RANSOMWARE Lumpuhkan Layanan Bank BSI, Curi Data Pengguna
JAKARTA, detak24com – Bank BSI (Bank Syariah Indonesia) diduga korban ransomware lockbit 3.0, yang menyebabkan gangguan layanan perbankan ATM maupun mobile banking (m-banking) selama beberapa hari sejak Senin (08/05/23).
Dugaan itu diungkap pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto lewat cuitannya. Teguh juga melampirkan tangkapan layar pengumuman Lockbit 3.0.
“Setelah kemarin seluruh layanan @bankbsi_id offline selama beberapa hari dengan alasan maintenance, hari ini terkonfirmasi bahwa mereka menjadi korban ransomware,” tulis Teguh dalam cuitannya, Sabtu (13/05/23) pagi. CNN Indonesia telah mengkonfirmasi cuitan ini pada Teguh.
Ia memaparkan total data yg dicuri dari serangan terhadap sistem bank BSI mencapai 1,5 TB. Data tersebut diklaim memuat 15 juta data pengguna dan password untuk akses internal dan layanan yang mereka gunakan.
“Selain itu kebocoran ini juga termasuk data karyawan, dokumen keuangan, dokumen legal, NDA dan lainnya,” tutur Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menjelaskan data pelanggan yang bocor diantaranya adalah nama, nomor ponsel, alamat, saldo di rekening, nomor rekening, history transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan beberapa data lain.

12 thoughts on “RANSOMWARE Lumpuhkan Layanan Bank BSI, Curi Data Pengguna”