Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bukan Hilang, BKSDA Pastikan 2 Lumba-Lumba di Bali Mati karena Sakit

Bukan Hilang, BKSDA Pastikan 2 Lumba-Lumba di Bali Mati karena Sakit

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

detak24.com – Dua lumba-lumba yang pernah dinaiki Lucinta Luna beberapa waktu lalu, diketahui mati karena sakit. Kasi Konservasi Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bali Sumarsono memastikan lumba-lumba tersebut tidak menghilang.

“Dolphins yang kami sita sebagian sudah dalam keadaan tidak sehat umumnya, atau biasanya sakit hepatitis akut yang tidak ketahuan, dilihat dari warna mata yang agak kekuningan. Karena sudah habis-habisan dieksploitasi oleh pemilik lama secara berlebihan,” kata Sumarsono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/11).

Menurutnya, Lumba-lumba yang ditunggangi Lucinta Luna dengan rekan-rekannya memang kurang gizi atau kurang makan karena pengunjung sepi akibat pandemi Covid-19.

“Tidak pernah dicek kesehatan. Medical record yang benar tidak ada. Sehingga, ketika kami rampas ada beberapa yang sakit walau kelihatan sehat. KSDA Bali jadi serba salah. Yang sakit-sakit itu, kalau tidak kita sita, salah, kalau kita biarkan, salah, kalau kita pelihara lalu mati di tangan kita, salah, kalau kita lepas, tambah salah lagi,” ujarnya.

Dia membantah kabar beredar yang menyebutkan lumba-lumba tersebut hilang. “Jadi jangan dianggap kalau Lumba-lumba berkurang, dianggap hilang karena kita jual atau kita sate. Lagian gimana caranya kita jual Lumba-lumba segede itu di pasar tanpa menimbulkan kegemparan di pasar,” bebernya.

Ia mengungkapkan, bahwa dua Lumba-lumba itu mati karena sakit dan pihaknya sudah melakukan perawatan agar Lumba-lumba tersebut bisa hidup.

“Saya tidak baca hasil nekropsi atau autopsinya. Tapi yang jelas mati bukan karena dibunuh. Wong sudah kami rawat intens, kami sayang-sayang, kami pantau, keeper-nya siang malam nungguin jangan sampa mati, temen UNUD (Universitas Udayana) bolak-balik bantuin, karena sayang aset negara. Tapi gimana lagi, wong dari awal disita sudah sakit,” ujar Sumarsono.

Namun saat ditanya, kapan dua Lumba-lumba itu mati pihaknya mengaku lupa tanggalnya. “Saya lupa. Saya cuma nangkap dan sita,” ujar Sumarsono.

Sebelumnya, Koalisi Anak Negeri, lembaga swadaya masyarakat yang fokus dan peduli terhadap satwa lindung mempertanyakan dua Lumba-lumba yang sempat viral ditunggangi oleh Lucinta Luna yang diduga hilang.

Lumba-lumba itu, awalnya berada di Dolphin Lodge Bali (DLB) milik PT Piayu Samudra Bali dan dilepas Pantai Mertasari Sanur ke Bali Exotic Marine Park, karena buntut dari aksi Lucinta Luna menunggangi lumba-lumba tersebut dan viral di media sosial pada April 2021 lalu.

“Kasus itu, dimulai dari (Lucinta Luna) terus panjang akhirnya mereka pindahkan tapi dipindahkan ke tempat yang sama saja yang tidak layak. Kami pertanyakan itu, terus tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan apa-apa. Terakhir, dari teman kami ke sana dia dapatkan dari tujuh itu dia dapatkan yang kelihatan cuma lima,” kata Pinneng Sulungbudi selaku Inisiator Koalisi Anak Negeri.

Dua lumba-lumba itu diduga hilang, saat salah satu perwakilan dari Koalisi Anak Negeri belum lama ini pergi untuk melihat nasib lumba-lumba yang dititip BKSDA Bali di Bali Exotic Marine Park.

“Ketika sudah di sana kami sedih melihatnya. Dari tiga kolam yang ada, lima Lumba-lumba dari Bali Dolpin Lodge diletakan dalam satu kolam yang sama dengan ukuran kecil dan dangkal. Mereka juga terus menerus terpapar mata hari. Selain itu kami menemukan kejanggalan, seharusnya ada tujuh Lumba-lumba dari sana. Ke mana dua Lumba-lumba. Kita, harus dapat jawaban dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya. [cob]

Sumber: Merdeka

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • HEBOH! Hujan Es Turun di Pekanbaru, Pertamakali Terjadi

    HEBOH! Hujan Es Turun di Pekanbaru, Pertamakali Terjadi

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Warga dihebohkan dengan fenomena hujan es Pekanbaru, Sabtu (25/03/23) petang, saat hujan deras melanda. Salah seorang warga Kecamatan Tuah Madani, Ilyas mengaku kaget dengan fenomena yang jarang, bahkan baru pertama kali terjadi hujan es di Pekanbaru. “Sudah dari jam 5 sore tadi hujan es di Panam,” kata Ilyas kepada Halloriau.com. Selain itu, […]

  • Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Wilayah Riau

    Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Wilayah Riau

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Hujan dengan intensitas ringan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi mengguyur Riau, Senin (4/4/2022). Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Ahmad Agus mengatakan, hujan sudah mengguyur Riau sejak pagi hari dan akan berlangsung hingga dini hari. “Hujan bersifat tifak merata, hanya terjadi di sebagian wilayah Riau saja,” ujar Forecaster […]

  • SADIS! Gegara Brondolan, Remaja Tewas Diparang Kawan di Sungai Kuti Rohul

    SADIS! Gegara Brondolan, Remaja Tewas Diparang Kawan di Sungai Kuti Rohul

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Gegara dituduh mencuri brondolan, seorang remaja bernama Fahru Rozi (17) di Sungai Kuti Rohul tewas ditebas temannya, . Informasi dirangkum, Rabu (24/04/24), insiden berdarah itu terjadi pada Jumat, tanggal 19 Maret sekitar pukul 15.00 WIB. Bermula saat pelaku TL (20) mengambil brondolan sawit di PT SAM. Lalu brondolan disimpan di semak-semak. “Namun […]

  • LANAL Dumai Amankan TKI Ilegal dan 4 WNA Rohingnya, Berencana ke Malaysia

    LANAL Dumai Amankan TKI Ilegal dan 4 WNA Rohingnya, Berencana ke Malaysia

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    DUMAI, detak24com – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai dan Satgas Celebes BAIS TNI menggagalkan pemberangkatan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Pantai Cermin, Sumut dan 4 WNA Rohingnya yang hendak diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal, Sabtu (03/06/23) sekira pukul 15.30 WIB. Mereka diamankan di pantai Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, […]

  • Colt Diesel Nabrak Tronton di Tol Permai, Supir-Penumpang Patah Kaki

    Colt Diesel Nabrak Tronton di Tol Permai, Supir-Penumpang Patah Kaki

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Pekanbaru, detak24.com – Supir colt diesel serta seorang penumpang patah kaki usai menabrak tronton di Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) KM 22/600 B, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (22/06/22). Kasat PJR Polda Riau, AKBP Irmadison menjelaskan, kejadian bermula saat mobil colt diesel bergerak dari arah Dumai menuju Pekanbaru. “Saat bergerak di Tol Permai, sesampainya di KM […]

  • Taman Nasional Tesso Nilo Diamuk Si Jago Merah, Empat Hektare Jadi Bara 

    Taman Nasional Tesso Nilo Diamuk Si Jago Merah, Empat Hektare Jadi Bara 

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Karhutla melanda kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya pada Resort Lancang Kuning, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dirangkum Senin (21/04/25), karhutla di TNTN terjadi sejak Jumat (18/04/25). Namun, baru diketahui secara luas pada Ahad (20/04/25). Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri mengungkapkan bahwa titik koordinat hotspot terpantau dari Dashboard […]

expand_less