Hilang Sepekan, Kakek 80 Tahun Ditemukan di Hutan Lebat Desa Maini Tebingtinggi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

Kakek 80 tahun ditemukan dalam hutan lebat usai hilang sepekan di Desa Maini, Kecamatan Tebingtinggi. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MERANTI, detak24com – Seorang kakek berusia 80 tahun asal Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti yang hilang selama sepekan, ditemukan dalam hutan lebat dengan kondisi selamat.
Korban diketahui bernama Selamat, ditemukan tim SAR dan warga di dalam hutan dengan vegetasi cukup lebat pada Kamis (13/08/26). Saat ditemukan, ia dalam posisi duduk sekitar 600 meter ke arah timur dari lokasi pencarian sebelumnya.
Kanit SAR Kepulauan Meranti Prima Herrie, mengatakan bahwa Selamat ditemukan dalam kondisi relatif baik. Tekanan darahnya normal dan tidak ditemukan luka pada kakinya.
“Tensinya normal, kondisinya stabil, semua normal. Luka di kaki juga tidak ada,” kata Herrie, Sabtu (15/08/26).
Menurut dia, lokasi penemuan berada di kawasan hutan dengan vegetasi cukup padat yang didominasi tanaman bakau dan semak belukar. Bahkan, petugas harus membuka jalur untuk mencapai titik keberadaan korban.
“Tidak ada jalan setapak ke sana, karena memang rimbun. Kami menuju ke sana untuk mengevakuasi korban saja harus buka jalur,” ujarnya.
Selamat kemudian dievakuasi menuju rumah keluarganya dengan cara digendong petugas. Kondisinya selanjutnya diperiksa oleh bidan setempat.
Yang membuat tim pencarian heran, Selamat justru ditemukan di arah timur. Sementara, penyisiran sebelumnya lebih difokuskan ke arah barat laut.
Herrie mengatakan, tim sebelumnya menduga kecil kemungkinan Selamat mampu menembus kawasan hutan tersebut karena kondisi medan yang sangat lebat.
“Kami saja orang normal, berapa jam waktu untuk menyisir ke sana. Jadi kami berpikir tidak mungkin korban ke sana,” katanya.
Titik keberadaan Selamat akhirnya diketahui setelah warga yang ikut mencari memanggil namanya dari sekitar kawasan hutan.
“Dipanggil-panggil, ‘Selamat, Selamat!’ Tiba-tiba nyahut dia dengan jawaban ‘Oi, oi’. Di situlah kami kemudian bergerak mencari titik keberadaannya,” tuturnya.
Petugas kemudian bergerak menuju sumber suara dan menemukan Selamat dalam kondisi duduk di tengah hutan.
Saat ditemukan, pakaian Selamat disebut sudah compang-camping. Berdasarkan informasi keluarga, sebelumnya korban disebut tidak mengenakan baju.
Lamanya Selamat bertahan di dalam hutan juga menjadi pertanyaan bagi tim SAR. Sebab, selama sekitar sepekan menghilang, belum diketahui secara pasti bagaimana ia memenuhi kebutuhan makan dan minumnya.
Dia menyebut, ada warga yang mengatakan Selamat sempat bercerita mengonsumsi daging kancil selama berada di hutan. Namun, informasi tersebut masih berdasarkan cerita warga dan belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, Selamat dilaporkan hilang sejak Jumat (7/8/2026). Berdasarkan keterangan keluarga, ia saat itu hendak membeli rokok di sebuah warung.
Dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya, Kelana, yang kemudian sempat mengantarnya menuju rumah. Namun, Selamat tidak diantar hingga ke rumah dan melanjutkan perjalanan seorang diri.
Selamat diketahui memiliki kebiasaan menggunakan jalan pintas melalui kawasan kebun sagu untuk menuju rumahnya. Dari informasi tersebut, tim SAR sebelumnya menduga korban berada di sekitar Desa Maini, khususnya jalur pintas kawasan kilang sagu yang tembus ke belakang rumahnya.
Setelah ditemukan, Selamat direncanakan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas untuk memastikan kondisinya setelah bertahan selama sepekan di kawasan hutan, seperti dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : Kar












