Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » PNS Geruduk Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti, Ini Sebabnya

PNS Geruduk Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti, Ini Sebabnya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELATPANJANG, detak24com – Sejumlah PNS di Setda Kepulauan Meranti unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi ke rumah dinas Bupati setempat, Kamis (21/11/24) pagi.

Mereka menuntut kejelasan mengenai pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang sudah tertunda selama beberapa bulan.

Ada sebanyak 30 orang ASN perwakilan dari beberapa bagian di Setda melakukan unjuk rasa di rumah dinas bupati yang juga dijadikan kantor sementara. Para ASN perwakilan dari berbagai bagian di Setda menyampaikan keluhan mereka secara langsung.

“Ini sudah beberapa bulan belum dibayarkan, belum ada informasi dan kejelasan kapan akan dibayar. Sementara pencairan lainnya sudah banyak dilakukan,” ungkap salah seorang ASN yang ikut dalam aksi tersebut.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kepulauan Meranti, Roni Rakhmat menemui para ASN untuk memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa proses pembayaran TPP sebenarnya sedang berlangsung.

Disebutkan, awal pekan lalu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah memproses Surat Perintah Membayar (SPM) untuk melakukan pembayaran. Begitu juga dengan persyaratan yang dimintai dari seluruh OPD.

Adapun persyaratannya mencakupi absensi kinerja dari OPD, rekomendasi dari BKPSDM dan rekomendasi dari Inspektorat terkait tidak adanya temuan.

“Awal pekan lalu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah memproses Surat Perintah Membayar (SPM). Semua persyaratan dari OPD, seperti absensi kinerja, rekomendasi BKPSDM, dan Inspektorat terkait tidak adanya temuan, sudah dikembalikan ke BPKAD. Artinya, ini tinggal menunggu proses administrasi keuangan,” jelas Roni.

Roni menegaskan bahwa pembayaran TPP tidak dilakukan karena adanya unjuk rasa ini, melainkan sudah menjadi agenda yang dijadwalkan. Ia juga mengkritik cara penyampaian aspirasi yang menyebabkan pegawai meninggalkan pekerjaan mereka.

“Saya memahami mereka meminta haknya, itu sah-sah saja. Namun, seharusnya hal ini disampaikan melalui kepala OPD masing-masing, bukan dengan cara seperti ini sampai meninggalkan pekerjaan, jangan berkumpul seperti ini, tiba-tiba muncul begini serba salah juga kita. Artinya ini akan segera dibayarkan tinggal proses administrasi keuangan dan bukan gegara aspirasi ini lalu dibayarkan,” kata Roni Rakhmat.

Roni menyebutkan ada informasi yang tersumbat yang tidak disampaikan kepala OPD sehingga wajar ASN mempertanyakan hal ini.

“Ada informasi yang tersumbat, wajar ASN mempertanyakan karena informasinya tak jelas. Seharusnya masing-masing kepala OPD menyampaikan ini kepada pegawainya,” tuturnya.

Roni menjelaskan bahwa pembayaran TPP disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini cukup terbatas. Hingga kini, pembayaran baru dilakukan hingga bulan Mei, sementara untuk mengejar ketertinggalan, pembayaran dua bulan berikutnya memerlukan anggaran sebesar Rp 24 miliar.

“Kondisi keuangan kita terbatas. Informasi dari BPKAD, pembayaran TPP akan dilakukan untuk dua bulan ke depan. Ini membutuhkan anggaran yang besar, tetapi saya pikir ketersediaan anggarannya ada,” pungkasnya.

Roni berharap kepala OPD lebih transparan menyampaikan kondisi keuangan kepada bawahannya untuk mencegah keresahan di kalangan ASN. Ia juga berkomitmen untuk memprioritaskan pembayaran TPP sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kondisi keuangan kita ini terbatas, harusnya pembayaran menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Sejauh ini informasi dari BPKAD akan dibayarkan 2 bulan, saya pikir ketersediaan anggarannya ada walaupun sangat besar, dimana untuk pembayaran 2 bulan itu menyedot Rp 24 miliar,” pungkasnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Irmansyah, memastikan TPP untuk bulan Juni dan Juli akan segera dibayarkan. Hal ini sedang dalam proses verifikasi berkas dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sambil menunggu masuknya dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Saat ini memang ada rencana kita untuk membayarkan dua bulan TPP, yaitu Juni dan Juli, sambil menunggu dana transfer masuk. Terkait pembayarannya akan dilakukan dalam waktu dekat setelah seluruh berkas selesai diverifikasi,” ujar Irmansyah.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti telah menerima sejumlah dana transfer. Dari provinsi, telah masuk Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp 19 miliar, sementara dari pusat berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp 16 miliar. Total dana transfer yang diterima sejauh ini mencapai Rp 35 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja daerah, termasuk membayar TPP yang sempat tertunda beberapa bulan.

Irmansyah menegaskan bahwa pembayaran TPP merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan demi menjaga kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami berharap proses administrasi dapat segera selesai sehingga pembayaran bisa dilaksanakan tanpa kendala,” tutupnya.

Komitmen ini menjadi langkah konkret dalam menjawab keresahan ASN terkait keterlambatan pembayaran TPP, sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel, dikutip detak24com dari halloriau. (*)

Editor : Kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • WAJIB DIBACA, Polemik Gelper – Simak Enam Pernyataan Kapolres Dumai!

    WAJIB DIBACA, Polemik Gelper – Simak Enam Pernyataan Kapolres Dumai!

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    DUMAI, detak24.com – Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto memberi pernyataan terkait polemik gelper di wilayah hukumnya. Poin tersebut dibagikan dalam grup WhatsApp Media Humas Res DMI 2, Kamis (24/11/22)) malam. Berikut pernyataan Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto :  Coba diperbaharui narasi saya: 1. Gelanggang permainan tsb sudah ada izin OSS yg mengeluarkan dr propinsi 2. […]

  • Oknum Kapolres Jadi Pelaku Asusila, Video Hot Dijual ke Situs Luar Negeri 

    Oknum Kapolres Jadi Pelaku Asusila, Video Hot Dijual ke Situs Luar Negeri 

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Eks Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja (FWLS) ditetapkan jadi tersangka serta dijebloskan ke penjara. Sebelumnya, AKBP Fajar ditangkap dan diperiksa Propam Polri dan Polda NTT terkait kasus pencabulan anak, pornografi, dan penyalahgunaan narkoba. “Hari ini statusnya sudah jadi tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri,” ujar Karo Wabprof Divpropam Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto dalam […]

  • PILPRES 2024 Kian Dekat, Anies Capres Bahas Strategi Pemenangan di Puri Cikeas

    PILPRES 2024 Kian Dekat, Anies Capres Bahas Strategi Pemenangan di Puri Cikeas

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    BOGOR, detak24com – Bakal capres Anies Rasyid Baswedan bersama Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satu agenda tersebut membahas strategi pemenangan Pilpres 2024. “Kami sudah membahas pada aspek strategi, langkah-langkah yang perlu kita antisipasi, yang perlu kita kerjakan di bulan-bulan depan sampai dengan bulan […]

  • BUKAN Polisi, Ini Sosok Penampar dan Penodong Senpi ke Arah Supir di Tol

    BUKAN Polisi, Ini Sosok Penampar dan Penodong Senpi ke Arah Supir di Tol

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAKARTA, detak24com – Polisi mengungkap identitas David Yulianto (32), pengendara ‘koboi’ yang menodongkan pistol jenis airsoft gun dan memukul pengendara lain di Tol Tomang, Jakarta Barat. David Yulianto yang memalsukan pelat dinas Polri itu bukanlah polisi, melainkan karyawan swasta. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam jumpa pers di […]

  • USAI Viral Perbaiki Jalan Rusak, Rumah Dermawan Pekanbaru Dilempari Palu

    USAI Viral Perbaiki Jalan Rusak, Rumah Dermawan Pekanbaru Dilempari Palu

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Video seorang pengusaha Pekanbaru bernama Bambang (32) yang mengecor jalan rusak jadi viral. Anehnya, rumah si pengusaha malahan diteror OTK. Dugaan teror ini dilakukan dengan cara Ruko tempat tinggalnya dilempari palu yang mengenai kaca pembatas ruko hingga pecah.  Hal tersebut terjadi diduga karena rentetan aksi yang dilakukan Bambang untuk memperbaiki jalan berlubang di […]

  • Ratusan Massa PP dan Aliansi Mahasiswa Geruduk Kejari Siak Riau, Tangkap Koruptor Bansos

    Ratusan Massa PP dan Aliansi Mahasiswa Geruduk Kejari Siak Riau, Tangkap Koruptor Bansos

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Siak, detak24.com – Ratusan massa yang tergabung dari  Pemuda Pancasila (PP) dan Mahasiswa Peduli Korupsi Kabupaten Siak (MPKS) menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri Siak (Kejari), Senin (13/06/22) siang. Demonstrasi minta koruptor Bansos ditangkap. Sekitar 300 orang personel TNI/Polri tampak berjaga di lokasi. Aksi tersebut langsung disambut oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Siak Gunar Rahadianto dan Kepala […]

expand_less