Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Kemenkeu Sebut PPN 12 Persen Tak Pengaruhi Ekonomi Secara Signifikan

Kemenkeu Sebut PPN 12 Persen Tak Pengaruhi Ekonomi Secara Signifikan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – Pro dan kontra terus mencuat terkait rencana kenaikan pajak pertambahan nilai atau PPN 12 persen yang dijadwalkan berlaku awal Januari 2025.

Kebijakan ini memicu beragam pendapat di tengah masyarakat dan pelaku usaha mengenai dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memastikan, dampak kebijakan ini terhadap inflasi dan ekonomi akan sangat minimal.

“Saat ini, inflasi berada di level rendah, yaitu 1,6 persen. Sementara itu, dampak kenaikan PPN menjadi 12 persen terhadap inflasi hanya sekitar 0,2 persen,” ujar Febrio dalam keterangan resminya di Jakarta.

Febrio menambahkan, pemerintah tetap berkomitmen menjaga inflasi sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yaitu di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap kuat meski ada kenaikan PPN jadi 12 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan akan tetap berada di atas 5 persen, dan target pada 2025 mencapai 5,2 persen. Dengan demikian, kenaikan PPN jadi 12 persen dipastikan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sebagai upaya mengurangi beban masyarakat, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah kompensasi melalui berbagai paket stimulus ekonomi.

Langkah tersebut mencakup pemberian bantuan pangan, diskon tarif listrik, pembebasan pajak penghasilan selama satu tahun untuk buruh di sektor tekstil, pakaian, alas kaki, dan furnitur, serta pembebasan PPN untuk pembelian rumah tertentu.

“Paket stimulus ini menjadi bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan bahwa dampak kenaikan PPN tetap terkendali,” tambah Febrio.

Pemerintah optimistis bahwa dengan kombinasi kebijakan yang terukur, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan tetap terjaga sesuai target APBN sebesar 5,2 persen. Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak khawatir secara berlebihan terhadap kenaikan PPN jadi 12 persen, mengingat kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil dengan inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan yang positif. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKIBAT LONGSOR, Dua Unit Rumah di Pekanbaru Tertimbun Tanah

    AKIBAT LONGSOR, Dua Unit Rumah di Pekanbaru Tertimbun Tanah

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Dua unit rumah yang berada di Perumahan Bakti Cipta Residence, Jalan Budi Bakti, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru mengalami rusak parah dan sebagian tertimbun longsor. Rumah tersebut tertimpa longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Pekanbaru sejak Rabu (21/12/2022) malam. Bencana longsor itu terjadi pada Kamis (22/12/22) sekitar dini hari sekitar […]

  • Satpol-PP Segel Tiga Outlet Holywings Surabaya

    Satpol-PP Segel Tiga Outlet Holywings Surabaya

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Surabaya, detak 24.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Satpol PP akhirnya menyegel tiga outlet Holywings. Hal itu menyusul kasus dugaan penistaan agama terkait promosi minuman alkohol gratis.       Penyegelan dilakukan dengan pemasangan gembok rantai pada pintu masuk gedung. Selanjutnya, petugas Satpol PP juga menempel stiker tanda penyegelan dan garis pengaman di area tersebut. […]

  • PASCA Kabut Asap Karhutla, 31 Ribu Lebih Warga di Riau Terjangkit  ISPA 

    PASCA Kabut Asap Karhutla, 31 Ribu Lebih Warga di Riau Terjangkit  ISPA 

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Diskes Riau mencatat ada 31.093 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) hingga Agustus 2023. Penderita ISPA dari kelompok balita tergolong tinggi hingga 9 ribu kasus. Itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal melalui Kepala seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Melly Agrina Melia. Ia menyebut jumlah tersebut terbagi dalam kategori […]

  • PERTENTANGAN Kubu Prabowo dengan Ganjar Bisa Untungkan Anies Capres

    PERTENTANGAN Kubu Prabowo dengan Ganjar Bisa Untungkan Anies Capres

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 43Komentar

    JAKARTA, detak24com – Pertentangan yang keras antara dua poros pendukung bakal capres Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto, justru dimanfaatkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan untuk semakin solid mengusung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan calon pada Pilpres 2024. Disampaikan analis komunikasi politik Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, koalisi yang mengusung Prabowo, belum menemui […]

  • Pemain Juventus melakukan selebrasi usai membobol gawang Cagliari. F : IST

    HASIL Juventus vs Cagliari 2:1, Nyonya Tua Puncaki Klasemen

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    RAKSASA Juventus memetik kemenangan di giornata ke-12 Serie A 2023/2024. Dengan demikian, Bianconeri memimpin klasemen sementara dengan menjungkalkan Inter Milan. Menjamu Cagliari, Si Nyonya Tua menang dengan skor tipis 2-1, Ahad (12/11/23) dinihari WIB, Juventus berhasil unggul di laga ini berkat gol Gleison Bremer dan Daniele Rugani. Namun Cagliari mampu memperkecil kedudukan berkat gol Alberto Dossena. Berkat hasil ini, tuan […]

  • Polri Diklaim ‘Lindungi’ Mafia Minyak Goreng

    Polri Diklaim ‘Lindungi’ Mafia Minyak Goreng

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 27Komentar

    JAKARTA, detak24.com — Masyarakat menanti kepolisian mengumumkan mafia minyak goreng seperti yang dijanjikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Sebelumnya sudah disampaikan diumumkan 21 Maret, namun hingga kini belum juga terlaksana. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan membeberkan alasan penegak hukum belum juga mengumumkan mafia minyak goreng. “Pak Menteri dan kami merasa yakin […]

expand_less