Pesawat Indonesia Air Transport Berawak 11 Orang Jatuh di Sulsel, Satu Jasad Ditemukan
Evakuasi korban awak pesawat Indonesia Air Transport yang jatuh di Sulsel. f : ist
MAKASSAR, detak24com – Kantor SAR Makassar mengonfirmasi penemuan seorang awak pesawat Indonesia Air Transport meninggal dunia. Korban berjenis kelamin laki-laki, saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian.
Selain korban, Tim Search and Rescue Unit (SRU) 3 juga menemukan serpihan pesawat berupa rangka dan kursi. Lokasi mesin pesawat juga berhasil diidentifikasi berdasarkan laporan visual dari lapangan.
“Pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54′ 44″S dan 119° 44′ 48″ S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar di posko Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Ahad (18/01/26).
Penemuan ini turut membenarkan jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/01/26).
Dia menyatakan, tim SAR tetap melanjutkan pencarian meskipun menghadapi medan ekstrem dan cuaca menantang.
“Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” tutur dia.
Ia menambahkan, beberapa SRU bergerak sesuai pembagian sektor.
SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua. SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui. Setelah berkoordinasi dengan posko induk, SRU 4 diarahkan kembali ke posko.
“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” ujarnya.
Lanjutnya, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel dan koordinasi antar unsur.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar,” pungkasnya diikutip dari Kompas.
Berikut daftar personel yang berada dalam penerbangan tersebut:
Kru Pesawat
Capt Andy Dahananto (Pilot in Command)
FO Yudha Mahardika (Second in Command)
Capt Sukardi (Additional Captain)
Hariadi (Flight Operation Officer)
Franky D Tanamal (Engineer on Board)
Junaidi (Engineer on Board)
Florencia Lolita (Flight Attendant)
Esther Aprilita (Flight Attendant)
Penumpang (pihak penyewa)
Deden
Ferry
Yoga.
(*)
Editor : Kar
