Cawapres-Cawapres) nomor urut dua, Prabowo-Gibran.
Tidak hanya itu, penyaluran BBM ke SPBU miliknya akan disetop. Parahnya lagi, ada juga ancaman akan menurunkan aparat hukum jika tidak menuruti kemauan oknum Caleg DPR RI itu.
Persoalan ini pun sudah dilaporkan DPC PDIP Inhu. Dari laporan itu, diceritakan awalnya Dodi Noveldi merasa heran, diantara enam unit usaha SPBU yang dikelolanya tiba-tiba disetop penyaluran BBM, khususnya jenis solar. Selain itu ada juga dikurangi. Sementara kondisi normal tidak ada kelangkaan.
Mendengar masukan terkait masalah tersebut, tambah Dodi, Sekretaris PDIP Inhu menemui oknum Caleg DPR RI yang kembali mencalonkan diri ke Senayan tersebut. Apalagi Komisi VII tempat oknum ini membawahi masalah migas.
Pada pertemuan itu, oknum Caleg DPR RI ini memaksa untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo -Gibran. Dengan begitu masalah ngadatnya penyaluran BBM ke SPBU tidak terjadi lagi.
Awalanya Dodi menolak karena jelas, secara kepartaian sudah menentukan garis dukungan pasangan Capres-Cawapres Ganjar – Mahfud.
Tapi ada lagi ancaman, jika tidak nantinya Aparat Penegak Hukum (APH) akan turun memeriksa bisnis yang dikelolanya. Karena lebih mementingkan keberlangsungan bisnis SPBU yang dikelolanya, initimidasi itu pun dipenuhi.
Dodi pun terpaksa membuat video dengan narasi dukungan ke Prabowo-Gibran. Selain itu ada juga pernyataan dukungan melalui baleho juga bernarasi dukungan untuk Capres dan Cawapres yang sama.
“Segitu besarnya tekanan, kemudian hingga dipaksa membuat video, baleho untuk memberikan dukungan ke pasangan 02,” ungkap Raja Andrea.
Pihak PDIP Inhu sangat menyesalkan intimidasi dari oknum yang juga memiliki posisi penting dalam struktur tim pemenangan Prabowo-Gibran di Riau itu.
Masalah ini pun sudah dibahas di tingkat DPC dan sudah disampaikan ke DPD PDIP Riau. Zukri Misran selaku pimpinan di tingkat wilayah sudah merespon. Nantinya permasalahan ini akan akan dilaporkan ke DPP.), dikutip detak24com dari riauterkini. (*/Berita)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar