Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Polisi Tangkap Pemilik Usaha Batu Bata, Pasca Kakak Adik Tewas dalam Kolam Galian C di Pekanbaru 

Polisi Tangkap Pemilik Usaha Batu Bata, Pasca Kakak Adik Tewas dalam Kolam Galian C di Pekanbaru 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Polisi menangkap pemilik usaha batu bata, pasca tewasnya dua bocah kakak adik dalam kolam bekas galian C ilegal di Pekanbaru.

Pemilik bedeng batu bata berinisial Y alias Yori (42) ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya dua anak di sebuah kolam bekas galian C ilegal, Jalan Badak Ujung, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Korban bernama Marta Meirlina Daeli (11) dan Jefrianus Daeli (8). Kakak beradik itu ditemukan mengapung dalam kolam berlumpur sedalam 1,5 meter yang berjarak 300 meter dari rumah mereka.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan, penetapan tersangka dilakukan penyidik pada Selasa (9/9/2025) malam, beberapa jam pasca kedua korban ditemukan tewas.

“Tersangka Y merupakan pemilik usaha bedeng batu bata yang diduga lalai. Disangkakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” ujar Kombes Anom, Kamis (11/9/2025).

Kombes Anom menegaskan, kepolisian akan mendalami kasus tersebut, apakah ada unsur pidana lain yang memperberat pertanggungjawaban hukum tersangka.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga. Semua pihak yang lalai akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Kombes Anom.

Marta Meirlina Daeli dan Jefrianus Daeli ditemukan meninggal di kolam bekas galian C Jalan Badak, Kelurahan Tuah Negeri, Selasa (9/9/2025) pagi. Sebelumnya, kedua korban dilaporkan hilang sejak Senin (8/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ibu korban, Yulia Laiya, sempat mencari keduanya di sekitar lingkungan tempat tinggal, namun tidak membuahkan hasil. Pencarian dilakukan bersama masyarakat hingga malam hari, tetapi korban tak ditemukan.

“Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.30 WIB di kolam bekas galian C, berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban, dengan kedalaman kolam 1,5 meter dan berlumpur,” ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra.

Tim kepolisian gabungan langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan penemuan jasad kedua korban. Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, dan lokasi kejadian dipasang garis polisi (police line).

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap Y, pemilik usaha bedeng batu bata di sekitar lokasi galian.

Ternyata, galian tersebut diketahui tidak memiliki pengamanan memadai, sehingga membahayakan warga. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBN Surplus Kok BBM Naik? Jangan Buat Malu Presiden! 

    APBN Surplus Kok BBM Naik? Jangan Buat Malu Presiden! 

    • calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com – Pemerintah dinilai tidak konsisten dalam penyampaikan nota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022. Hal itu setidaknya tercermin dari pernyataan pemerintah yang mengaku APBN 2022 mengalami surplus, tapi pada saat yang sama malah mau menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kader PKS Mulyanto menilai, lazimnya apabila APBN benar-benar surplus, maka pemerintah […]

  • Tolak Relokasi TNTN, Legislator dan Warga Cerenti Geruduk PTPN

    Tolak Relokasi TNTN, Legislator dan Warga Cerenti Geruduk PTPN

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Warga Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kuansing bersama Anggota DPRD Riau demo PTPN tolak relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Inhu-Kuansing, Zulhendri usai demo, Sabtu (27/12/25). Zulhendri yang menyerap aspirasi masyarakat serta ikut langsung berdemo di PTPN itu mengatakan, penunjukan Desa Pesikaian sebagai relokasi warga […]

  • Jadi Termegah di Dunia, Ini Dampaknya Flyover Sitinjau Lauik Bagi Sumbar 

    Jadi Termegah di Dunia, Ini Dampaknya Flyover Sitinjau Lauik Bagi Sumbar 

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Setakat ini, Provinsi Sumbar tengah bersiap menghadirkan proyek infrastruktur yang paling dinantikan dan ambisius. Yakni, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Dikutip, Kamis (26/09/24), flyover ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu yang termegah di dunia. Tidak hanya dari segi desain dan panjang lintasan, tetapi juga dalam hal teknologi konstruksi yang diterapkan. Proyek ini menjadi […]

  • BIAYA Haji 2023, Kemenag Bersama DPR Putuskan Hari Ini

    BIAYA Haji 2023, Kemenag Bersama DPR Putuskan Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Pengambilan keputusan biaya haji 2023, Kemenag bersama DPR akan memfinalkan, Rabu (15/02/23 hari ini.  “Kemungkinan akan diumumkan secara resmi dalam rapat kerja dengan Menteri Agama,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dikutip Rabu (15/02/23). Wakil Ketua MPR RI ini menjamin biaya haji yang dibayarkan jemaah […]

  • Heboh, Bayi Baru Lahir Tergeletak di Teras Rumah Warga Tengah Malam 

    Heboh, Bayi Baru Lahir Tergeletak di Teras Rumah Warga Tengah Malam 

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Warga sekitar Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru geger atas penemuan seorang bayi laki-laki pada Sabtu (27/12/25) malam minggu. Bayi tersebut ditemukan tergeletak di teras rumah salah seorang warga bernama Indra Sati, dalam kondisi yang mengundang keprihatinan. Sesuai rekaman video, dikutip Senin (29/12/25), bayi malang itu pertama kali ditemukan […]

  • ‘TAK PUNYA UANG BELI BERAS’, Pesan Terakhir Keluarga Kalideres Sebelum Kunci Pintu Rumah

    ‘TAK PUNYA UANG BELI BERAS’, Pesan Terakhir Keluarga Kalideres Sebelum Kunci Pintu Rumah

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Pesan WhatsApp (WA) terakhir satu keluarga yang meninggal kelaparan di Kalideres Jakarta Barat ditujukan ke petugas PLN. Mereka tak punya uang bayar listrik dan beli beras. Pesan WA terakhir ini sudah berlangsung lama sekitar sebulan lalu. Sesudah mengirimkan WA, keluarga ini diduga tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan dan diminum. Lalu mengunci […]

expand_less