Diduga Dicabuli Kiai, Santri Melahirkan di Ponpes Nurul Tauchid Singingi Hilir
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi santri korban pencabulan. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUANSING, detak24com – Seorang santri melahirkan di Pondok Pesantren Nurul Tauchid, Desa Sumber Jaya, Singingi Hilir, Kuansing. Warga pun dibuat heboh dengan peristiwa tersebut.
Santriwati itu diketahui berinisial AF. Ia melahirkan seorang anak di pondok pesantren Dusun Mekar Jaya, Desa Sumber Jaya, Singingi Hilir pada 28 Juni lalu.
Hingga Kamis, 2 Juli 2026, belum ada laporan dari pihak korban dan masyarakat sekitar yang memberi kesan seakan-akan bungkam.
Tepat Selasa (07/07/26) malam, sejumlah pemuda mendatangi sebuah rumah warga yang diduga sebagai korban pelecehan seksual seorang oknum kiai pengasuh pondok pesantren berinisial I.
Kedatangan para pemuda dipicu kabar yang menyebut sedikitnya ada lima santriwati diduga menjadi korban pencabulan. Hingga ada yang hamil dan melahirkan berinisial AF.
“Itu (santri melahirkan) sekarang heboh,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Rabu (07/07/26).
Warga maupun keluarga korban terkesan memilih diam, karena merasa takut dan segan terhadap pengelolah ponpes yang dikenal sebagai seorang kyai sekaligus tokoh agama.
“Kami panggil I tadi malam di rumah salah satu korban. Korbannya yang ini sudah menikah. Malam itu ia mengaku ada lima korban,” ujar warga lain yang minta namanya diinisialkan kepada wartawan, sebut saja EM.
Diketahui, kasus itu mulai mencuat ketika seorang santriwati berinisial AF, sekitar 23 tahun, melahirkan di kamar pondok pesantren tersebut.
AF pun dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan penanganan medis, karena plasenta masih tertinggal dalam rahim.
Peristiwa itu disebut menjadi titik awal terbukanya dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya tertutup rapat.
Awalnya AF dikabarkan enggan mengungkap siapa ayah dari bayi yang baru ia lahirkan. Namun, setelah mendapat desakan, ia akhirnya mengaku bahwa pelaku yang diduga melakukan perundungan adalah berinisial I.
“Ini membuat warga marah,” katanya lagi.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh lagi, persoalan tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan. Namun tak menemui solusi terbaik.
“Sepertinya tak ada jalan damai,” katanya lagi.
Sementara itu, bidan Winasi yang menangani persalinan saat dihubungi di nomor 085270548***, belum berhasil terkoneksi. Pesan singkat mengenai info tersebut juga belum ada balasan.
Begitu juga dengan Kepala Dusun Mekar Jaya Desa Sumber Jaya Fatqurrohman, yang dihubungi via 081268956***, belum memberikan jawaban.











