Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Mantan Presiden Jokowi Terseret Korupsi Haji Rp 1 Triliun Lebih, Ini Perannya!

Mantan Presiden Jokowi Terseret Korupsi Haji Rp 1 Triliun Lebih, Ini Perannya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – KPK bakal memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus korupsi kuota haji 2024. Sebab, hal itu terjadi pada masa akhir pemerintahan dia.

Kasus ini berpusat pada penyelewengan kuota haji tambahan sebanyak 20 ribu jamaah. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menegaskan lembaga anti rasuah tidak akan tebang pilih dalam memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangannya. Pemanggilan saksi-saksi, termasuk terhadap Jokowi, sepenuhnya bergantung pada kebutuhan penyidik.

Baca juga : Bukan Jokowi, Presiden RI Ini yang Harus Diteladani Versi Gibran 

“KPK terbuka untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini dan dapat membantu membuka serta membuat terang penanganan perkara ini,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip, Selasa (12/08/25).

Keterkaitan nama Jokowi muncul karena tambahan kuota 20 ribu jamaah merupakan hasil lobi mantan presiden itu kepada pemerintah Arab Saudi. Hal itu semata untuk memangkas tenggat waktu tunggu calon jamaah haji, kurang lebih selama 15 tahun.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan, permintaan tersebut bertujuan memangkas antrean haji reguler yang bisa mencapai belasan tahun.

“Tambahan 20 ribu kuota ini hasil pertemuan Presiden RI (saat itu Jokowi) dengan pemerintah Arab Saudi. Alasannya karena antrean haji reguler sampai 15 tahun lebih,” ujar Asep, Sabtu (9/8) dini hari.

Namun, dugaan korupsi terjadi karena pembagian kuota tambahan itu tidak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Sesuai aturan, 92 persen kuota harus untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

Jika mengacu aturan, dari 20 ribu kuota tambahan, seharusnya 18.400 untuk jamaah haji reguler dan 1.600 untuk haji khusus. Namun, pembagian dilakukan 50:50, 10 ribu untuk reguler dan 10 ribu untuk khusus.

“Itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, karena dibagi dua tidak sesuai aturan,” jelas Asep.

KPK menduga penyimpangan ini menjadi sumber kerugian negara yang ditaksir lebih dari Rp 1 triliun. Meski naik ke tahap penyidikan, KPK masih mencari pemberi perintah di balik kebijakan ilegal ini, serta pihak yang menerima aliran dana.

“Potensial tersangkanya tentu terkait alur perintah dan aliran dana. Siapa yang memerintahkan pembagian kuota tidak sesuai aturan ini,” pungkasnya, dikutip dari JPNN. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Depok Uji Coba Ganjil Genap di Jalan Margonda Dilaksanakan Pekan Depan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    detak24.com – Uji coba sistem pembatasan kendaraan di jalan raya berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil dan genap akan dilaksanakan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, dari 4 sampai 5 Desember 2021 mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. “Penerapan Gage (ganjil-genap) ini kewenangan Polda, Pemkot Depok juga terus melakukan koordinasi. Kami memberikan […]

  • Panjang Jalan Tol Era Jokowi 1.900 Km, Kalahkan Pembangunan 40 Tahun

    Panjang Jalan Tol Era Jokowi 1.900 Km, Kalahkan Pembangunan 40 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    Jakarta, detak24.com — Presiden Joko Widodo mengatakan selama 40 tahun Indonesia hanya bisa membangun tol sepanjang 700 km. Namun, pada masa kepemimpinannya, selama 7 tahun Indonesia mampu membangun jalan tol sepanjang 1.900 Km. “Sampai tahun 2014, selama 40 tahun, Indonesia hanya mampu membangun 780 kilometer jalan tol. Maka, mulai tahun 2014 itu, pemerintah mendorong percepatan […]

  • ENAM Fakta Ponpes Al Zaytun Indramayu yang Acap Tuai Kontroversi

    ENAM Fakta Ponpes Al Zaytun Indramayu yang Acap Tuai Kontroversi

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    INDRAMAYU, detak24com – Salat Idul Fitri di Ponpes Al Zaytun  Indramayu, viral. Itu karena dalam salat yang digelar Sabtu (22/4/2023), terdapat jamaah perempuan di barisan terdepan diantara laki-laki. Selain itu, saf salat pun dibuat berjarak. Ponpes Al Zaytun Indramayu berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Sejak lama memang acap menuai kontroversi. Berikut fakta-faktanya: […]

  • Pria Paruh Baya Tewas di Sungai Kuantan Desa Kampung Baru Gunung Toar, Tenggelam Saat Menjala

    Pria Paruh Baya Tewas di Sungai Kuantan Desa Kampung Baru Gunung Toar, Tenggelam Saat Menjala

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Seorang warga Kecamatan Gunung Toar, Kuansing hilang di Sungai Kuantan, Jumat (27/06/25) petang. Dia tenggelam saat menjala ikan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Ardi Muklis (58), warga Desa Kampung Baru tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB. Dia menjala ikan bersama temannya di Sungai Kuantan, tepatnya dekat Desa Seberang Gunung. “Korban […]

  • RESMI! KIM Usung Prabowo-Gibran, Daftar Rabu Ini

    RESMI! KIM Usung Prabowo-Gibran, Daftar Rabu Ini

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Secara resmi, Koalisi Indonesia Maju atau KIM usung Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2024 mendatang. Keputusan tersebut dibulatkan pada rapat Parpol koalisi KIM di kediaman Prabowo Subianto, Jaksel, Ahad (22/10/23). Dalam rapat dihasilkan sejumlah poin. Salah satunya, disepakati KIM usung Prabowo-Gibran menjadi capres dan cawapres cawapres untuk maju di Pilpres 2024. Prabowo menyatakan, keputusan […]

  • Kapolsek Siak Kecil, IPDA Eko Wahyu. F : IST

    PROFIL :  Ipda Eko Wahyu, Kandidat Doktor yang Kini Jabat Kapolsek Siak Kecil

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    KAPOLDA Irjen Pol Mohammad Iqbal baru saja merotasi 107 personel di lingkungan Polda Riau. Salah satu yang mendapat promosi ialah Ipda Eko Wahyu.  Pria yang sebelumnya menjabat Pamin pada Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) ini, dipercaya menjabat Kapolsek Siak Kecil, Polres Bengkalis. Lantas seperti apa sosoknya? Eko Wahyu Nursitiyawan Besari lahir di Pekanbaru pada 7 Oktober 1986. Pertama […]

expand_less