SAKIT Ngorok, Puluhan Kerbau Warga Kuansing Mati di Kubangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 8 Mei 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUANSING, detak24com – Beredar informasi puluhan ekor bahkan ratusan ternak kerbau masyarakat Kenegerian Kopah, Kuansing mati di kubangan. Ternak tersebut mati diduga akibat penyakit ngorok.
Atas kondisi itu, peternak minta pemerintah melalui Dinas Peternakan Kuansing untuk turun tangan mengatasi kasus tersebut. Pasalnya, kalau tidak segera diatasi dikuatirkan bakal banyak lagi ternak masyarakat yang mati.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Faralinda Sari mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan terkait adanya ratusan kerbau mati di Kuansing.
“Sampai dengan saat ini provinsi belum ada mendapatkan laporan kasus tersebut di sistem informasi kesehatan hewan Indonesia,” kata Faralinda Sari, Senin (08/05/23).
Namun, pihaknya meminta Dinas Peternakan Kuansing segera menyelidiki informasi tesebut. “Kami masih menunggu hasil investigasi Dinas Peternakan Kuansing. Jadi kita tunggu hasil turun lapangan hari ini,” ujarnya.
Ditanya apa penyebab ternak kerbau mati di Kuansing itu, Faralinda belum bisa memastikan namun diduga karena penyakit ngorok.
“Kemungkinan besar penyakit yang banyak menyebabkan kematian di kerbau, yaitu penyebabnya Septicaemia epizootica (SE) atau sapi ngorok,” tukasnya.
Sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu. Peternak terpaksa menyembelih hewan ternak mereka lebih dini.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











