DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Polisi Tangkap 16 Tersangka PETI dan Musnahkan 255 Dompeng di Kuansing 

Polisi bakar dompeng PETI di Kuansing. f : ist

KUANSING, detak24com – Jelang pelaksanaan Pacu Jalur 2025, Polda Riau melancarkan operasi besar-besaran terhadap Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dalam operasi yang digelar selama dua pekan terakhir, petugas berhasil menyita 255 unit dompeng dan menangkap 16 orang tersangka yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal.

Operasi ini dilakukan demi menjaga kelestarian Sungai Kuantan, yang merupakan arena utama lomba perahu tradisional tersebut. Sungai yang sebelumnya dikenal jernih kini kerap terlihat keruh akibat aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem air dan mengganggu pelaksanaan acara budaya.

“Kegiatan PETI ini membuat air sungai menjadi coklat dan tercemar. Kami ingin mengembalikan kejernihan Sungai Kuantan agar Pacu Jalur bisa berlangsung dengan layak dan bermartabat,” tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heriawan dikutip dari rripekanbaru.

Pacu Jalur bukan sekadar lomba perahu, tetapi warisan budaya yang memikat ribuan wisatawan setiap tahun. Maka itu, Polda Riau menilai kelestarian sungai sebagai bagian penting dari pelestarian tradisi lokal.

Sebagai langkah preventif, pihak kepolisian juga telah memasang papan larangan aktivitas PETI di sepanjang aliran sungai yang akan digunakan dalam lomba.

Kapolda menekankan bahwa masyarakat tidak dilarang mencari penghidupan dari sektor pertambangan, namun harus dilakukan secara legal dan di kawasan yang telah ditetapkan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Ia juga menyebut bahwa proses perizinan untuk wilayah pertambangan legal akan dipermudah.

“Kami arahkan masyarakat ke tambang legal. Perizinan dari Bupati Kuansing akan diproses dengan cepat, agar masyarakat tetap bisa bekerja tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.

Kapolda Riau menegaskan bahwa operasi penertiban tidak berhenti di sini. Pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku PETI hingga aktivitas ilegal benar-benar hilang dari kawasan tersebut.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga ekosistem sungai sekaligus mendukung penuh kegiatan budaya masyarakat yang sangat bernilai,” tambahnya.

Saat ini, seluruh tersangka tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Ratusan dompeng dan peralatan tambang ilegal lainnya telah diamankan sebagai barang bukti, sebagai sinyal bahwa tidak ada kompromi terhadap perusakan lingkungan.

Pacu Jalur sendiri adalah lomba perahu tradisional yang digelar setiap Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dikenal akan kemegahan dan kekompakan para pendayung, acara ini menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara, dikutip dari halloriau. (Red)

Editor : Kar