DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Lapangan Sepakbola Dibangun Koperasi Ratusan Siswa SMAN 2 Kampar Unjuk Rasa 

Siswa SMAN 2 Kampar unjuk rasa tolak lapangan sepakbola dibangun koperasi. f : ist

KAMPAR, detak24com – Ratusan siswa SMAN 2 Kampar menggelar aksi protes atas penggusuran lapangan sepakbola tempat mereka olahraga dibangun koperasi.

Di area sekolah, mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan keadilan dan permintaan kejelasan terkait pembangunan di atas lapangan tersebut.

Lapangan sepakbola yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah itu dikabarkan akan dibangun Koperasi Desa. Namun, para siswa menolak pembangunan tersebut karena dinilai mengganggu sarana olahraga yang masih aktif digunakan, baik oleh siswa maupun masyarakat sekitar.

Aksi para siswa ini pun viral di media sosial setelah video penggusuran lapangan diunggah oleh akun TikTok  @IkhsanFabiano.

Dalam video itu tampak bekas galian pengerjaan dan pondasi bangunan mulai dibuat di atas lapangan.

Salah seorang yang ikut dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa mereka bukan menolak pembangunan secara keseluruhan, melainkan mempertanyakan lokasi dan kejelasan izin proyek tersebut.

“Kami bukannya tidak setuju dengan pembangunan, tapi ini fasilitas sekolah yang masih kami gunakan. Pondasi sudah dibuat, sementara kami belum mendapatkan penjelasan resmi. Kami hanya butuh keadilan,” ujar perekam video sambil melihatkan proses pembangunan, Ahad (15/02/26).

Menurut para siswa, lapangan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk pelajaran olahraga, tetapi juga menjadi tempat latihan ekstrakurikuler dan kegiatan pertandingan antarsekolah.

Bahkan, masyarakat sekitar turut menggunakan lapangan itu untuk berolahraga pada sore hari.

“Lapangan ini bukan hanya untuk siswa SMAN 2 Kampar, tapi juga untuk masyarakat. Kalau dibangun di sini, kami mau olahraga di mana lagi?” lanjutnya.

Siswa juga meminta Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk turun tangan dan memberikan penjelasan yang transparan.

Para siswa berharap Dinas terkait segera memberikan klarifikasi mengenai status lahan, perizinan pembangunan, serta solusi atas hilangnya fasilitas olahraga tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi yang dilakukan murni aksi damai tanpa unsur anarkis.

“Kami hanya ingin penjelasan dan keadilan. Ini fasilitas sekolah yang masih kami gunakan. Tolong beri keadilan kepada kami,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau maupun pihak Koperasi Desa terkait legalitas dan izin pembangunan di atas lapangan sepak bola tersebut, diikutip dari Riau online. (*)

Editor : kar