Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 13 Tahanan Tewas Disiksa Polisi, Dalam Setahun

13 Tahanan Tewas Disiksa Polisi, Dalam Setahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat 13 tahanan tewas disiksa aparat kepolisian selama setahun terakhir.
     
Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti mengatakan, data tersebut diperoleh pihaknya dari hasil pemantauan yang dihimpun melalui kanal media informasi, advokasi, serta jaringan-jaringan KontraS di daerah selama periode Juni 2021-Mei 2022.
     
Selama periode tersebut, Fatia mengatakan, terdapat 31 kasus penyiksaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sementara itu, terdapat 13 kasus penyiksaan yang dilakukan oleh aparat TNI–Angkatan Darat, Laut, dan Udara–dan enam kasus penyiksaan oleh aparat sipil.
     
Kasus tersebut terjadi pada tingkatan Polres sebanyak 22 kasus, disusul Polsek enam kasus dan Polda tiga kasus. Tingginya kasus penyiksaan dan kekerasan di Polres menunjukkan pengawasan yang sangat buruk dilakukan oleh Polda terhadap satuan tingkatan di bawahnya,” ujarnya dikutip dari laporan KontraS, Selasa (28/06/22).
     
Dari puluhan kasus tersebut, KontraS mencatat setidaknya ada 85 korban yang mengalami luka-luka dan 13 orang meninggal dunia akibat penyiksaan itu. Dalam laporannya, KontraS mengatakan, penyiksaan tersebut paling banyak dilakukan dengan tangan kosong.

     

Disusul oleh senjata api, benda tumpul, alat setrum/listrik, selang, tali, rokok, linggis, senjata tajam, benda keras, hingga air panas. Sedangkan jika dilihat berdasarkan lokasi penyiksaannya, Fatia mengatakan, 18 kasus penyiksaan dilakukan di dalam sel tahanan. Sementara 13 kasus lainnya berada di ruang publik.

     

Berdasarkan motifnya, mayoritas tindakan penyiksaan tersebut dilakukan petugas kepolisian dalam rangka mendapatkan pengakuan ataupun sebagai bentuk hukuman.

     

“Artinya, ruang detensi yang dimiliki Kepolisian masih sangat rawan terjadinya tindakan penyiksaan. Usulan dihapuskannya ruang tahanan Kepolisian menjadi sangat relevan jika melihat peristiwa yang terus berulang,” jelasnya.

     

Lebih lanjut, KontraS juga mengkritik sikap Polri yang tidak langsung menindak tegas anggotanya yang diduga melakukan tindak kekerasan dan penyiksaan tersebut.

   

Fatia menuturkan, setidaknya ada 14 peristiwa penyiksaan yang dilakukan anggota kepolisian tanpa diikuti mekanisme penindakan yang tegas. Padahal, penyiksaan termasuk pelanggaran disiplin, kode etik, hingga pidana.

     

“Sementara hanya enam peristiwa yang ditindaklanjuti dengan pencopotan dan mekanisme peradilan pidana. Nihilnya proses penindakan ini jelas mencerminkan institusi yang masih jauh dari akuntabilitas publik,” tuturnya.

     

Berdasarkan temuan ini, KontraS lantas mempertanyakan slogan “Presisi” Polri yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

     

Sebab, dalam beberapa kesempatan Listyo kerap menggembar-gemborkan fungsi pengawasan dalam tubuh Polri. Namun nyatanya pengawasan itu justru longgar sehingga penyiksaan berujung maut bahkan dapat terjadi di berbagai level.

     

Oleh sebab itu, Fatia mengatakan, pihaknya mendesak para institusi terkait, termasuk kepolisian untuk dapat melakukan mengevaluasi diri secara menyeluruh, bahkan melibatkan pengawasan eksternal dari lembaga independen.

     

“Institusi terkait seperti Polri, TNI dan Lembaga Pemasyarakatan juga harus memastikan anggotanya yang terlibat kasus penyiksaan harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku dan mekanisme hukum yang transparan serta dapat diakses oleh publik,” jelasnya.

     

Selain itu, dalam ranah regulasi, lembaga yang memiliki otoritas yakni DPR dan pemerintah harus menghadirkan peraturan perundang-undangan yang produktif dalam mencegah dan mengantisipasi praktik-praktik penyiksaan.

     

“DPR dan Pemerintah juga harus segera mempersiapkan revisi ketentuan KUHAP yang selama ini masih membuka ruang penyiksaan bagi aparat penegak hukum dalam kerangka sistem peradilan pidana,” pungkasnya.(CNN)
   
Editor : Kar
     
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 914 Meninggal, 389 Hilang 

    Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 914 Meninggal, 389 Hilang 

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – BNPB mencatat korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut serta Sumbar bertambah menjadi 914 orang hingga Sabtu (06/12/25) petang. “Total di tiga provinsi ini 914 korban meninggal dunia. Jadi bertambah 47 jiwa dari data terakhir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers. […]

  • Ilustrasi KDRT polisi. (f: ist)

    VIRAL KDRT Istri, Penyidik Polda Riau Tahan Brigadir RRS 

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi menahan Brigadir RRS, pelaku KDRT istri yang viral beberapa waktu lalu. Dalam unggahannya, korban babak belur dipelasah. Video speak up seorang wanita diduga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang viral di media sosial (Medsos) beberapa hari lalu, memasuki babak baru. Baca juga : VIRAL Pekanbaru : Oknum Polisi Pelasah Istri sampai […]

  • UPDATE Hasil Pilpres 2024 Terbaru: Suara Anies Baswedan Berpeluang 2 Putaran, Begini Faktanya!

    UPDATE Hasil Pilpres 2024 Terbaru: Suara Anies Baswedan Berpeluang 2 Putaran, Begini Faktanya!

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 6Komentar

    DETAK24COM – Update hasil Pilpres 2024 terbaru, per Selasa (27/02/24), ternyata suara Anies Baswedan berpeluang masuk dua putaran. Hasil hitung cepat ini dikeluarkan oleh Tim AMIN Hingga saat ini KPU masih melakukan penghitungan atau rekapitulasi suara secara bertahap. Ketiga paslon capres pun telah memperoleh suara masing-masing yang terkumpul lewat real count KPU. Di sisi lain, hasil hitung suara juga dilakukan […]

  • Remaja Hilang Korban Tabrakan KM JNE di Tembilahan Ditemukan Tak Bernyawa 

    Remaja Hilang Korban Tabrakan KM JNE di Tembilahan Ditemukan Tak Bernyawa 

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    TEMBILAN, detak24com – Kurang lebih 14 jam pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban kecelakaan di Sungai Indragiri, Kecamatan Tembilahan, Inhil. Informasi dirangkum Selasa (27/05/25), penemuan pelajar yang hilang usai pompong mereka ditabrak KM JNE tersebut pada, Senin (26/05/25) malam. Korban yang diketahui bernama Abid ini sempat hilang setelah terjatuh ke sungai ketika perahu yang ia […]

  • DITOLAK Fraksi, DPR Tetap Sahkan RUU Kesehatan

    DITOLAK Fraksi, DPR Tetap Sahkan RUU Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24com – Pemerintah bersama DPR tetap menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan menjadi UU, meski ditolak sejumlah fraksi. Dirilis detak24com, Rabu (12/07/23), dalam Rapat Paripurna DPR masa persidangan V tahun sidang 2022-2023, RUU Kesehatan disahkan, Selasa (11/07/23) siang. Dua fraksi menyatakan menolak, dan satu fraksi menyetujui namun dengan berbagai catatan. Mayoritas fraksi di DPR, yaitu […]

  • PRIA Terkaya Dunia, Jensen Huang Makan Santai di Emperan

    PRIA Terkaya Dunia, Jensen Huang Makan Santai di Emperan

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BOS Nvidia, Jensen Huang adalah salah satu orang terkaya dunia. Pria berusia 60 tahun itu kekayaannya ditaksir sekitar USD 41,5 miliar, atau di kisaran Rp 648 triliun. Akan tetapi, dia dikenal tidak suka memamerkan kekayaannya. Bahkan baru-baru ini, Jensen kepergok makan di kaki lima pinggir jalan. Dalam kunjungannya ke Hanoi, Vietnam, Jensen menyempatkan diri menikmati […]

expand_less