TIGA Kontroversi M Adil Sebelum KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti
Kunker Bupati Meranti di Desa Penyagun
detak24com – Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil terjaring OTT KPK, Kamis (6/4/2023) malam. Bagaimana sepak terjang bupati di kabupaten termuda di Riau itu?
Sebelum KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, M Adil dikenal bupati ‘bagak’. Sebelum jadi bupati terlebih dahulu menjadi legislator di DPRD Riau. Ketika jadi wakil rakyat, dia pun beberapa kali berurusan dengan aparat hukum karena disebut terlibat kasus korupsi.
Pada 2015, Adil dipanggil oleh Jaksa di Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau. Dia diperiksa terkait dugaan korupsi dana aspirasi pada tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Saat itu, Adil membantah kalau dirinya mengambil dana tersebut. “Tidak ada saya mengambil. Tidak masuk akal kalau saya mengambil. Dana itu kan dari Pemkab, bukan aspirasi. Dari mana logikanya saya bisa ngambil,” tegas Adil.
Tidak hanya itu, pada April 2018, Adil juga dipanggil oleh Kejati Riau. Saat itu, Adil yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Riau dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi sarana dan prasarana di Dispora Riau tahun 2016.
Adil semakin menjadi sorotan setelah menjabat Bupati Kepulauan Meranti. Ada tiga kontroversi dilakukan Adil, tidak hanya di tingkat Pemerintahan Provinsi Riau tapi juga di nasional.
1. Tolak Kunker Gubri Syamsuar ke Meranti
Adil pernah berselisih dengan Gubernur Riau, Syamsuar. Dia menolak kunjungan Gubri ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Padahal, sesuai agenda, Syamsuar akan berkunjung ke Kecamatan Merbau dan Rangsang untuk meninjau BUMDesa dan unit usaha peternakan, sagu parut kering, serta gerakan menanam cabai.

15 thoughts on “TIGA Kontroversi M Adil Sebelum KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti”