Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nak Makan Apa Anak-Bini Kami!, Pemprov Riau ‘Sandera’ Anggaran DPRD

Nak Makan Apa Anak-Bini Kami!, Pemprov Riau ‘Sandera’ Anggaran DPRD

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekanbaru, detak24.com – Kisruh status kepemimpinan di Sekretariat Dewan (Setwan) Riau kian memanas. Berujung tersanderanya anggaran lembaga legislatif tersebut.

Pimpinan DPRD Riau buka suara atas ketidakjelasan ujung persoalan itu yang berdampak terhadap biaya operasional terhenti.

Sejak penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Sekwan pada Mei lalu, belum ada kejelasan administrasi di gedung rakyat itu. Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyelesaikan persoalan ini.

Sebab, hingga saat ini tanpa regulasi yang jelas, Pemprov Riau menghentikan semua pembayaran yang berkaitan dengan DPRD Riau, mulai dari gaji dan tunjangan Anggota DPRD Riau, cleaning service, sekuriti, honorer, tenaga ahli, dan lainnya.

“Sudahi penyanderaan ini, Pemprov tak punya alasan kuat menahan-nahan uang, sejak 23 Mei semua tagihan dari DPRD Riau tak diakomodir, bahkan ditolak,” kata Hardianto,  dikutip Rabu (22/06/22).

Jika kondisi ini terus dilanjutkan, maka yang terganggu bukan hanya keuangan anggota dewan saja, tapi dampaknya jauh lebih besar. Seperti tenaga kebersihan dan keamanan, keluarga para honorer itu menggantung hidup di gedung DPRD.

“Saya tak tahu juga dimana hati nurani Pemprov Riau. Banyak yang menggantungkan hidup di sini, apalagi tenaga kebersihan dan tenaga keamanan, mereka hidup dari gaji bulanan. Tak terpikir sama Pemprov nasib anak-istri mereka, nak makan apa mereka? Begitu juga dengan pembayaran pihak ketiga,” paparnya.

“Ada Anggota DPRD Riau yang saldonya cuma tinggal Rp 33 ribu, dan beberapa Anggota DPRD yang berangkat menunaikan ibadah haji tapi belum menerima hak-hak keuangannya. Padahal itu bisa dimanfaatkan sebagai ‘bekal’ selama masa pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci,” jelas Politisi Gerindra itu.

Selain itu, ada persoalan operasional yang akan berpotensi menimbulkan masalah besar, termasuk tagihan listrik. Sejauh ini, PLN belum memutuskan aliran listrik karena DPRD Riau sudah bersurat ke PLN untuk menangguhkan pembayaran.

“Mudah-mudahan penangguhan ini dikabulkan. Kalau sempat mati, ini bakal makin ribut. Yang malu siapa? Ya kita Riau. Uang ada tapi pencairan tak bisa karena regulasi yang diada-adakan,” jelasnya.

Hardianto mengajak semua pihak untuk mengedepankan hati nurani dan mengenyampingkan emosi. Sebab, dalam menjalankan tata kelola pemerintahan, tidak boleh berdasarkan like or dislike (suka atau tidak suka).

“Semua tata kelola pemerintahan ada aturan dan regulasi, kenapa ini dikesampingkan? Ayo kita buka aturan main, apa alasan ini semua tidak bisa dicairkan hanya gara-gara ditandatangani oleh Muflihun?” kata dia.

Ia menyayangkan ada pernyataan bahwa Pimpinan DPRD Riau seolah-olah menjadi pihak yang disalahkan. Padahal, proses ini semuanya ada di BPKAD Riau. Pengelolaan keuangan di Pemda, mengacu kepada PP Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. Turunannya ada di Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknisnya.

Apa yang diusulkan DPRD Riau melalui Surat Perintah Membayar (SPM) tidak menyalahi satupun poin dalam aturan itu. Sebab, dalam aturan itu disebutkan bahwa kepala daerah sebagai pemegang kekuasaan pengelolaam keuangan daerah memberikan pelimpahan kuasa kepada Kepala SKPD, yang kemudian ditunjuk sebagai Pengguna Anggaran (PA) melalui Surat Keputusan (SK).

“PA inilah yang mencairkan uang melalui SPM. SPM ini yang ditolak. Ini saya tak habis pikir kenapa ditolak. Makanya saya bilang berhentilah menyandera uang DPRD Riau,” jelasnya.

Pemprov Riau sendiri sampai hari ini masih mengakui Muflihun sebagai Sekretaris DPRD Riau defenitif, dan SK itu masih hidup. Belum ada SK yang menggugurkan keputusan itu. Begitu juga dengan SK terkait statusnya sebagai PA.

“Pertanyaannya, apa dasar BPKAD tak menerima SPM itu yang merupakan hak DPRD Riau. Jangan sampai nanti honorer, sekuriti, tenaga kebersihan, dan lainnya mendemo ke BPKAD. Kan malu kita,” katanya.

Kalaupun ada dinamika politik yang melatarbelakangi hal ini, bukan alasan Pemprov Riau menahan-nahan uang. Karena BPKAD tidak bisa bekerja sekehendak hati, tapi harus berdasarkan aturan.

Lanjutnya, DPRD Riau, sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah, tak ingin ikut campur dalam urusan politik di Pemprov Riau. Yang terpenting, keuangan di DPRD Riau wajib dicairkan atas dasar regulasi dan hak DPRD Riau.

“Kalau menurut mereka ada aturan yang bisa mengalahkan regulasi itu, silahkan sebutkan. Tapi kalau tak bisa sebutkan, tolong segera cairkan. Karena kita mengelola pemerintahan daerah bukan seperti main alek-alek (mainan anak-anak),” tutupnya.(Riaulink)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinjam untuk Beli Rokok, Motor Warga Pelintung Dumai Dilarikan Kawan 

    Pinjam untuk Beli Rokok, Motor Warga Pelintung Dumai Dilarikan Kawan 

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang pria berinisial YA dicokok polisi usai melarikan motor warga Pelintung Dumai. Nasib apes dialami oleh warga Kelurahan Pelintung saat meminjamkan sepeda motor kepada kawannya, justru dibawa kabur. Kejadian itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026 sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama terlapor pergi ke arah kota untuk mengurus paspor […]

  • DEWAN Pakar Sentil Golkar Deklarasikan Prabowo, Tak Sesuai Hasil Munas 

    DEWAN Pakar Sentil Golkar Deklarasikan Prabowo, Tak Sesuai Hasil Munas 

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    JAKARTA, detak24com – Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam menyentil Partai Golkar yang mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Pasalnya, hasil musyawarah nasional (munas) telah menetapkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres. Menurut Ridwan, sebenarnya Golkar boleh-boleh saja jika ingin mengubah dukungan mereka terhadap capres tertentu. Hanya saja, […]

  • DIANTAR Malam Hari, Ini yang Dilakukan Muhammad Adil Saat Fitria Serahkan Fee Umroh

    DIANTAR Malam Hari, Ini yang Dilakukan Muhammad Adil Saat Fitria Serahkan Fee Umroh

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    MERANTI, detak24com – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta fee dari program perjalanan umrah gratis yang dikelola PT Tanur Muthmainah Tour (TMT). Setiap paket perjalanan, Adil meminta fee sebesar Rp 3 juta. Perjalanan umrah gratis merupakan Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang digagas oleh Muhammad Adil. Kegiatan tahun 2022, dilaksanakan di Bagian Kesra Setdakab […]

  • CEK FAKTA! 80 Perusahaan Perkebunan di Riau Beraktifitas Secara Ilegal 

    CEK FAKTA! 80 Perusahaan Perkebunan di Riau Beraktifitas Secara Ilegal 

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Komisi III DPR RI beberkan data terbaru tentang konflik perkebunan di kawasan hutan. Setidaknya, 80 perusahaan beraktifitas secara ilegal di Riau.  Hal itu terungkap dalam kunjungan Komisi III DPR RI ke Provinsi Riau. Kedatangan para legislator itu dengan tujuan untuk membicarakan persoalan konflik pertanahan bersama Aparat Penegak Hukum (APH). Wakil Ketua Komisi […]

  • TINJAU Proyek, Plt Bupati Meranti Asmar Janji Bangun Infrastruktur Mendesak

    TINJAU Proyek, Plt Bupati Meranti Asmar Janji Bangun Infrastruktur Mendesak

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    MERANTI, detak24com – Baru beberapa pekan menjabat pasca KPK OTT Muhammad Adil, Plt Bupati Meranti H Asmar langsung membuat gebrakan.  Didampingi kepala OPD terkait, Asmar meninjau sejumlah pengerjaan proyek di dua kecamatan. Yakni, di Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, Jumat (28/04/23). Ia memulai peninjauan di Jalan Sungai Niur dan Pelabuhan Desa Sesap. Lalu menuju Jalan […]

  • TRAGIS! Bocah 6 Tahun Tewas Mengenaskan, Sirkus Waterplay Dumai Minta Tumbal Nyawa

    TRAGIS! Bocah 6 Tahun Tewas Mengenaskan, Sirkus Waterplay Dumai Minta Tumbal Nyawa

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUMAI, detak24com – Kolam renang Sirkus Waterplay Dumai Eco Park di Jalan Mattaim Telukmakmur, Dumai minta tumbal nyawa. Kali ini dialami seorang bocah berusia 6 tahun bernama Indira warga Simpang Bangko, Duri Rabu (26/4/2023) sekira pukul 17.30 WIB. Saat kejadian berlangsung tidak ada penjaga di sekitar lokasi kolam renang. Akibat kejadian ini, bocah naas meninggal […]

expand_less