Polda Metrojaya Tangkap Mahasiswa Unri, Gubri Janji Turun Tangan
Mahasiswa Unri Khariq Anhar. f : ist
JAKARTA, detak24com – Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengaku belum menerima informasi resmi terkait penangkapan mahasiswa Universitas Riau (Unri) atas nama Khariq Anhar.
“Belum ada dapat info,” kata Gubri Abdul Wahid, Sabtu (30/08/25).
Namun, ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Rektor Unri untuk mengupayakan pembebasan mahasiswa tersebut.
Meskipun demikian, Abdul Wahid menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini. Ia berpendapat bahwa status Khariq sebagai seorang mahasiswa harus menjadi bahan pertimbangan.
“Nanti kita hubungi Rektor. Tentu kalau ada mahasiswa kita yang ditahan di Jakarta, kita akan melakukan komunikasi apa yang menjadi masalahnya dan sejauh apa proses hukumnya saat ini,” lanjutnya.
Gubernur Abdul Wahid berjanji akan mengupayakan jalan terbaik untuk kasus ini.
“Pastinya kita tidak boleh sewenang-wenang. Kita juga pikirkan bahwa mahasiswa adalah harapan kita di masa depan yang akan meneruskan perjuangan kita dan membangun negeri ini. Kalau mereka ada kesalahan dan bisa diperbaiki, ya harus kita maafkan,” pungkasnya.
Sementara, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Andri Alatas, membenarkan penangkapan mantan Gubernur Fakultas Pertanian Unri tersebut.
“Informasi yang kita dapat, benar Khariq ditangkap di Soekarno-Hatta di Terminal I sekitar pukul 08.00 WIB saat hendak pulang ke Pekanbaru. Berdasarkan informasi yang kami terima dari rekan kami di Jakarta, sudah ditahan dan berstatus tersangka,” kata Andri, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Andri, Khariq sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan kini ditahan di Polda Metro Jaya.
LBH Pekanbaru menyatakan siap memberikan pendampingan hukum dan memastikan hak-hak Khariq sebagai warga negara terlindungi, dikutip dari halloriau. (Red)
Editor : Kar
