Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Tiga Bulan Tak Gajian, Guru SD Muhammadiyah Mogok Mengajar di Kampar

Tiga Bulan Tak Gajian, Guru SD Muhammadiyah Mogok Mengajar di Kampar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMPAR, detak24com – Sebanyak delapan dari 19 guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 014 Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar mogok mengajar sejak Jumat (09/01/26) hingga Selasa (13/01/25).

Aksi mogok mengajar dilakukan para guru karena honor mereka pada tahun 2025 belum dibayarkan. Jumlahnya bervariasi, ada yang dua bulan terakhir dan sebagian tiga bulan terakhir.

Informasi di lapangan, para guru telah berupaya meminta hak mereka dan telah disampaikan kepada Kepala SDM 014 Pulau Payung, Hadi Luthfi pada Selasa (06/01/26). Namun, kepala sekolah justru menanggapi berbeda dan menuding para guru melakukan ‘penyerangan’ terhadap dia.

Kepala sekolah juga selalu menghindar ketika diminta haknya oleh para guru. Upaya meminta haknya ini gagal didapatkan, Jumat (9/1/2026) sejumlah guru mengadukan nasib mereka kepada Ketua dan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kampar di Bangkinang, Zarlis dan Taufiq Wahyudisyah.

Selang satu hari kemudian, Sabtu (10/01/26) para guru dipanggil untuk melakukan pertemuan dengan Kepsek dan Ketua Komite Sekolah yang juga sekaligus Pengurus Cabang Muhammadiyah Rumbio, Jaya H Santoso.

Meskipun telah menggelar pertemuan, namun hingga Selasa (13/01/26) persoalan ini belum tuntas, dan para guru belum menghentikan aksi mogok mengajar.

Tujuh guru yang mogok ini adalah berstatus sebagai wali kelas dan satu orang guru mata pelajaran. Akibat aksi mogok ini, mereka pun dikeluarkan dari grup WhatsApp (WAG ) guru pada Ahad (11/01/26) pagi.

Kepada sejumlah wartawan, para guru ini juga mengeluhkan sikap arogan dari Kepsek dan sering mengintimidasi para guru. Mereka juga sering menerima kata-kata yang tidak pantas dari Kepsek.

Berkaitan dengan sumber pembiayaan honor guru, biasanya dibayar dari uang SPP orang tua/wali murid serta dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan jumlah murid sebanyak 215 orang, mereka memperkirakan tidak ada kendala dalam pembayaran honor belasan guru.

Rata-rata sekolah menghabiskan dana Rp 11 juta setiap bulan untuk membayar honor guru.

Uang SPP yang dibayar orang tua/wali murid bervariasi. Paling tinggi Rp 60 ribu sebulan. Pihak sekolah juga memberikan potongan kepada orangtua wali murid yang memiliki anak dua atau lebih dan potongan untuk murid berprestasi dan menggratiskan SPP untuk anak yatim.

“Setiap bulan, dana SPP yang terkumpul langsung ditransfer kepada kepala sekolah. Sementara, dana BOS bendaharanya dipisah dan langsung dikelola kepala sekolah,” ungkap seorang guru enggan disebutkan namanya.

Para guru terus meminta hak mereka, namun kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah menyampaikan bahwa dana tidak ada. Honor guru dihitung perhari yakni Rp 60 ribu untuk guru berstatus kontrak dan Rp 45 ribu/hari untuk guru berstatus training. Guru mata pelajaran Rp 5 ribu/jam, dan seminggu 50 jam.

Terkait pengaduan dari para guru tersebut, Kepala SDM 014 Pulau Payung Hadi Luthfi, MPd kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya mengakui bahwa pembayaran honor guru memang mengalami kemacetan dan keterlambatan.

Namun ia mengatakan, yang perlu diluruskan narasinya adalah bahwa honor tersebut bukan tidak dibayarkan, melainkan belum dibayarkan karena kondisi keuangan sekolah. “Narasi ini penting agar tidak terkesan kami lepas tanggung jawab,” kilahnya, Selasa (13/01/26)

Ia mengatakan, sejak awal guru masuk mengajar di sekolah ini, satu hal yang selalu disampaikannya adalah mengenai kondisi sekolah. Di mana, sekolah ini berstatus sekolah swasta yang cenderung bersifat swadaya masyarakat, sehingga sumber pendanaan berasal dari iuran siswa.

“Kami sudah sampaikan bahwa kemungkinan keterlambatan honor bisa saja terjadi,” ulasnya.

Ia mengakui, biasanya keterlambatan hanya terjadi satu atau dua bulan. Namun kali ini memang di luar perhitungannya sebagai kepala sekolah. “Ada yang tertunggak tiga bulan, ada yang dua bulan. Tapi untuk empat bulan, Insyaallah tidak ada,” bebernya.

Dia selaku kepala sekolah sudah berusaha maksimal. Setelah para guru datang menyampaikan aspirasi pada hari Selasa (6/1/2026), ia langsung menghubungi rekan-rekan yang bisa membantu.

“Alhamdulillah, kami sudah bisa melunasi honor satu bulan. Itu bentuk itikad baik kami, meskipun belum bisa membayar penuh,” terangnya lagi.

Sampai saat ini pihak sekolah terus berupaya agar honor guru tersebut minimal bisa dibayarkan untuk satu bulan setengah. Namun saat mau membayarkan, para guru ini tidak bisa dihubungi.

“Dah kami siapkan dan saat ini ada di tangan kami. Namun belum dijemput karena para guru menginginkan pembayaran penuh. Kami sudah mencoba menghubungi melalui telepon, baik oleh wakil kepala sekolah maupun majelis guru lain, namun tidak ada respons,” ulasnya.

Ia juga menyesalkan sikap guru ketika mau melakukan mogok mengajar tidak ada memberitahu ke sekolah.  “Tidak. Kami sama sekali tidak diberitahu sebelumnya. Hari pertama mogok pun kami baru mengetahui setelah kejadian. Kami sudah menyampaikan secara baik-baik agar tetap masuk mengajar sambil kami meminta waktu hingga hari Jumat, tetapi tidak direspons. Yang terpenting bagi kami, anak-anak tetap belajar dengan ceria, tanpa tekanan dan tanpa rasa terintimidasi. Kalau ada pihak yang harus disalahkan, biarlah saya sebagai kepala sekolah yang bertanggung jawab karena belum bisa memenuhi kewajiban tepat waktu,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk pembayaran honor ini ada dua kategori guru: yaitu guru kontrak dan guru training. “Untuk guru training, dananya sudah kami siapkan. Kami hanya meminta nomor rekening agar bisa ditransfer, namun sampai sekarang belum diberikan,” katanya.

Mengenai gaya kepemimpinannya, ia juga mengungkapkan bahwa karena masih relatif berusia muda, 26 tahun ia minta dipahami karena dia juga tidak ada pengalaman dalam memimpin sekolah. Ia berharap kepada guru sama-sama belajar dan berbuat untuk memajukan sekolah.

Hadi juga mengakui bahwa masalah ini sudah ada atensi dari PDM kabupaten dan daerah. Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) Muhammadiyah juga sudah turun, Selasa (13/01/26).

“Itu tercatat di buku tamu. Mereka menyarankan agar masalah ini diselesaikan secara internal, dan memang itulah yang terus kami upayakan,” ulasnya.

Untuk mengatasi kekurangan guru, sejak kemarin para guru mata pelajaran diminta memegang kelas sehingga tidak terjadi kekosongan belajar. Namun kegiatan belajar mengajar hanya bisa berlangsung hingga siang, tidak seperti biasa, sampai sore karena keterbatasan kesanggupan guru yang mengajar.

Di akhir percakapannya, Kepsek Hadi juga berterima kasih kepada para guru yang telah berjuang membesarkan sekolah ini. “Tanpa mereka, sekolah ini tidak akan bertahan sampai sekarang. Kami berharap komunikasi bisa dibuka kembali, agar persoalan ini benar-benar selesai dengan baik,” katanya.

Sementara, Sekretaris Dikdasmen PDM Kampar, Taufiq Wahyudisyah ketika dihubungi membenarkan bahwa adanya persoalan ini. Ia menyebut bahwa adanya isu sejumlah tenaga pengajar SDM 014 Pulau Payung tidak dibayarkan gaji selama 3 bulan.

“Pihak sekolah berjanji akan menyelesaikan sampai akhir tahun 2025. Tetapi realita awal tahun 2026 belum dibayarkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, kasus ini menjadi atensi. Ia menyebut bahwa Selasa (13/01/26) PDM Kampar akan turun bersama Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan (LPPK).

“Lembaga ini sama halnya seperti inspektoratnya Muhammadiyah,” ujarnya.

Mereka turun sekaligus untuk melakukan interogasi mengenai penggunaan dana BOS dan sumber keuangan lainnya dan serta alasan honor guru tak dibayarkan.

Ia juga menerima informasi bahwa para guru selalu dibawah tekanan dalam melaksanakan tugas. Ia juga berharap pihak sekolah tidak sepihak memutuskan nasib guru, diikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Dumai Hadiri Kegiatan Bhakti Sosial Kesehatan Sempena HUT ke-80 TNI-AL

    Pelindo Dumai Hadiri Kegiatan Bhakti Sosial Kesehatan Sempena HUT ke-80 TNI-AL

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 TNI Angkatan Laut (TNI-AL) tahun 2025, Lanal Dumai menggelar kegiatan bhakti sosial dan bhakti kesehatan, Senin (08/09/25). Kegiatan bertempat di Markas Komando Lanal Dumai, Jalan Yos Soedarso, Kota Dumai mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju”. […]

  • Sepi Peminat, Pendaftar Seleksi CPNS Pemprov Riau hanya 22 Orang 

    Sepi Peminat, Pendaftar Seleksi CPNS Pemprov Riau hanya 22 Orang 

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dua hari dibuka, baru 22 pelamar mendaftar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2024. Pengumuman pendaftaran seleksi CPNS ini dibuka, Kamis (22/8/2024) malam. Kemudian hari pertama seleksi, Jumat (23/8/2024) ada 10 pelamar mendaftar penerimaan pegawai Pemprov Riau. “Sampai hari ini sudah 22 pelamar mendaftar seleksi […]

  • HEROIK! Terobos Api, Warga Sungai Paku Selamatkan Anak Terjebak Kebakaran Rumah

    HEROIK! Terobos Api, Warga Sungai Paku Selamatkan Anak Terjebak Kebakaran Rumah

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    KUANSING, detak24com – Warga Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir berhasil menyelamatkan seorang bocah yang terjebak kebakaran rumah.  Aksi heroik tersebut diungkapkan Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito melalui Kapolsek Singingi Hilir AKP Agus Susanto, Selasa (01/08/23). Menurut Kapolsek, satu unit rumah di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir ludes dilalap si jago merah saat […]

  • Lakalantas di Dumai, Emak-emak Pengendara Scoopy BM 3023 HT Dikabarkan Meninggal 

    Lakalantas di Dumai, Emak-emak Pengendara Scoopy BM 3023 HT Dikabarkan Meninggal 

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Informasi lakalantas, seorang emak-emak dikabarkan meninggal dalam kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta depan Bandara Pinang Kampai, Dumai. Informasi lakalantas maut ini beredar di group WhatsApp, Senin (07/04/25) siang. Dalam unggahan terlihat kondisi Honda Scoopy BM 3023 HT yang dikendarai korban hancur pada bagian depan. Sementara, kondisi korban terlihat terbaring diam tak jauh […]

  • Korupsi BLU, Mantan Rektor UIN Suska Divonis 9,5 Tahun Penjara 

    Korupsi BLU, Mantan Rektor UIN Suska Divonis 9,5 Tahun Penjara 

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU detak24com  Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru ,Akhmad Mujahidin divonis pidana selama 9,5 tahun penjara. Dia dinilai hakim bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana Badan Layanan Umum (BLU) UIN Suska Tahun Anggaran (TA) 2019. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menyatakan Akhmad Mujahidin bersalah melanggar […]

  • Kajari Pringsewu Dapat Karangan Bunga, Sempena Hari Perempuan Sedunia

    Kajari Pringsewu Dapat Karangan Bunga, Sempena Hari Perempuan Sedunia

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    LAMPUNG, detak24.com — Kajari Pringsewu Lampung, Ade Indrawan SH MH dapat kalung bunga dari penggiat perempuan. Gabungan pegiat perempuan di Kabupaten Pringsewu merayakan Hari Perempuan Sedunia dengan menyambangi kantor kejaksaan negeri (Kejari) setempat. Sesuai rilis yang diterima detak24.com, Kajari Pringsewu Ade Indrawan menyambut baik kedatangan Pegiat Perempuan Pringsewu. Ia meminta dukungan penuh dalam penegakan hukum […]

expand_less