Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Psikiater Nilai Dua Motif Irjen Sambo Bunuh Brigadir J

Psikiater Nilai Dua Motif Irjen Sambo Bunuh Brigadir J

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menduga adanya dua motif yang mendasari Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Pihaknya mengatakan setidaknya dugaan ada dua motif, kalau tidak motif emosional, yakni motif instrumental.

Reza Indragiri pun menjelaskan soal adanya dugaan dua motif tersebut.

Termasuk dihubungkan dengan skenario karya Ferdy Sambo yang dianggap untuk menutup-nutupi pembunuhan Brigadir J.

Terlebih seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan berencana tersebut juga terdapat tindak pidana menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice di tempat kejadian perkara (TKP) Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh tersangka FS (Ferdy Sambo) dan juga kemudian dimainkan dramanya oleh tersangka PC (Putri Candrawathi), seketika saya membayangkan jangan-jangan ini motif emosional,” kata Reza Indragiri, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (23/07/22).

Dalam dugaan motif tersebut, barangkali ada luapan amarah, dendam, sakit hati, kebencian, cemburu, dan seterusnya.

Namun hal tersebut menurut Reza, justru menimbulkan pertanyaan publik.

Bagaimana mungkin seorang petinggi aparat penegak hukum bintang 2 (Irjen Ferdy Sambo) bisa larut dalam emosi, bisa larut dalam cemburu, tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa mengendalikan amarahnya.

“Rasanya mustahil kalau kemudian seorang aparat penegak hukum bintang 2 melakukan kejahatan semata-mata dengan adanya motif emosional,” kata Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri.

Lantas dari situ muncul spekulasi berikutnya, bisa jadi ada motif instrumental yang mendasari pembunuhan Brigadir J.

“Kalau bicara tentang motif instrumental, maka relevan diduga barang kali aksi pembunuhan ini dalam rangka mendapatkan jabatan, dalam rangka mendapatkan kenaikan pangkat atau mungkin juga untuk menutup-menutupi kejahatan lainnya,” ungkapnya.

“Harapan saya memang ini yang harus dilakukan penyidikan ulang. Karena adanya motif instrumental ini yang sekarang terwakili oleh narasi konsorsium 303,” imbuhnya.(kompas.com)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (15)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Didukung PKB, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Optimis Maju di Pilkada 2024

      Didukung PKB, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Optimis Maju di Pilkada 2024

      • calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      KUANSING, detak24com – Ketua PKB Riau, Abdul Wahid serahkan surat tugas kepada Bupati Kuansing, Suhardiman Amby sebagai petahana Balonbup Pilkada 2024. Pemberian surat tugas tersebut sebagai bentuk dukungan PKB kepada Suhardiman untuk melanjutkan kepemimpinannya di negeri pacu jalur tersebut. “Kita mendukung pak Suhardiman Amby sebagai bakal calon Bupati Kuansing. Ini adalah politik tanpa mahar,” kata […]

    • SEMPAT Nihil, Wilayah Dumai Kembali ‘Dikepung’ 19 Titik Api

      SEMPAT Nihil, Wilayah Dumai Kembali ‘Dikepung’ 19 Titik Api

      • calendar_month Rabu, 26 Apr 2023
      • account_circle Redaksi
      • 11Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Satelit BMKG kembali memantau 19 titik api di Dumai yang sebelumnya sempat nihil, Rabu (26/4/2023) petang. Dari total hasil pantauan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera, terdeteksi sebanyak 75 titik. Hotspot di Sumatera, terbanyak berasal dari Provinsi Riau dan Sumatera Selatan (Sumsel). Hal itu disampaikan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika […]

    • 1.838 Sapi di Riau Terpapar PMK, 5 Mati 21 Dipotong Paksa

      1.838 Sapi di Riau Terpapar PMK, 5 Mati 21 Dipotong Paksa

      • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
      • account_circle Redaksi
      • 17Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak di Provinsi Riau terus naik. Hingga kini, total 1.838 ekor sapi warga terpapar PMK. Sementara, lima ekor mati serta 21 sempat dipotong. “Sampai saat ini sudah 1.838 ekor sapi peternak yang terpapar kasus PMK,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, […]

    • Bandar Narkoba Tikam Polisi Sampai Tewas di Lahat Sumsel 

      Bandar Narkoba Tikam Polisi Sampai Tewas di Lahat Sumsel 

      • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      LAHAT, detak24com – Bandar narkoba tikam tiga anggota Polres Lahat hingga seorangnya tewas. Kedua pelaku yakni Ebi (27) dan Lindi (20), warga Desa Simpang III Pumu Kecamatan Tanjung Sakti Pumu. Diketahui peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/01/25) pukul 03.30 WIB di rumah pelaku Ebi. Lokasinya di Desa Simpang III Pumu, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten […]

    • Menteri LH Angkat Adik Kandung Jadi Staf Ahli, Profesionalisme atau Nepotisme?

      Menteri LH Angkat Adik Kandung Jadi Staf Ahli, Profesionalisme atau Nepotisme?

      • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      JAKARTA, detak24com – Menteri Hanif Faisol dapat sorotan tajam setelah mengangkat adik kandungnya, Hanifah Dwi Nirwana sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat. Pengangkatan ini dinilai sebagai bentuk nepotisme dan berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat. Pengamat politik Fernando Emas menegaskan seharusnya para pembantu Presiden Prabowo Subianto menempatkan individu yang memiliki kualifikasi sesuai dengan jabatan […]

    • Kawanan Pencuri Keramik di Pekanbaru Terekam Kamera CCTV

      Kawanan Pencuri Keramik di Pekanbaru Terekam Kamera CCTV

      • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
      • account_circle Redaksi
      • 16Komentar

      Pekanbaru, detak24.com – Dua pria terekam kamera CCTV mencuri keramik dari depan sebuah toko di Jalan Sepakat, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Dalam rekaman CCTV, dua pelaku tampak menggunakan sepeda motor saat beraksi. Mereka juga terekam saat mengambil sekitar 40 keping keramik dari depan toko tersebut. Pemilik toko bernama Roni menungkapkan, dia mengetahui sample keramik yang […]

    expand_less