KKG Rumpun Marpoyan Damai Tuntaskan Bimtek Digitalisasi, Guru Dilatih Ciptakan Media Interaktif Berbasis PID
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month 32 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Rumpun Marpoyan Damai menuntaskan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua tahap. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi guru memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Bimtek yang dipimpin Ketua KKG Rumpun Marpoyan Damai, Ane Juliyana, S.Pd., tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni SD Negeri 114 Pekanbaru sebagai tempat pelaksanaan tahap pertama dan SD Al-Rasyid Pekanbaru pada tahap kedua, Sabtu (24/10/2026).

Pada tahap pertama di SD Negeri 114 Pekanbaru, peserta mendapatkan materi mengenai fondasi digitalisasi pembelajaran, meliputi pengenalan konsep digitalisasi, etika digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, tahap kedua di SD Al-Rasyid Pekanbaru difokuskan pada praktik pembuatan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan dari Amelia Madona, S.Pd., yang merupakan Guru Pejuang Digital Kemendikdasmen. Para guru dibimbing untuk mengembangkan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi pelajaran melalui layar digital.
Ketua KKG Rumpun Marpoyan Damai, Ane Juliyana, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penguatan pemahaman dasar digitalisasi menuju penerapan nyata di ruang kelas.
“Kalau di SDN 114 kita belajar teorinya, maka di SD Al-Rasyid ini kita buktikan. Hari ini kita tidak hanya bicara Canva dan AI, tetapi bagaimana media itu bisa hidup dan disentuh langsung oleh siswa melalui Papan Interaktif Digital (PID). Ini adalah masa depan kelas kita, pembelajaran yang mendalam, menyenangkan, dan memerdekakan anak,” ujar Ane Juliyana.
Dalam sesi praktik, para peserta terlihat antusias mempelajari cara mengubah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) konvensional menjadi media pembelajaran digital yang lebih menarik dan interaktif.
Berbagai bentuk media dikembangkan, mulai dari kuis dengan fitur drag-and-drop, video interaktif, hingga permainan edukasi yang dapat dioperasikan langsung melalui layar PID.
Melalui pendekatan tersebut, materi pembelajaran yang sebelumnya disampaikan secara pasif dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang mendorong keterlibatan siswa. Peserta didik nantinya berkesempatan maju ke depan kelas untuk menjawab kuis, menggerakkan objek pada layar, serta berinteraksi langsung dengan materi yang dipelajari.
Para guru peserta dari kedua sekolah pelaksana juga menilai pemanfaatan PID berpotensi mendukung penerapan delapan dimensi profil lulusan, khususnya kreativitas, kolaborasi, dan penalaran kritis.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap proses belajar mengajar, tetapi mampu mendorong perubahan metode pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, rangkaian Bimtek Digitalisasi Pembelajaran KKG Rumpun Marpoyan Damai ditutup dengan komitmen membentuk komunitas “Pejuang Digital Sindara – Mahir PID”.
Komunitas ini diharapkan menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, bertukar ide, serta mengembangkan praktik baik dalam pemanfaatan teknologi digital di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, KKG Rumpun Marpoyan Damai berupaya memperkuat kolaborasi antarguru sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Dengan demikian, transformasi digital di lingkungan sekolah tidak berhenti pada penguasaan perangkat teknologi, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas pengalaman belajar dan pengembangan potensi siswa.(*)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang
















