Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Pemilik Rumah dan Supir Dibekuk, Polisi Gerebek Penampungan TKI di Jalan Meranti Darat Dumai 

Pemilik Rumah dan Supir Dibekuk, Polisi Gerebek Penampungan TKI di Jalan Meranti Darat Dumai 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Polisi menangkap dua orang berinisial MF dan RGS dalam penggerebekan penampungan TKI di Jalan Meranti Darat, Dumai. Keduanya merupakan pemilik rumah dan supir

Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai berhasil mengungkap praktik penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal melalui jalur tidak resmi di wilayah pesisir Kota Dumai.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menindak kejahatan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kasus ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya dari praktik kejahatan yang semakin kompleks.

“Apa yang kami temukan di Dumai memperlihatkan bahwa penempatan pekerja migran secara ilegal bukan lagi tindakan sporadis, melainkan telah berkembang menjadi pola yang terstruktur dan sistematis,” ujar Kombes Hasyim saat jumpa pers di Mapolres Dumai, Kamis (23/04/26).

Dia mengatakan, praktik pemberangkatan pekerja migran secara ilegal seperti ini sangat berbahaya. Selain melanggar ketentuan hukum, para korban juga berada dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi, bahkan berpotensi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Sementara, Kapolres Dumai AKBP Angga Herlambang, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula pada Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu pihaknya menerima informasi mengenai adanya sejumlah pekerja migran Indonesia dan warga negara asing yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di wilayah Pantai Selinsing, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satreskrim Polres Dumai langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penyisiran di kawasan pesisir.

Di lokasi, petugas menemukan sebanyak 63 orang yang sedang berkumpul di area pantai dan hutan sekitar, diduga tengah menunggu penjemputan menggunakan speed boat untuk diberangkatkan ke Malaysia.

“Seluruhnya langsung kami amankan dan dibawa ke Polres Dumai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, lanjut Kapolres, petugas kemudian melakukan penelusuran ke sebuah rumah di Jalan Meranti Darat, Dumai yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan atau rumah singgah.

Di lokasi tersebut, kembali ditemukan lima orang pekerja migran Indonesia yang juga diduga akan diberangkatkan secara ilegal.

Dalam proses tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial MF dan RGS. MF diketahui berperan sebagai pihak yang menampung para calon pekerja migran di rumah singgah sebelum diberangkatkan.

Sementara, RGS berperan sebagai supir yang menjemput dan mengantar para pekerja migran dari luar daerah menuju lokasi penampungan hingga ke titik pemberangkatan.

“Kedua tersangka diamankan pada 20 April 2026 setelah sebelumnya sempat melarikan diri. Saat diamankan, keduanya mengakui perbuatannya dan langsung dibawa ke Polres Dumai untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit mobil Daihatsu Sigra yang digunakan untuk operasional pengangkutan, serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam komunikasi aktivitas ilegal tersebut.

“Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang mengatur larangan terhadap setiap orang yang merekrut, menampung, atau memberangkatkan pekerja migran tanpa izin yang sah,” ungkapnya.

Masih menurut Kapolres, wilayah pesisir Dumai merupakan salah satu titik rawan yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk aktivitas ilegal, sehingga pengawasan akan terus diperkuat.

“Kami akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah pesisir sebagai langkah pencegahan. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menutup jumpa pers, dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi yang menjanjikan proses cepat dan biaya murah.

“Masyarakat diminta memastikan seluruh proses dilakukan melalui prosedur resmi, guna menjamin perlindungan hukum dan keselamatan di negara tujuan,” ingatnya. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • ULANG TAHUN Megawati serta Kado Spesialis dari Tatam, Nanan dan Puan

    ULANG TAHUN Megawati serta Kado Spesialis dari Tatam, Nanan dan Puan

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Perayaan ulang tahun Megawati ke-76 dirayakan sederhana. Hanya mengundang keluarga, kerabat dekat serta beberapa orang petinggi PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berulang tahun ke-76. Ketiga anak Megawati, yaitu Rizki Pratama atau Tatam, M Prananda Prabowo atau Nanan, dan Puan Maharani memanjatkan doa terbaik kepada sang ibunda yang berulang tahun hari ini. […]

  • KPH INDRAGIRI dan Satgas Polhut Sita Puluhan Kubik Kayu Olahan di TNBT Inhu

    KPH INDRAGIRI dan Satgas Polhut Sita Puluhan Kubik Kayu Olahan di TNBT Inhu

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    INHU, detak24.com – Menekan tingkat kriminalitas dalam hal perambahan hutan negara di wilayah Inhu, tim KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Indragiri giat lakukan patroli rutin. Kali ini, titik patroli dilakukan di areal TNBT (Taman Nasional Bukit Tigapuluh). Tepatnya pada wilayah Kecamatan Batang Gangsal, Inhu, Kamis (02/03/23). Alhasil, tim dari KPH Indragiri yang didampingi Satgas Polisi Kehutanan […]

  • Tim gabungan memadamkan api Karhutla di Rohil

    ROHIL Membara, Terpantau 11 Titik Api, Total Wilayah Riau 13 Hotspot

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    RIAU, detak24com – Hasil pantauan Jumat (26/05/23), terdapat belasan titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau. Terbanyak di Rohil dengan 11 hotspot. Itu disampaikan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami. Total hotspot Sumatera ada 94 titik panas. “Total Hotspot Sumatera sebanyak 178 titik, tersebar paling banyak Sumbar 54 titik, […]

  • PDIP Resmi Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    PDIP Resmi Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

    • calendar_month Jumat, 21 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    JAKARTA, detak24com – Teka teki capres yang diusung PDIP kini terjawab sudah. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan nama Ganjar Pranowo untuk diusung maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024. Penetapan itu disampaikan Megawati dengan dihadiri langsung Ganjar Pranowo, sejumlah elite PDIP, dan juga Presiden Jokowi. Penetapan itu digelar di Istana Batutulis, Bogor, Jumat (21/04/23). […]

  • Gawat, Muncul Lagi Link Video Bu Guru Salsa Viral Tayangan 4 Menit, Jangan Ditonton Ya!

    Gawat, Muncul Lagi Link Video Bu Guru Salsa Viral Tayangan 4 Menit, Jangan Ditonton Ya!

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Usai video syurnya tersebar di media sosial, kini bu guru Salsa viral lagi dengan konten berdurasi 4:06 menit. Kali ini link video Bu Guru Salsa viral bisa dilihat di YouTube. Link video Bu Guru Salsa viral saat ini sudah ditonton lebih dari 39 ribu kali dan mendapatkan 1.341 komentar dari netizen. Bu Guru […]

  • Polisi Tembak Polisi Divonis Seumur Hidup, Kabag Ops Polres Solsel Lepas dari Maut!

    Polisi Tembak Polisi Divonis Seumur Hidup, Kabag Ops Polres Solsel Lepas dari Maut!

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SOLSEL, detak24com – Eks Kabag Ops Polres Solok Selatan Dadang Iskandar lepas dari vonis hukuman mati di kasus penembakan rekannya Kompol Anumerta Ryanyo Ulil Anshar. Ia dijatuhi pidana hukuman seumur hidup oleh hakim. Informasi dirangkum Sabtu (20/09/25), vonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni hukuman mati. Mendengar vonis tersebut, […]

expand_less