Update Banjir Pekanbaru : Jalan Yos Sudarso Penuh Tenda Pengungsi, Kapolda Sambangi Warga Terdampak
PEKANBARU, detak24com – Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal mengunjungi korban banjir di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai,Pekanbaru, Jumat (07/03/25).
Irjen Iqbal didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, Pejabat Utama (PJU) dan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho meninjau tenda-tenda pengungsian yang didirikan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, tempat puluhan warga yang terdampak banjir mengungsi.
Irjen Iqbal menyapa langsung para pengungsi yang mayoritas terdiri dari anak-anak, wanita, dan lajut usia (lansia). “Kami ingin menyapa dan mengayomi masyarakat yang terdampak bencana ini. Kehadiran kami untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan bantuan yang maksimal,” ujar Irjen Iqbal.
Beberapa tenda besar didirikan untuk menampung pengungsi, dan tenaga medis dari Dokkes Polda Riau juga tampak berada di lokasi untuk memeriksa kesehatan para pengungsi.
Seorang warga lanjut usia bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif setelah kondisinya memburuk. Kesehatan mereka diperhatikan.
“Kami juga mendirikan kelompok-kelompok kesehatan yang memastikan pengungsi mendapat perawatan yang baik. Kamis pastikan tidak ada nyawa terancam, karena nyawa di atas segalanya,” jelas Irjen Iqbal.
Selain itu, dapur lapangan yang disediakan oleh Brimob Polda Riau juga terlihat di lokasi. Di dapur tersebut digunakan oleh personel untuk mempersiapkan makanan bagi para pengungsi.
Irjen Iqbal memastikan bahwa upaya distribusi makanan terus berjalan agar masyarakat yang terdampak banjir tidak kelaparan. “Kami bersama Pemerintah Kota Pekanbaru dan stakeholder lainnya berkoordinasi untuk memastikan logistik dan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” ungkapnya.
Irjen Iqbal juga meninjau kondisi rumah warga yang terendam banjir menggunakan perahu karet. Bersama Ketua, Wakil Ketua dan Pengurus Bhayangkari, disalurkan paket bantuan kepada para korban.
Berdasarkan data dari Polda Riau, ada empat kelurahan yang terdampak banjir parah, yakni Kelurahan Sri Meranti, Kelurahan Rumbai, Kelurahan Lembah Sari, dan Kelurahan Sialang Munggu.
“Sebanyak lebih dari 3.000 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 17.000 warga terpaksa mengungsi ke berbagai posko dan tempat perlindungan,” kata Irjen Iqbal.
Sebagian besar warga mengungsi untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang lebih baik. “Kami memastikan tidak ada warga yang terancam keselamatannya. Keselamatan jiwa manusia adalah prioritas utama kami,” tegas Irjen Iqbal.
Irjen Iqbal menekankan, Polda Riau bersama Pemerintah Kota Pekanbaru dan instansi terkait lainnya juga telah membentuk Satgas Penanggulangan Bencana untuk memperkuat manajemen penanganan bencana.
Beberapa posko kesehatan dan dapur umum telah didirikan di titik-titik pengungsian untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. “Kami juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal,” jelas Irjen Iqbal.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah mengaktifkan dapur umum untuk memasak makanan bagi para pengungsi. Selain itu, Sub-Posko juga telah didirikan di beberapa titik untuk mempermudah distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan yang maksimal bagi korban banjir,” pungkasnya dikutip detak24com dari cakaplah. (*)
Editor : Kar
