TIGA Kontroversi M Adil Sebelum KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti
Kunker Bupati Meranti di Desa Penyagun
Adil juga menolak hadir di acara rapat koordinasi yang digelar Pemprov Riau, di Hotel Grand Central, Pekanbaru (8/11/2022) lalu. Acara Pemprov Riau itu dihadiri Mendagri Tito Karnavian itu tak dihadiri satu pun pejabat Meranti.
Mendagri langsung meminta Gubernur Riau Syamsuar dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir Balaw mengecek alasan Adil tidak hadir.
“Saya nggak tahu kenapa nggak hadir. Tapi nanti Pak Gubernur akan cek dan saya juga akan minta Irjen saya Pak Tomsi cek kenapa tidak hadir,” kata Tito Karnavian saat itu.
2. Sebut Kemenkeu Iblis
Tidak hanya itu, Adil juga berselisih dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman saat rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru (8/12/2022).
Dalam rapat, Adil mempertanyakan ihwal Dana Bagi Hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti kepada Kemendagri dan Kemenkeu. Adil menyebut pegawai Kemenkeu sebagai iblis atau setan.
Adil menilai Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah yang dia pimpin. Adil mengaku kecewa kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.
3. Ancam Keluar dari NKRI
Dalam pertemuan dengan Bappenas tahun 2023,, Adil pernah mengancam akan keluar dari NKRI. Pertemuan tersebut, banyak membahas tentang perencanaan infrastruktur, termasuk investasi, dan sebagainya.
Menariknya, Bupati Kepulauan Meranti, M Adil sempat bicara blak–blakan tentang kondisi Meranti dan mempertanyakan perhatian Bappenas kepada Meranti.

15 thoughts on “TIGA Kontroversi M Adil Sebelum KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti”