DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

MOHON Ditindak! Supir Sembako Dipalak 100 Ribu hingga 300 Ribu Per Mobil di Pasar Bangkinang

BANGKINANG, detak24comPara supir sembako di Pasar Bangkinang mengeluh dengan aksi pungli. Mereka wajib dibayar setiap bulan 300 ribu untuk mobil colt diesel dan 100 ribu untuk pikap L 300.

Salah seorang supir mobil  L 300 yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan melalui telepon genggam, Kamis siang (19/10) mengungkapkan, setiap mobil yang masuk ke pyasar Bangkinang wajib membayar 100 ribu perbulan. Uang tersebut tidak jelas untuk apa kegunaannya.

“Jika tidak dibayar uang 100 ribu tersebut, tukang palak mengancam barang-barang yang kita bawa akan hilang. Uang 100 ribu tersebut bukan untuk upah angkat barang, tetapi tidak jelas kegunaannya. Untuk angkat barang kami membayar dan hal tersebut wajar karena jasa,” ungkap supir tersebut enggan menyebutkan nama.

Diterangkannya lebih lanjut, pungli tersebut hanya di Pasar Bangkinang saja, dan semua mobil barang kena kungli. Untuk di Pasar Kuok dan Pasar Air Tiris tidak ada pungli. Para supir di sana hanya membayar upah angkat barang saja.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh seorang supir mobil  Colt Diesel yang juga tidak  mau namanya dipublikasikan. Ia mengatakan, setiap supir truk Colt Desel yang masuk ke Pasar Bangkinang wajib membayar 300 ribu perbulan.

Diterangkan nya lebih lanjut, kalau tidak dibayar uang 300 ribu selaku supir  tidak nyaman karena ada ancaman dari mereka yang mengutip. Sebenarnya kami keberatan dengan uang 300 ribu tersebut karena kegunaannya tidak jelas.

“Saya hanya 1 kali seminggu masuk ke Pasar Bangkinang, yakni setiap hari Rabu. Untuk biaya bongkar muat saya juga membayar, dan hal tersebut wajar. Untuk Pasar Air Tiris tidak ada lungli di sana,” terangnya.

Ia mengharapkan kepada pihak penegak hukum untuk menertibkan pungli di Pasar Bangkinang Kota tersebut, agar pedagang dan masyarakat nyaman, dikutip dari catatanriau, Jumat (20/10/23).

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian atau Dinas Pasar setempat belum berhasil dihubungi wartawan. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Hingg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *