Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Banjir Siak Belum Surut, Warga Bertahan di Pengungsian 

Banjir Siak Belum Surut, Warga Bertahan di Pengungsian 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Siak bukan sekadar merendam rumah, tetapi juga mengguncang rasa aman. Sebagian warga terpaksa bertahan di pengungsian.

Hujan yang turun berhari-hari memaksa ratusan warga meninggalkan dapur, kamar tidur, hingga rutinitas harian demi keselamatan keluarga.

Di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Suryani (34) menjadi salah satu warga yang harus mengungsi setelah air masuk hingga ke dapur rumahnya.

Sejak itu, aktivitas memasak tak lagi bisa dilakukan di rumah sendiri.

“Semenjak air masuk dapur, kompor tidak bisa dipakai. Kami memilih mengungsi demi anak-anak,” ujar Suryani, Rabu (24/12/25).

Bersama suami dan dua anaknya, Suryani telah menjalani hari keenam di pengungsian. Aula Gedung BTTP kini dihuni 12 kepala keluarga.

Tikar digelar rapat, barang-barang disusun seadanya, dan suara anak-anak menjadi latar keseharian.

“Kalau siang masih bisa dialihkan main, tapi malam terasa berat. Anak kecil sering terbangun kalau dengar hujan,” katanya.

Meski genangan di Muara Kelantan berangsur menurun, parit dan kanal yang tersumbat membuat air belum sepenuhnya surut.

Warga masih menunggu normalisasi saluran air, sembari diliputi kekhawatiran hujan susulan.

“Saat ini belum bisa balik ke rumah. Lantai masih tergenang, mau tidak mau kami bertahan di sini dulu,” ujarnya.

Kondisi malam hari menjadi tantangan tersendiri. Tidur beralaskan tikar plastik di aula membuat istirahat tak pernah benar-benar nyenyak, terutama bagi keluarga dengan anak kecil.

“Sudah seminggu di sini. Kadang si kecil terbangun tengah malam, minta minum atau ke kamar mandi,” ungkapnya.

Pengungsi lain, Ridwan (47), buruh kebun asal Muara Kelantan, hampir setiap hari menengok rumahnya. Namun air masih menggenangi lantai.

“Harta bisa dicari lagi, yang penting kami selamat,” sebut Ridwan.

Di tengah keterbatasan, solidaritas warga justru menguat. Mereka saling berbagi makanan, menjaga anak-anak secara bergiliran, serta menemani lansia agar tidak merasa sendiri.

Hamzah, pengungsi tertua di aula tersebut, berharap pemerintah segera melakukan normalisasi kanal dan parit.

“Kami hanya berharap air tidak naik lagi,” ucapnya.

Kisah serupa terjadi di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako. Di sepanjang Jalan Siak–Buton, tenda-tenda pengungsian BPBD telah berdiri sejak delapan hari terakhir. Dapur umum juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Nur, seorang ibu hamil yang mengungsi di salah satu tenda, mengaku memilih bertahan meski kondisi terbatas.

“Capek pasti, tapi di rumah air masih belum aman,” katanya.

Anak-anak pun harus menyesuaikan diri. Dika (10) dan teman-temannya mencoba bermain untuk mengusir jenuh, meski hujan kini menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka.

“Hujan sekarang bukan lagi hal yang menyenangkan,” ujar salah satu warga.

Data BPBD Siak mencatat, pengungsi di Kampung Dosan terdiri dari lansia, orang dewasa, anak-anak sekolah, balita, bayi, serta satu ibu hamil.

Sebagian warga memilih bertahan di tenda karena khawatir pasang air laut memperparah genangan.

“Kami rindu rumah, tapi lebih rindu rasa aman,” kata seorang pengungsi.

Sementara, Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara menyampaikan, penanganan banjir difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta percepatan normalisasi parit dan kanal.

“Iya, kita terus berkoordinasi lintas pihak untuk mempercepat normalisasi saluran air, sambil memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi,” imbuhnya dikutip dari tribunpekanbaru. (Red)

Editor : kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Kampar Tangkap Spesialis Maling Baterai Tower Telekomunikasi, Beraksi di 10 Lokasi 

    Polres Kampar Tangkap Spesialis Maling Baterai Tower Telekomunikasi, Beraksi di 10 Lokasi 

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Satreskrim Polres Kampar bongkar jaringan pencurian baterai tower telekomunikasi  Sebanyak enam tersangka terciduk petugas. Kapolres Kampar, AKBP Mihardi M melalui Kasat Reskrim, AKP Gian Wiatma Jonimandala mengungkapkan, komplotan ini diduga kuat telah beraksi di 10 lokasi berbeda wilayah Kabupaten Kampar dan Pekanbaru. “Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Arif pada tanggal 15 […]

  • Berawal Tawuran Pelajar, Satu Keluarga Tewas Terbakar dalam Mobil di Yalimo Papua Pegunungan 

    Berawal Tawuran Pelajar, Satu Keluarga Tewas Terbakar dalam Mobil di Yalimo Papua Pegunungan 

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PAPUA PEGUNUNGAN, detak24com – Tiga orang tewas dalm tragedi Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan. Dua diantaranya ayah anak yang terbakar dalam mobil. Korban jiwa dari masyarakat sipil, yakni Nasir Daeng Mappa (44) dan anaknya Arsya Dafa (9) meninggal dunia terbakar dalam mobil. Seorang anak lain, Atifa (10) mengalami luka sayatan di leher, sedangkan pelajar Papua Sadrak […]

  • BMKG: Gempa Bumi Kulon Progo 5,6 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    BMKG: Gempa Bumi Kulon Progo 5,6 SR – Tak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    YOGYAKARTA, detak24com – Gempa bumi Kulon Progo berkekuatan 5,6 SR membuat warga panik karena goyangan cukup kuat. Dilansir BMKG, @infobmkg, gempa berpusat di Barat Daya Kulon Progo. Kedalaman pusat gempa berada di 10 Km. Tak berpotensi tsunami. Gempa bumi Kulon Progo terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (17/03/23) malam tadi. Gempa ini dirasakan kawasan Gayam, […]

  • Hebat, Abu Janda Tiba-tiba Jadi Komisaris PT Jasamarga Tollroad

    Hebat, Abu Janda Tiba-tiba Jadi Komisaris PT Jasamarga Tollroad

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Permadi Arya alias Abu Janda buka suara soal kabar ia diangkat jadi Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operation (JMTO). PT JMTO merupakan anak usaha BUMN PT Jasamarga (Persero). Kabar. pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris ini muncul setelah muncul poster bergambar dirinya dan bertuliskan ‘Selamat dan Sukses atas terpilihnya Permadi Arya sebagai Komisari PT […]

  • Polisi Temukan 8 Rakit PETI di Desa Tanah Bekali dan Pulau Bayur Kuansing 

    Polisi Temukan 8 Rakit PETI di Desa Tanah Bekali dan Pulau Bayur Kuansing 

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Aparat Polres Kuansing kembali gencarkan operasi pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan. Penertiban dilakukan serentak oleh Polsek Pangean dan Cerenti, Jumat (26/09/25). Di Desa Tanah Bekali, Kecamatan Pangean, tim Polsek Pangean yang dipimpin Ps Kanit Provos Aiptu Oseki Yamasita bersama personel menemukan lima rakit PETI yang ditinggalkan pemiliknya. […]

  • GIBRAN Tak Bisa Jadi Cawapres, Usai MK Terima Gugatan Mahasiswa Unsa

    GIBRAN Tak Bisa Jadi Cawapres, Usai MK Terima Gugatan Mahasiswa Unsa

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Walikota Solo Gibran Rakabuming dipastikan tak bisa jadi cawapres, pasca Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan mahasiswa Universitas Negeri Surakarta (Unsa) bernama Almas Tsaqibbirru. Mahasiswa tersebut mengajukan uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terkait batas usia capres-cawapres. Elite PDIP Junimart Girsang yakin Walikota Solo Gibran Rakabuming tak bisa […]

expand_less