Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Hilangkan Bau Limbah, PT EUP Dumai Timbun Parit, Pencemaran Lingkungan Mengancam!

Hilangkan Bau Limbah, PT EUP Dumai Timbun Parit, Pencemaran Lingkungan Mengancam!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Penanganan keluhan warga terkait bau menyengat dan aliran cairan hitam diduga limbah B3 milik PT EUP (Energi Unggul Persada) di kawasan Lubuk Gaung, Dumai, kembali menjadi sorotan.

Saat tim redaksi turun langsung ke lapangan pada Selasa pagi (27/10/26), terlihat parit yang sebelumnya menjadi jalur aliran cairan hitam telah ditimbun menggunakan alat berat oleh pihak perusahaan.

Penimbunan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, menutup parit tidak serta-merta menghilangkan zat pencemar apabila memang terdapat kandungannya dalam aliran maupun material sekitarnya.

Warga setempat, Nuriyah menyebutkan bahwa penimbunan parit tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan setelah aliran cairan hitam terjadi dan menimbulkan bau tak sedap.

“Setahu saya, parit itu sudah ditimbun sekitar seminggu setelah aliran limbah hitam mengalir. Sekarang parit yang sebelumnya menjadi jalur aliran itu sudah ditutup menggunakan alat berat. Tapi, kalau memang ada limbah di dalamnya, apakah dengan ditimbun begitu saja limbahnya bisa hilang? Kami berharap pihak terkait turun langsung memeriksa kondisi di lapangan, supaya persoalan ini benar-benar jelas dan tidak hanya tertutup begitu saja,” ujar Nuriyah.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius. Penimbunan parit seharusnya tidak membuat keluhan warga mengenai aliran cairan hitam dan bau menyengat berhenti tanpa kejelasan mengenai kondisi lingkungan di lokasi.

Sebab, apabila cairan yang sebelumnya mengalir terbukti mengandung bahan pencemar, penimbunan tidak otomatis menghilangkan zat tersebut. Material yang terindikasi tercemar bisa saja masih tertinggal di dalam tanah atau tertutup oleh timbunan.

Karena itu, pemeriksaan langsung dan pengujian lingkungan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Tanpa pemeriksaan, belum dapat dipastikan apakah lokasi tersebut mengandung bahan pencemar, bagaimana dampaknya, maupun apakah penimbunan yang dilakukan telah sesuai dengan penanganan lingkungan yang semestinya.

Warga Minta KLH Jangan Tinggal Diam

Warga berharap Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Dinas Lingkungan Hidup turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi parit yang telah ditimbun, menelusuri asal-usul aliran cairan hitam, serta mengambil sampel apabila diperlukan.

Persoalan ini dinilai tidak cukup disikapi hanya dengan melihat bahwa aliran yang sebelumnya tampak kini sudah tertutup. Hal yang lebih penting ialah memastikan apakah terdapat pencemaran, menghentikan sumber pencemaran apabila terbukti ada, serta melakukan penanganan dan pemulihan lingkungan sesuai ketentuan berlaku.

Jika memang tidak ditemukan pencemaran, hasil pemeriksaan yang transparan juga penting agar tidak muncul spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Sebaliknya, apabila ditemukan bukti pencemaran, warga berharap ada tindak lanjut yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk penelusuran pihak yang bertanggung jawab sesuai hasil pemeriksaan.

Jangan Sampai Persoalan Selesai Hanya di Permukaan

Penimbunan parit yang sebelumnya menjadi jalur aliran cairan hitam kini menjadi perkembangan penting dalam persoalan yang dikeluhkan warga Lubuk Gaung.

Namun, tertutupnya parit bukan bukti bahwa persoalan lingkungan telah selesai. Kepastian hanya bisa diperoleh melalui pemeriksaan yang memadai dan penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait.

Masyarakat berhak mengetahui kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka, terlebih ketika muncul keluhan mengenai bau menyengat dan aliran cairan yang mencurigakan.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan kandungan pencemar pada cairan hitam tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan resmi. Sorot Dumai juga membuka ruang bagi PT EUP untuk memberikan penjelasan mengenai penimbunan parit, tujuan pekerjaan tersebut, serta langkah yang dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan di lokasi.

Sebab, yang dibutuhkan warga bukan sekadar parit yang tertutup, melainkan kepastian bahwa persoalan yang mereka keluhkan benar-benar ditangani.

Humas PT EUP Dumai Faisal saat dikonfirmasi detak24com melalui pesan WA, belum memberi tanggapan. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu konfirmasi dari pihak perusahaan. (Red)

Editor : Kar

 

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • ANEH! Presiden Larang Umat Islam Bukber, Konser Musik dan Pesta Boleh

    ANEH! Presiden Larang Umat Islam Bukber, Konser Musik dan Pesta Boleh

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24com – Jelang masuk puasa Ramadan 1444 H beberapa waktu lalu, Presiden mengeluarkan larangan umat Islam buka bersama (bukber).      Larangan buka puasa bersama bagi umat Islam tersebut membuat masyarakat bingung. Sebab sebelum Ramadan tiba, pemerintah sudah sering membuat acara dengan mengumpulkan banyak orang.      Masyarakat dan pejabat pemerintah juga bebas bepergian […]

  • Info Haji 2026 : Satu Wafat, 3 JCH Riau Batal ke Tanah Suci 

    Info Haji 2026 : Satu Wafat, 3 JCH Riau Batal ke Tanah Suci 

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang JCH Riau dilaporkan wafat, sedangkan tiga lainnya dalam perawatan intensif di Batam. Sehingga, batal berangkat ke Tanah Suci. Informasi dirangkum, sebagian JCH Riau yang sebelumnya menjalani perawatan karena sakit di Batam dilaporkan sudah sehat. Jemaah yang dinyatakan sehat tersebut rencananya akan diberangkatkan bersama Kloter BTH 18 yang dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci […]

  • Warga Mengungsi, Dua Kecamatan di Inhil Direndam Banjir 

    Warga Mengungsi, Dua Kecamatan di Inhil Direndam Banjir 

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Inhil membuat debit air Sungai Reteh meluap dan banjir di sejumlah wilayah, Senin (30/12/24). Hingga pukul 12.30 WIB, dua Kecamatan yang sangat terdampak banjir yaitu, Kemuning dan Keritang, tepatnya di Desa Batu Ampar dan Kelurahan Selensen. Air sudah merendam rumah-rumah warga sehingga sejumlah warga untuk sementara harus […]

  • Miris! Jam Belajar Siswa Dumai Nongkrong di Kedai Tuak, Hasil Razia Satpol PP 

    Miris! Jam Belajar Siswa Dumai Nongkrong di Kedai Tuak, Hasil Razia Satpol PP 

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Satpol PP Kota Dumai menemukan fakta miris tentang kenakalan remaja. Saat razia, mendapati sejumlah siswa SMK bolos sekolah dan nongkrong di warung tuak. Anak didik generasi penerus bangsa itu kedapatan membolos sekolah. Saat itu masih jam pelajaran, karena masih pagi. “Mereka sengaja bolos untuk santai di warung sambil main game bersama teman temannya. […]

  • Toyota Kijang Terbakar Saat Isi Pertalite di SPBU Hangtuah Pekanbaru 

    Toyota Kijang Terbakar Saat Isi Pertalite di SPBU Hangtuah Pekanbaru 

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi melakukan penyelidikan penyebab kebakaran satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul di SPBU Jalan Hangtuah, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (20/07/26) malam. Tim Inafis Satreskrim Polresta Pekanbaru telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Kasi Humas Polresta Pekanbaru Iptu Muhammad Zamhur, mengatakan bahwa personel Polsek […]

  • KARHUTLA Ancam Kuansing, BMKG Deteksi 11 Titik Api

    KARHUTLA Ancam Kuansing, BMKG Deteksi 11 Titik Api

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    RIAU, detak24com – Satelit BMKG mendeteksi jumlah hotspot atau titik panas di Sumatera sore ini ada 141 titik, berdasarkan update pada Ahad (18/06/23) pukul 16.00 WIB. “Titik panas di wilayah Sumatera ada 141 titik, paling banyak di Sumbar ada 37 titik panas, riau 36 titik, bengkulu 19 titik, Babel 15 titik dan Sumsel 13 titik,” […]

expand_less