Gempar! Pria Dumai Tantang Prabowo Duel, Ini Sebabnya!
Andi Setiawan saat berorasi di kantor Kejari Dumai. f : ist
DUMAI, detak24com – Gelombang perlawanan rakyat kecil terhadap kesewenang-wenangan korporasi raksasa bergema Dumai. Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAP-Tekal) turun ke jalan ‘menggedor’ pintu kantor Kejaksaan setempat.
Mereka menyoroti dugaan korupsi besar-besaran serta upaya penghilangan barang bukti yang dituding dilakukan oleh oknum PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Dumai.
Baca juga : Rugikan Negara 6 M, Jaksa Joko Prabowo Seret Empat Koruptor Poltek KP Dumai ke Meja Hijau
Dikutip dari thekingbingal.com, Jumat (22/08/25), dalam aksi yang berlangsung pada Rabu, tanggal 20 Agus 2025 itu, massa menuntut agar aparat penegak hukum tidak pura-pura buta terhadap laporan yang selama ini seakan dipetieskan.
Ketua FAP-Tekal Dumai, Ismunandar alias Ngah Nandar dengan lantang menyebut dua nama pejabat penting perusahaan yang dinilai harus bertanggung jawab. Yakni, Iwan Kurniawan (General Manager) dan Syahrial Okzani (Manajer HSSE) PT KPI RU II Dumai.
“Kami mendesak Kejaksaan Negeri Dumai untuk segera menindaklanjuti laporan kami. Iwan Kurniawan dan Syahrial Okzani tidak bisa bersembunyi di balik jabatannya. Mereka harus bertanggung jawab atas penghancuran pos keamanan yang jelas-jelas sudah masuk dalam objek perkara penyidikan,” tegas Ngah Nandar di hadapan massa.
Aksi ini tidak sia-sia. Ngah Nandar mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil memperoleh tiga produk hukum penting dari Kejari Dumai yang akan dijadikan senjata untuk terus mengawal kasus dugaan korupsi di tubuh PT KPI RU II Dumai.
“Alhamdulillah, ini adalah kemenangan awal bagi rakyat. Tiga produk hukum ini menjadi dasar perjuangan kami. Dan kami pastikan, FAP-Tekal tidak akan mundur selangkah pun sampai kasus ini terbongkar tuntas,” ujarnya penuh semangat di sela-sela aksi.
Pihaknya akan kawal kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. “Kalau rakyat kecil saja bisa langsung dihukum, maka pejabat perusahaan raksasa pun harus diperlakukan sama. Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini,” tegas dia.
Namun, sorotan paling dramatis datang dari Andi Setiawan, warga yang merasa dirugikan langsung akibat ulah perusahaan. Dengan nada emosional, ia menumpahkan kekesalannya kepada aparat penegak hukum saat berorasi.
“Saya tantang Prabowo (Joko Prabowo,red), penyidik kejaksaan (Kejari Dumai) untuk duel satu lawan satu! Saya sudah muak dengan proses hukum yang bertele-tele. Saya dan keluarga dizalimi, dirugikan, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan. Sampai kapan kami harus menunggu keadilan,” teriak Andi yang sontak membuat suasana memanas.
Meski orasi bernada keras dan penuh amarah, FAP-Tekal memastikan bahwa aksi mereka tetap berada dalam koridor damai. Bagi mereka, suara lantang itu bukanlah ancaman, melainkan jeritan keputusasaan rakyat kecil yang kian kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum.
Aksi ini terpantau berjalan dengan lancar, aman dan tertib, walau sembari adanya pembakaran ban bekas. (Red)
Editor : Kar
