DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Petani Meregang Nyawa di Pokok Sawit Desa Lebuh Lurus Kuansing 

Evakuasi jenazah petani yang tewas dekat pokok sawit Kecamatan Inuman. f : ist

KUANSING, detak24com – Warga Lebuh Lurus, Inuman Kuansing dihebohkan dengan penemuan sosok mayat pria tergeletak dekat pokok sawit di areal perkebunan PT Wana Jingga Timur (WJT), Selasa (13/05/25).

Mayat tersebut ditemukan tepat di Dusun III, Desa Lebuh Lurus, Kecamatan Inuman. Pria itu diketahui berinisial B (50), warga desa tersebut. Ia ditemukan tewas dekat pokok sawit.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Polsek Cerenti dari para saksi, bahwa korban diketahui pergi ke kebunnya untuk memanen sawit pada pukul 14.00 WIB. Biasanya korban selalu kembali ke rumah menjelang petang untuk makan.

Namun, hingga menjelang malam, korban tak kunjung pulang. Hal ini membuat istri korban, yang juga saksi W, merasa cemas dan meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan suaminya.

Istrinya itu kemudian meminta bantuan kepada seorang tetangga untuk menelusuri kebun tempat korban biasa bekerja. Pencarian pun dilakukan saksi I, dan A.

Setibanya di lokasi kebun, rombongan pencari menemukan sepeda motor milik korban terparkir di pinggir kebun. Setelah menyusuri area sekitar, korban ditemukan dalam keadaan terbaring tak bernyawa di bawah pohon sawit, tidak jauh dari motornya.

Para saksi kemudian menghubungi pihak Puskesmas dan Polsek Cerenti untuk proses evakuasi. Dengan bantuan personel kepolisian sebanyak empat orang dan tenaga medis dari Puskesmas Inuman sebanyak tiga orang serta warga sekitar, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Lebuh Lurus.
Jajaran Polsek Cerenti langsung bergerak setelah mendapati laporan warga.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 19.30 WIB malam, pihak kepolisian mendapati korban telah dalam proses evakuasi oleh petugas dari Puskesmas Kecamatan Inuman.

Kapolres Kuansing, AKBP Angga F Herlambang melalui Kapolsek Cerenti, AKP Benny Afrianda Siregar menyampaikan, menurut keterangan yang didapatinya, bahwa korban diketahui memiliki penyakit jantung dan sebelumnya telah menjalani pemasangan ring jantung.

Dugaan sementara, penyebab meninggalnya korban adalah serangan jantung akibat kelelahan saat bekerja di kebun.

“Korban memiliki riwayat sakit jantung dan sebelumnya telah menjalani pemasangan ring. Dugaan awal korban meninggal akibat serangan jantung karena kelelahan. Pihak keluarga telah menyatakan menerima dengan ikhlas dan menolak dilakukan otopsi,” ujarnya, Rabu (14/05/25).

Korban, rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak untuk dimakamkan.

Pihak keluarga juga telah menyatakan secara tertulis mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak menginginkan autopsi dilakukan terhadap jenazah.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit serius seperti jantung. Kami dari pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera mencari pertolongan apabila merasa tidak sehat saat berada di lokasi terpencil atau bekerja di lapangan,” pungkasnya mengingatkan, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar