MINYAK Mentah PT EMP Tumpah Sejauh 3 Km di Garis Pinggir Sungai Siak, Ancam Ekosistem

“Situasi ini tentu sangat merugikan kami warga di pesisiran Siak. Tanggapan para pihak terkait situasi ini tidak tampak serius, sehingga satu pompong dengan jumlah petugas 3 orang tidak mungkin mampu membersihkan tumpahan minyak yang menyebar ke areal lebih 3 Km,” kata dia.
Sementara itu Ketua Peduli Kampung Nusantara (Peka Nusa), Said Dharma Setiawan menyayangkan sikap PT EMP yang lambat menangani oil spill di laut Bunsur. Selain itu juga mengkritik sikap PT EMP dan operatornya yang tidak segera melaporkan kejadian ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak dan KKP kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kita minta pihak perusahaan untuk menjalankan rativikasi konvensi internasional mengenai kesiapsiagaan, penanggulangan dan kerjasama terkait pencemaran minyak tahun 1990, dan Perpres nomor 76 tahun 2022 tentang pengesahan ICOPPRC,” kata Wawan, panggilan akrabnya.
Ia menerangkan, seharusnya PT EMP dan operatornya melakukan identifikasi komponen yang terkena dampak oil spill baik yang di pesisir pantai maupun terhadap dampak ekonomi bagi nelayan. Kemudian juga harus mengedukasi masyarakat setempat ketika terjadi hal darurat seperti itu.
“EMP harusnya juga melihat jenis keadaan daruratnya, apakah tier I, II, atau III. Kalau sekarang tidak jelas bagaimana keadaan daruratnya,” kata dia.
Wawan meminta PT Imbang Tata Alam (ITA) sebagai operator PT EMP untuk mengevaluasi tim HSE. Harus ada tindakan terukur terhadap evaluasi tersebut. “Jangan anggap hal seperti ini sepele,” tegas Wawan.
Ia juga meminta tim SKK Migas untuk turun ke lokasi untuk melihat protap yang dilaksanakan oleh PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam menangani oil spill tersebut.

16 thoughts on “MINYAK Mentah PT EMP Tumpah Sejauh 3 Km di Garis Pinggir Sungai Siak, Ancam Ekosistem”