DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Seribuan Lebih Siswa Keracunan MBG di Cipongkor, Sekolah Terpaksa Diliburkan 

Pelajar di Cipongkor keracunan MBG. f : ist

CIPONGKOR, detak24com – Sejumlah sekolah yang siswanya keracunan MBG (makan bergizi gratis) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, meliburkan para siswanya.

Beberapa sekolah tersebut diantaranya RA Miftahul Falah, MTs Manarul Huda, dan SMK Karya Perjuangan, yang dikelola oleh satu yayasan. Pihak sekolah memilih meliburkan, sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Bandung Barat.

Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?

Kepala SMK Karya Perjuangan, Jafar mengatakan, total keseluruhan siswa yang terdaftar mulai dari tingkat RA sampai SMK, tercatat ada 334.

“Yang mengalami dugaan keracunan MBG ada 89, yang kemarin ini,” katanya, saat ditemui CNNIndonesia, Kamis (25/09/25).

Jafar mengatakan, untuk saat ini para siswa proses belajar diliburkan. Adapun libur diterapkan sampai dengan Jumat (26/09) besok. “Hari ini diliburkan sampai kemungkinan sampai besok. Baru masuk Senin,” katanya.

Untuk saat ini, beberapa dari siswanya yang dirawat di posko atau dirujuk sudah pulang ke rumah masing-masing.

Jafar mengatakan, kronologis keracunan MBG yang dialami para pelajarnya terjadi pada pukul 09.40 WIB, Rabu (24/9). Sebelumnya mereka mendapat pasokan MBG dari dapur SPPG Neglasari, sekira pukul 09.00 WIB dengan menu nasi, tahu goreng, goreng ayam, sambal, dan strawberry.

Setelah menerima hidangan MBG, Jafar pun lalu membagikan makan tersebut kepada para siswanya. Namun sebelumnya ia juga melakukan pengecekan terhadap isi makanannya.

Usai para siswa menyantap hidangan MBG, ada dua siswa yang mengeluhkan mual hingga berkeringat dingin. Jafar pun berkordinasi dengan pihak dapur SPPG Neglasari.

Tak lama kemudian, dua siswa tersebut dievakuasi ke Posko Kantor Kecamatan Cipongkor. Tak lama berada di posko, keduanya pun mengalami kejang dan harus dirujuk.

“Dari dua siswa itu, beberapa siswa lainnya pun mengalami gejala yang sama. Kemudian datang beberapa ambulans ke sekolah dan barulah terjadi itu ada muntah dan lain-lain,” kata dia.

Jafar menuturkan, sekolahnya sudah satu bulan mendapat pasokan hidangan MBG. Namun baru kali ini, sekolahnya terjadi kejadian tersebut.

Ia pun mengaku menjadi sasaran kemarahan beberapa orangtua siswa.

“Saya sebagai kepala sekolah beban. Saya dimarahin orangtua, sampai-sampai saya ditunjuk-tunjuk. Katanya bapak itu tahu, keracunan (di hari Senin sampai selasa banyak keracunan. Kenapa hari kemarin diberikan ke siswa lagi MGB nya), saya bingung harus bilang apa,” katanya.

Dia pun berharap ada evaluasi dari kejadian yang terjadi di Cipongkor ini. Permasalahan keracunan MBG harus melibatkan sekolah, orangtua dan dinas.

“Saya sebagai kepala sekolah mintanya dievaluasi, keselamatan anak-anak nomor satu. Saya setuju aja dananya diberikan ke siswa atau pada orangtua dan wali. Atau dipilih siapa. Kalau mau dilanjut Dinas Pendidikan dan BGN harus duduk bersama terus perwakilan orangtua. Karena saya yakin, kalau ini dikasih lagi anak enggak mau makan,” pungkas dia. (Red)

Editor : kar