DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Dua Demonstran Tewas Saat Demo Bupati Pati, 64 Orang Luka-luka 

Seorang massa demo Bupati Pati dapat perawatan intensif. f : ist

JAKARTA, detak24com – Aksi demo Bupati Pati Sudewo di depan Kantor Bupati, Jawa Tengah menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Hal ini terungkap saat rapat paripurna di DPRD Pati pukul 13.00 WIB, Rabu (13/08/25).

Salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, memberikan informasi adanya korban jiwa dalam kejadian demo di kantor Bupati Pati.

Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo mengatakan bahwa ada laporan warga menjadi korban jiwa dalam kejadian aksi demo Bupati Pati.

“Bahwa ada dua korban jiwa dalam kejadian ini. Atas nama S dan Z,” kata Bandang di Gedung DPRD Pati, Rabu (13/8), dikutip dari detik.com.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi turut mengucapkan bela sungkawa atas korban jiwa. Ali sempat meminta doa pada anggota DPRD untuk massa yang menjadi korban jiwa.

“Anggota DPRD Pati untuk mendoakan para korban pada aksi ini. Semoga diampuni oleh Allah,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan akan mengecek informasi tersebut. “Saya cek dulu” imbuh dia.

64 Luka-luka 

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat ada 64 korban luka selama aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati Sudewo pada Rabu (13/8).

Demo besar warga Pati tersebut merupakan buntut rencana Bupati Pati Sudewo menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen dan sikap arogannya.

Dari 64 korban luka tersebut, ada yang dirawat di RSUD RAA Soewondo, Klinik Marga Husada, Klinik Pratama PMI, RS Keluarga Sehat, dan perawatan di tempat,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Lucky Pratugas Nasrimo.

Lucky mengatakan untuk pasien yang dirawat di RSUD RAA Soewondo ada sekitar 40 orang, Klinik Marga Husada empat orang, Klinik Pratama PMI satu orang, RS Keluarga Sehat ada tujuh orang, dan perawatan di tempat ada 12 orang.

Ia mengatakan sebagian besar korban menjalani rawat jalan, sedangkan ada enam orang yang rawat inap enam orang. (Red)

Editor : Kar