Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengacara Brigadir J Pamit dan Minta Maaf, Kecewa dengan Presiden

Pengacara Brigadir J Pamit dan Minta Maaf, Kecewa dengan Presiden

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Pengacara Brigadir J Kamarudin Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada publik, lantaran belum bisa menuntaskan kasus pembunuhan kliennya.

Meski telah berusaha maksimal dengan mengorbankan baik materi, pikiran dan waktu, akan tetapi kasus ini masih jalan ditempat.

“Tetapi sekarang ini sangat mengecewakan. Saya betul-betul minta maaf. Saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik pikiran materi maupun waktu. Saya membiayai semua ini tetapi bukan bermaksud mengungkit-ungkit itu,” kata Kamarudin. Dilansir dari video tiktok @tobellyboy, Ahad (18/09/2022).

Ia pun sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi karena ayah Brigadir J, Samuel juga sudah lelah untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Kemudian saya juga memohon maaf atas nama keluarga karena pak Samuel sebagai orang tua daripada almarhum sudah menyatakan sudah selesai bahwa anak saya tidak bisa kembali,” tuturnya.

“Kemarin saat saya ke Jambi. Beliau berpesan sudah cukup pak, kami sudah capek pak, kami mendengar aja capek demikian juga masayarakat bilang kami hanya mengikuti saja. Capek, apalagi bapak yang melakukan katanya,” lanjutnya.

Meskipun begitu ia mengaku tidak keberatan dengan hal tersebut. Justru yang membuatnya kecewa ialah kinerja Polri yang menurutnya lambat.

Sejak bulan Juli proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J belum menemui titik terang. Kini kasus tersebut terancam falilut karena sudah tiga bulan kasus tersebut tidak masuk ke persidangan.

“Pada akhirnya seperti yang saya perkirakan, perkara ini akan menjadi falilut sudah terjadi. Artinya sudah tiga bulan berturut-turut sejak Juli, Agustus, September perkara tidak terang-terang. Padahal saya katakan dulu, kalau saya yang menjadi penyidik setengah hari saya garansi (kasus) selesai. Tidak sampai seminggu dua minggu sampai ada tahap dua, itu dengan kecerdasan saya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan kinerja Polri sangat lambat. Menurutnya, seharusnya sudah ada tiga puluh sampai tiga puluh orang yang ditetapkan sebagai tersangka namun hingga hari ini hanya ada 5 tersangka utama dan 6 tersangka obstruction of justice.

“Harusnya sudah banyak tersangka minimal 35-30 tersangka sampai hari ini baru 5 ditambah dengan 7. Yang tujuh itu pun juga salah satu dari lima itu yaitu tersangka obstruction of justice,” paparnya.

Menurutnya, kelambatan proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J ini tidak lepas dari sikap Presiden Joko Widodo yang menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut Kapada Polri.

Menurutnya Presiden tidak cukup hanya memberikan instruksi untuk membuka kasus ini seterang-terangnya, termasuk kepada publik.

Tetapi karena presiden tidak mau berbuat sesuatu maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan 4 kali buka seterang-terangnya. Memang kita akui dia mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen,” ungkapnya.

“Presiden membiarkan Polri terjebak dalam lumpur itu. Akhirnya sampai dengan hari ini mereka terjebak tidak bisa keluar,” ujarnya.

Kemudian ia pun berpesan agar masyarakat dapat belajar dari kasus ini. Dengan memilih pemimpin yang baik dan bertanggung jawab pada Pemilihan Umum 2024.

“Jadi saya hanya mengatakan kita harus selamatkan Indonesia ini melalui suatu tindakan yang tepat. Yaitu pada tahun 2024 pilihlah pemimpin yang baik yang bertanggung jawab supaya Indonesia ini kita benahi bersama,” tuturnya.

“Kemudian sebenarnya kalau saya perhatikan lebih banyak orang baik di negara Indonesia ini, tetapi tidak peduli. Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa, baik yang tidak berkerudung sampai yang berkerudung semua tak ada malu-malu memeluk saya, memeluk dan mengatakan terimakasih. Artinya mereka rindu indonesia ini negara yang baik. Tetapi kita kurang kompak untuk memperbaiki negara ini. Oleh karena itu kita harus kompak,” ucapnya.(suara.com)

Editor : Kar

 

Terimakasih elah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubri Kunjungi Insitut Tazkia dan Asrama Mahasiswa di Bogor

    Gubri Kunjungi Insitut Tazkia dan Asrama Mahasiswa di Bogor

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    BOGOR, detak24.com – Di tengah kesibukan sebagai Gubernur Riau (Gubri), H Syamsuar menyempatkan diri berkunjung ke Institut Tazkia, kawasan Sentul, serta asrama mahasiswa asal Riau di Bogor, Kamis (03/02/2022) pagi. Kunjungan Gubri ke Institut Tazkia, rupanya sudah lama dinanti oleh pihak pengelola.  Apalagi, saat ini ada sekira 183 orang mahasiswa asal Riau yang sedang menuntut […]

  • WADUH! Nama Sekda Pekanbaru Dicatut, Pengurus Masjid Diingatkan Waspada

    WADUH! Nama Sekda Pekanbaru Dicatut, Pengurus Masjid Diingatkan Waspada

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Nama Sekretaris Daerah Kota (Sekdalo) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution dicatut oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Pelaku berdalih akan memberikan bantuan masjid atau musala. “Mohon izin sebelumnya. Perkenalkan saya Indra Pomi Nasution ST MS selaku Sekda Pekanbaru. Dengan ini ingin menyampaikan/mengimbau perihal program bantuan dana hibah bagi Masjid/Musholla yang sudah layak menerima bantuan […]

  • HIMBAJA MEDAN Galang Aksi Himpun Dana, Peduli Banjir Aceh Tamiang

    HIMBAJA MEDAN Galang Aksi Himpun Dana, Peduli Banjir Aceh Tamiang

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    MEDAN, detak24.com – Sebagai wujud kepedulian sosial terhadap korban banjir Aceh Tamiang, Himpunan Mahasiswa Balai Jaya (HIMBAJA) Medan menggalang dana di sejumlah titik jalan. Ketua HIMBAJA Medan, Panji Wijaya, Rabu (09/11/22) melalui siaran persnya mengatakan, aksi penggalangan dana sudah berjalan sejak tiga hari belakangan. “HIMBAJA sebagai organisasi paguyuban menampung sejumlah mahasiswa Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten […]

  • INNALILAHI! Nenek Tewas di Tangan Rampok, Kejadian di Rimba Melintang Rohil

    INNALILAHI! Nenek Tewas di Tangan Rampok, Kejadian di Rimba Melintang Rohil

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Peristiwa berdarah hingga merenggut nyawa terjadi di Rimba Melintang wilayah hukum Polres Rohil. Seorang nenek tewas bersimbah darah di tangan rampok  Data dirangkum, Selasa (19/03/24), gerakan cepat Tim Resmob Polres Rohil berhasil menangkap seorang pelaku jambret sadis yang mengakibatkan korban tewas dalam waktu 1×24 jam. Penangkapan tersangka kejadian berdarah merenggut nyawa itu […]

  • Pamit Merantau, Pemuda Sergai Ditemukan Jadi Kerangka Manusia dalam Pohon Aren 

    Pamit Merantau, Pemuda Sergai Ditemukan Jadi Kerangka Manusia dalam Pohon Aren 

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SERGAI, detak24com – Warga Dusun I Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut geger atas penemuan kerangka manusia dalam pohon aren. Tulang belulang tersebut ditemukan di dalam batang pohon aren yang tumbang, tepat di belakang rumah warga. Baca juga : Sindikat Ganja Sumut Terbongkar, 143 Kilogram Diamankan di Tangerang Dikutip, Jumat […]

  • Sosok Mulyono Disebut Jegal Abah Anies di Pilgub Jabar, Ternyata Ini Orangnya!

    Sosok Mulyono Disebut Jegal Abah Anies di Pilgub Jabar, Ternyata Ini Orangnya!

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Sosok Mulyono akhir-akhir ini jadi viral pasca gagalnya Abah Anies Baswedan maju di Pilgub Jabar.  Yakni, Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono yang menyebut Anies Baswedan gagal daftar Pilgub Jabar karena sosok Mulyono. Presiden Jokowi akhirnya buka suara terkait pernyataan “Saya kan dituding-tuding banyak banget, nggak masalah itu saja. Dituding menjegal, […]

expand_less